News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Waspadai Gejala-Gejala Alzheimer
Kamis,2013-09-05,10:02:43

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta -Ahli psikiatri geriatri dari RSCM-FKUI, Dr dr Martina WS Nasrun Sp.KJ (K), menyatakan masyarakat harus bisa mengenali sepuluh gejala penyakit alzheimer.
""Ada beberapa gejala alzheimer yang harus diwaspadai masyarakat,"" kata dia, pada diskusi mengenai alzheimer di Jakarta, Rabu.
Gejala awal yang patut diwaspadai adalah seseorang seringkali mulai lupa di mana dia meletakkan barang yang lalu disertai timbulnya rasa curiga, seolah-olah seseorang telah mengambil barang tersebut.
Selain itu penderita juga sering lupa atas kejadian yang baru saja berlangsung.
""Penderita bahkan mengalami penurunan kemampuan dalam mengenali warna dan bentuk, serta kesulitan dalam membuat keputusan,"" jelas Martina.
Pada kesempatan yang sama Direktur Eksekutif DY Suharya menambahkan bahwa kondisi penderita alzheimer yang semakin parah ditandai dengan kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan dasar yang biasa dilakukan sehari-hari.
Contohnya seperti kesulitan melakukan pembayaran karena tidak mengenali pecahan mata uang, hingga kesulitan untuk mengenali peralatan makan.
""Gejala yang cukup parah ditandai ketika penderita alzheimer mulai menarik diri dari pekerjaan dan aktivitas sosial mereka,"" tambah DY.
Lebih lanjut dia memaparkan, penderita alzheimer tidak hanya akan mengalami penurunan kemampuan otak dalam mengolah memori, namun juga mengalami penurunan kemampuan dalam berpikir dan membuat keputusan.
""Ini adalah penyakit yang tidak hanya mempengaruhi ingatan, namun juga proses berpikir, perilaku, bahkan emosi, dan suasana hati,"" tambah dia.
Alzheimer yang merupakan salah satu jenis demensia, terjadi akibat kerusakan otak yang menyebabkan hilangnya fungsi otak secara bertahap.
Kerusakan otak tersebut dikatakan dia dapat dipicu berbagai hal seperti depresi, trauma kepala, penyakit yang menyerang otak, hipertensi, diabetes, obesitas, genetik, dan faktor usia. "
""Ada beberapa gejala alzheimer yang harus diwaspadai masyarakat,"" kata dia, pada diskusi mengenai alzheimer di Jakarta, Rabu.
Gejala awal yang patut diwaspadai adalah seseorang seringkali mulai lupa di mana dia meletakkan barang yang lalu disertai timbulnya rasa curiga, seolah-olah seseorang telah mengambil barang tersebut.
Selain itu penderita juga sering lupa atas kejadian yang baru saja berlangsung.
""Penderita bahkan mengalami penurunan kemampuan dalam mengenali warna dan bentuk, serta kesulitan dalam membuat keputusan,"" jelas Martina.
Pada kesempatan yang sama Direktur Eksekutif DY Suharya menambahkan bahwa kondisi penderita alzheimer yang semakin parah ditandai dengan kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan dasar yang biasa dilakukan sehari-hari.
Contohnya seperti kesulitan melakukan pembayaran karena tidak mengenali pecahan mata uang, hingga kesulitan untuk mengenali peralatan makan.
""Gejala yang cukup parah ditandai ketika penderita alzheimer mulai menarik diri dari pekerjaan dan aktivitas sosial mereka,"" tambah DY.
Lebih lanjut dia memaparkan, penderita alzheimer tidak hanya akan mengalami penurunan kemampuan otak dalam mengolah memori, namun juga mengalami penurunan kemampuan dalam berpikir dan membuat keputusan.
""Ini adalah penyakit yang tidak hanya mempengaruhi ingatan, namun juga proses berpikir, perilaku, bahkan emosi, dan suasana hati,"" tambah dia.
Alzheimer yang merupakan salah satu jenis demensia, terjadi akibat kerusakan otak yang menyebabkan hilangnya fungsi otak secara bertahap.
Kerusakan otak tersebut dikatakan dia dapat dipicu berbagai hal seperti depresi, trauma kepala, penyakit yang menyerang otak, hipertensi, diabetes, obesitas, genetik, dan faktor usia. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





