News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Kehidupan Bumi Berasal dari Tabrakan Komet?
Rabu,2013-09-18,15:46:19

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Tim peneliti dari University of Kent, Inggris, menemukan bahwa tabrakan komet dengan planet dan bulan di masa lalu menghasilkan ledakan mahadahsyat, yang menciptakan bahan-bahan penting untuk unsur mula kehidupan. Kemudian, bahan-bahan itu menyebar ke seluruh tata surya.
Menurut Mark Price, peneliti ruang angkasa di University of Kent, implikasi pentingnya adalah tabrakan itu menghasilkan prekursor —senyawa yang berpartisipasi dalam reaksi kimia yang menghasilkan senyawa lain— yang mendukung kehidupan dan menyebar di suatu tempat.
""Selama ini, komet memang diketahui memiliki senyawa organik. Dan, telah lama ilmuwan mengatakan bahwa komet yang membantu membawa bahan-bahan untuk membentuk kehidupan awal di Bumi,"" kata Price, dilansir Fox News, Rabu 18 September 2013.
Temuan ini, Price melanjutkan, berdasarkan hasil mendeteksi senyawa amonia di Komet Halley yang memiliki kandungan prekursor asam amino dan komponen dasar protein.
Senyawa amino serupa juga pernah ditemukan di sampel Komet 81P/Wild-2 yang dikumpulkan oleh pesawat ruang angkasa NASA Stardust.
""Dampak dari tabrakan komet ada di seluruh sistem Tata Surya dengan banyaknya kawah di permukaan planet. Tabrakan komet itu kencang dan menghasilkan suhu yang sangat tinggi. Itu yang menyebabkan terjadinya perubahan kimia,"" jelas Price.
Lalu, tim peneliti melakukan uji coba menembakkan proyektil baja yang sudah dicampur oleh bahan-bahan yang ada dikomet dengan kecepatan 16.000 mil per jam ke sebuah wadah yang berisi campuran karbon dioksida, amonia, dan metanol, yang bersuhu minus 80 derajat Celcius.
""Hasilnya, kami menciptakan senyawa baru berupa beberapa jenis asam amino dan L-alanine, sebuah kompenen penting dari protein yang ada di Bumi,"" ujar Price.
""Memang hasil itu belum menciptakan kehidupan, tapi sudah mendekati. Yang kami ingin buktikan itu adalah sebuah proses dari terciptanya molekul baru saat kelahiran Tata Surya dari sebuah tabrakan komet,"" tambah Price. "
Menurut Mark Price, peneliti ruang angkasa di University of Kent, implikasi pentingnya adalah tabrakan itu menghasilkan prekursor —senyawa yang berpartisipasi dalam reaksi kimia yang menghasilkan senyawa lain— yang mendukung kehidupan dan menyebar di suatu tempat.
""Selama ini, komet memang diketahui memiliki senyawa organik. Dan, telah lama ilmuwan mengatakan bahwa komet yang membantu membawa bahan-bahan untuk membentuk kehidupan awal di Bumi,"" kata Price, dilansir Fox News, Rabu 18 September 2013.
Temuan ini, Price melanjutkan, berdasarkan hasil mendeteksi senyawa amonia di Komet Halley yang memiliki kandungan prekursor asam amino dan komponen dasar protein.
Senyawa amino serupa juga pernah ditemukan di sampel Komet 81P/Wild-2 yang dikumpulkan oleh pesawat ruang angkasa NASA Stardust.
""Dampak dari tabrakan komet ada di seluruh sistem Tata Surya dengan banyaknya kawah di permukaan planet. Tabrakan komet itu kencang dan menghasilkan suhu yang sangat tinggi. Itu yang menyebabkan terjadinya perubahan kimia,"" jelas Price.
Lalu, tim peneliti melakukan uji coba menembakkan proyektil baja yang sudah dicampur oleh bahan-bahan yang ada dikomet dengan kecepatan 16.000 mil per jam ke sebuah wadah yang berisi campuran karbon dioksida, amonia, dan metanol, yang bersuhu minus 80 derajat Celcius.
""Hasilnya, kami menciptakan senyawa baru berupa beberapa jenis asam amino dan L-alanine, sebuah kompenen penting dari protein yang ada di Bumi,"" ujar Price.
""Memang hasil itu belum menciptakan kehidupan, tapi sudah mendekati. Yang kami ingin buktikan itu adalah sebuah proses dari terciptanya molekul baru saat kelahiran Tata Surya dari sebuah tabrakan komet,"" tambah Price. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





