News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Yahoo Tutup Layanan Komunitas Di China
Selasa,2013-09-03,12:30:31

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Perusahaan search engine Yahoo menutup layanan berita (news) dan komunitas di China, menyusul penutupan layanan email-nya bulan lalu.
Home page Yahoo China sekarang mengarahkan (redirects) pengguna ke sebuah laman yang dijalankan oleh Alibaba, perusahaan yang juga dikelola Yahoo China, menurut BBC dalam laporannya, Senin.
Dalam pesan yang muncul di laman sebelum pengguna diarahkan ke situs lain, Yahoo mengatakan bahwa itu merupakan ""penyesuaian strategi operasinya"".
Langkah itu juga membawa implikasi bahwa stafnya akan bekerja menangani konten Alibaba dan Yahoo mengucapkan terima kasih kepada pengguna atas dukungannya.
Yahoo belum bisa dimintai untuk berkomentar mengenai hal itu.
Yahoo menghadapi persaingan besar di pasar China.
Layanan sosial media ber-platform seperti-Twitter yang ditawarkan Weibo sangat populer di China.
Yahoo mempunyai saham yang signifikan di Alibaba, peritel online business-to-business yang mempunyai lisensi untuk menjalankan layanannya di China.
Sejumlah analis menduga bahwa layanan-layanan yang dimiliki Alibaba diuntungkan dari hubungannya dengan Yahoo.
""Yahoo China telah di bawah Alibaba selama bertahun-tahun. Ini properti paling berharga yang sudah dipotong-potong dan digunakan,"" kata Li Zhi, analis dari Analysys International kepada IT World.
""Alibaba sudah tidak perlu lagi untuk memiliki Yahoo China yang sudah diperas kering,"" katanya."
Home page Yahoo China sekarang mengarahkan (redirects) pengguna ke sebuah laman yang dijalankan oleh Alibaba, perusahaan yang juga dikelola Yahoo China, menurut BBC dalam laporannya, Senin.
Dalam pesan yang muncul di laman sebelum pengguna diarahkan ke situs lain, Yahoo mengatakan bahwa itu merupakan ""penyesuaian strategi operasinya"".
Langkah itu juga membawa implikasi bahwa stafnya akan bekerja menangani konten Alibaba dan Yahoo mengucapkan terima kasih kepada pengguna atas dukungannya.
Yahoo belum bisa dimintai untuk berkomentar mengenai hal itu.
Yahoo menghadapi persaingan besar di pasar China.
Layanan sosial media ber-platform seperti-Twitter yang ditawarkan Weibo sangat populer di China.
Yahoo mempunyai saham yang signifikan di Alibaba, peritel online business-to-business yang mempunyai lisensi untuk menjalankan layanannya di China.
Sejumlah analis menduga bahwa layanan-layanan yang dimiliki Alibaba diuntungkan dari hubungannya dengan Yahoo.
""Yahoo China telah di bawah Alibaba selama bertahun-tahun. Ini properti paling berharga yang sudah dipotong-potong dan digunakan,"" kata Li Zhi, analis dari Analysys International kepada IT World.
""Alibaba sudah tidak perlu lagi untuk memiliki Yahoo China yang sudah diperas kering,"" katanya."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





