News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Alzheimer
Kamis,2013-09-05,09:57:12

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Penderita diabetes berisiko terkena alzheimer, demikian menurut Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sekaligus ahli geriatri Dr. dr. C. H. Soejono, Sp.PD-K.Ger di Jakarta, Rabu.
""Penderita kencing manis atau diabetes yang tidak mampu mengontrol kadar gula dalam darahnya maka gula tersebut akan diubah menjadi bentuk-bentuk lain oleh tubuh salah satunya adalah lemak dan zat-zat lain yang dapat merusak pipa yang dilalui darah,"" kata Dr. dr. C. H. Soejono, Sp.PD-K.Ger.
Lemak tersebut akan merusak lapisan terhalus kapiler sehingga membuatnya tidak rata yang menyebabkan penggumpalan darah.
""Kalau pipa tersumbat maka hantaran oksigen ke otak terhambat sehingga regenerasi sel otak berubah dan beberapa bahkan mati,"" katanya.
Selain pasien diabetes, perokok berat, pengidap penyakit jantung kronis, dan pasien darah tinggi juga berisiko terkena alzheimer.
Alzheimer adalah salah satu jenis demensia yakni kerusakan otak yang menyebabkan hilangnya fungsi otak secara bertahap.
Alzheimer dapat diderita siapa saja, hingga kini penyebabnya belum diketahui. Alzheimer juga belum ada obatnya.
Jumlah total penderita alzheimer di Indonesia sekitar satu juta jiwa. Setiap dua puluh tahun, jumlah tersebut naik hingga dua kali lipat.
""Obat alzheimer yang saat ini ada adalah untuk menjaga agar zat penghantar impuls listrik otak tidak rusak, bukannya mereproduksi baru maka itu tidak terlalu disarankan,"" katanya."
""Penderita kencing manis atau diabetes yang tidak mampu mengontrol kadar gula dalam darahnya maka gula tersebut akan diubah menjadi bentuk-bentuk lain oleh tubuh salah satunya adalah lemak dan zat-zat lain yang dapat merusak pipa yang dilalui darah,"" kata Dr. dr. C. H. Soejono, Sp.PD-K.Ger.
Lemak tersebut akan merusak lapisan terhalus kapiler sehingga membuatnya tidak rata yang menyebabkan penggumpalan darah.
""Kalau pipa tersumbat maka hantaran oksigen ke otak terhambat sehingga regenerasi sel otak berubah dan beberapa bahkan mati,"" katanya.
Selain pasien diabetes, perokok berat, pengidap penyakit jantung kronis, dan pasien darah tinggi juga berisiko terkena alzheimer.
Alzheimer adalah salah satu jenis demensia yakni kerusakan otak yang menyebabkan hilangnya fungsi otak secara bertahap.
Alzheimer dapat diderita siapa saja, hingga kini penyebabnya belum diketahui. Alzheimer juga belum ada obatnya.
Jumlah total penderita alzheimer di Indonesia sekitar satu juta jiwa. Setiap dua puluh tahun, jumlah tersebut naik hingga dua kali lipat.
""Obat alzheimer yang saat ini ada adalah untuk menjaga agar zat penghantar impuls listrik otak tidak rusak, bukannya mereproduksi baru maka itu tidak terlalu disarankan,"" katanya."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





