News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Perubahan Iklim, Pulau-pulau Kecil di Indonesia Tenggelam"
Rabu,2013-09-18,14:58:44

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Perubahan iklim telah menjadi isu global, dan Indonesia pun kini ikut merasakan dampaknya.
Menurut Ratri Sutarto Pramestyo, Program Manager Asian Cities Climate Change Resilience Network (ACCRN) MercyCorps, pemerintah Indonesia telah menyadari adanya perubahan iklim.
""Sekarang Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah membuat Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API) yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, dan beberapa institusi lainnya,"" kata Ratri pada VIVAnews, ditemui di GREAT Britain Week “Science & Innovation” Day, Jakarta, 17 September 2013.
Dia mengatakan, dampak perubahan iklim yang nyata adalah kemunculan banjir rob —diakibatkan oleh air laut yang pasang menggenangi daratan— seperti di Semarang dan Jakarta.
""Banjir rob semakin sering terjadi. Di Semarang dulu banjir rob datang sehari hanya sekali, tapi sekarang banjir rob datang sehari bisa beberapa kali,"" terang Ratri.
Ratri juga menyampaikan, daerah-daerah terdampak dari perubahan iklim adalah daerah-daerah kepulauan dan pesisir. Kemungkinan besar pulau-pulau kecil yang ada di Indonesia mulai tenggelam. ""Dan, sudah banyak pulau-pulau kecil yang tidak berpenghuni kemudian tenggelam,"" paparnya.
Saat ini Mercy Corps sudah melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk memikirkan masalah-masalah perubahan iklim. Mercy Corps punya alat untuk melihat dampak perubahan iklim yang namanya Kajian Kerentanan.
""Nantinya, kajian ini akan dipakai untuk mengidentifikasikan masalah-masalah yang ada di kota-kota, yang disebabkan oleh perubahan iklim dan tentunya memberikan solusi-solusinya,"" jelas Ratri.
Ratri menambahkan, RAN-API akan menjadi roadmap untuk tindakan adaptasi terhadap perubahan iklim di kota-kota dan provinsi-provinsi di Indonesia.
""Namun, sekarang kendalanya adalah pemerintah kota tidak semuanya tahu, apa itu perubahan iklim secara konsep dan bagaimana cara mengantisipasinya. Mereka masih butuh dukungan dari nasional,"" ujar Ratri."
Menurut Ratri Sutarto Pramestyo, Program Manager Asian Cities Climate Change Resilience Network (ACCRN) MercyCorps, pemerintah Indonesia telah menyadari adanya perubahan iklim.
""Sekarang Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah membuat Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API) yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, dan beberapa institusi lainnya,"" kata Ratri pada VIVAnews, ditemui di GREAT Britain Week “Science & Innovation” Day, Jakarta, 17 September 2013.
Dia mengatakan, dampak perubahan iklim yang nyata adalah kemunculan banjir rob —diakibatkan oleh air laut yang pasang menggenangi daratan— seperti di Semarang dan Jakarta.
""Banjir rob semakin sering terjadi. Di Semarang dulu banjir rob datang sehari hanya sekali, tapi sekarang banjir rob datang sehari bisa beberapa kali,"" terang Ratri.
Ratri juga menyampaikan, daerah-daerah terdampak dari perubahan iklim adalah daerah-daerah kepulauan dan pesisir. Kemungkinan besar pulau-pulau kecil yang ada di Indonesia mulai tenggelam. ""Dan, sudah banyak pulau-pulau kecil yang tidak berpenghuni kemudian tenggelam,"" paparnya.
Saat ini Mercy Corps sudah melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk memikirkan masalah-masalah perubahan iklim. Mercy Corps punya alat untuk melihat dampak perubahan iklim yang namanya Kajian Kerentanan.
""Nantinya, kajian ini akan dipakai untuk mengidentifikasikan masalah-masalah yang ada di kota-kota, yang disebabkan oleh perubahan iklim dan tentunya memberikan solusi-solusinya,"" jelas Ratri.
Ratri menambahkan, RAN-API akan menjadi roadmap untuk tindakan adaptasi terhadap perubahan iklim di kota-kota dan provinsi-provinsi di Indonesia.
""Namun, sekarang kendalanya adalah pemerintah kota tidak semuanya tahu, apa itu perubahan iklim secara konsep dan bagaimana cara mengantisipasinya. Mereka masih butuh dukungan dari nasional,"" ujar Ratri."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





