News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Grup Arsitek Ini Temukan Cara Menetap di Mars
Rabu,2013-09-18,09:45:16

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Beberapa tahun terakhir manusia terus berusaha mencari planet lain yang siap dihuni seperti layaknya bumi. Planet terdekat adalah Mars. Masalagnya atmosfer Mars tidak mendukung untuk kehidupan manusia.
Tapi sekelompok arsitek dari Jerman mengklaim menemukan cara hidup di Mars. Caranya adalah dengan menggunakan robot untuk membangun gua bawah tanah. Kelompok yang bernama ZA Architect ini, seperti dilansir DailyMail, menyatakan bebatuan basalt yang merupakan material asli planet tersebut bisa digunakan untuk bahan bangunan.
Basalt adalah material yang sudah lazim digunakan di dunia luar angkasa dan juga dunia otomotif. Bahan ini lebih ringan daripada baja, lebih mudah dioperasikan, tahan api, dan tidak dapat berkorosi.
""Permukaan Mars hampir seluruhnya terbuat dari basalt dan ini sudah terdeteksi oleh Rovers dan bisa digunakan untuk membangun gua lebar di bawah tanah. Ini seperti semen dari Mars,"" kata perwakilan ZA Architects, Arina Ageeva, Senin 16 September 2013.
Lebih lanjut tim ini juga mengatakan basalt merupakan material yang baik untuk menjadi pelindung gua karena bisa mengisolasi bahkan bisa lebih baik dari baja. Nantinya, menurut tim ini, Rovers akan menggali gua di bawah tanah dan meninggalkan pilar-pilar dari basalt sebagai penahan atap gua.
""Dan ketika manusia yang mengeksplorasi datang, mereka hanya tinggal memasang jendela, pintu dan peralatan yang diperlukan,"" katanya.
Cepat atau lambat, menurut Arina, Curiosity akan membawa manusia ke Mars. Maka, menurutnya, akan lebih baik jika manusia mempunyai tempat permanen untuk melakukan eksplorasi. "
Tapi sekelompok arsitek dari Jerman mengklaim menemukan cara hidup di Mars. Caranya adalah dengan menggunakan robot untuk membangun gua bawah tanah. Kelompok yang bernama ZA Architect ini, seperti dilansir DailyMail, menyatakan bebatuan basalt yang merupakan material asli planet tersebut bisa digunakan untuk bahan bangunan.
Basalt adalah material yang sudah lazim digunakan di dunia luar angkasa dan juga dunia otomotif. Bahan ini lebih ringan daripada baja, lebih mudah dioperasikan, tahan api, dan tidak dapat berkorosi.
""Permukaan Mars hampir seluruhnya terbuat dari basalt dan ini sudah terdeteksi oleh Rovers dan bisa digunakan untuk membangun gua lebar di bawah tanah. Ini seperti semen dari Mars,"" kata perwakilan ZA Architects, Arina Ageeva, Senin 16 September 2013.
Lebih lanjut tim ini juga mengatakan basalt merupakan material yang baik untuk menjadi pelindung gua karena bisa mengisolasi bahkan bisa lebih baik dari baja. Nantinya, menurut tim ini, Rovers akan menggali gua di bawah tanah dan meninggalkan pilar-pilar dari basalt sebagai penahan atap gua.
""Dan ketika manusia yang mengeksplorasi datang, mereka hanya tinggal memasang jendela, pintu dan peralatan yang diperlukan,"" katanya.
Cepat atau lambat, menurut Arina, Curiosity akan membawa manusia ke Mars. Maka, menurutnya, akan lebih baik jika manusia mempunyai tempat permanen untuk melakukan eksplorasi. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





