News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Fungsi Kromosom Pria Punah, Manusia Kawin Bisa Mandul"
Kamis,2013-08-22,17:16:11

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Jenis kelamin pria diprediksi akan punah dalam lima juta tahun mendatang.
Hal itu disampaikan peneliti genetika Universitas LaTrobe Australia, Profesor Jenny Graves dalam seminar Genom Aneh pada Hewan, Jenis kelamin dan Masa Depan Pria di kedubes Australia, Jakarta, 21 Agustus 2013.
Jenny mendasarkan pada pola evolusi kromosom Y, kromosom penentu jenis kelamin laki-laki yang kian menyusut. Sekitar 166 juta tahun yang lalu, kromosom Y mempunyai 1.669 gen. Namun, pada saat ini jumlah gen menyusut menjadi 45 gen saja.
Menanggapi hal itu, Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Profesor Sangkot Marzuki menilai bahwa kemungkinan punahnya pria masih jauh. Pasalnya, belum tentu manusia bisa bertahan hidup dalam lima juta tahun lagi.
""Itu berkonsekuensi langsung kalau manusia bisa bertahan sampai lima juta tahun. Manusia kan baru berumur 200.000 tahun saja,"" kata Sangkot yang menjadi moderator dalam kesempatan seminar itu.
Namun demikian, bila nantinya manusia bisa hidup sampai lima juta tahun itu, punahnya kromosom Y akan berdampak pada dua kemungkinan.
""Manusia hilang sama sekali atau ada spesies yang baru seperti manusia tapi bukan manusia,"" katanya.
Sangkot menambahkan, evolusi kromosom biasanya akan saling berpasangan, namun karena kromosom Y mengalami pembelahan, kromosom itu akhirnya tidak dapat berpasangan dengan kromosom X.
Sangkot juga berpendapat, dengan kromosom Y yang makin menyusut tidak lantas membuat jumlah pria makin sedikit. Hanya populasi kromosomnya saja yang semakin berkurang.
""Pria itu hanya suatu gender yang tidak stabil saja. Yang makin kecil itu kromosomnya, karena gennya makin lama makin hilang. Hilang diambil kromosom lain. Kalau fungsi kromosom Y pindah ke yang lain, kalau manusia kawin jadinya mandul,"" tegas direktur Eijkman Institute tersebut."
Hal itu disampaikan peneliti genetika Universitas LaTrobe Australia, Profesor Jenny Graves dalam seminar Genom Aneh pada Hewan, Jenis kelamin dan Masa Depan Pria di kedubes Australia, Jakarta, 21 Agustus 2013.
Jenny mendasarkan pada pola evolusi kromosom Y, kromosom penentu jenis kelamin laki-laki yang kian menyusut. Sekitar 166 juta tahun yang lalu, kromosom Y mempunyai 1.669 gen. Namun, pada saat ini jumlah gen menyusut menjadi 45 gen saja.
Menanggapi hal itu, Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Profesor Sangkot Marzuki menilai bahwa kemungkinan punahnya pria masih jauh. Pasalnya, belum tentu manusia bisa bertahan hidup dalam lima juta tahun lagi.
""Itu berkonsekuensi langsung kalau manusia bisa bertahan sampai lima juta tahun. Manusia kan baru berumur 200.000 tahun saja,"" kata Sangkot yang menjadi moderator dalam kesempatan seminar itu.
Namun demikian, bila nantinya manusia bisa hidup sampai lima juta tahun itu, punahnya kromosom Y akan berdampak pada dua kemungkinan.
""Manusia hilang sama sekali atau ada spesies yang baru seperti manusia tapi bukan manusia,"" katanya.
Sangkot menambahkan, evolusi kromosom biasanya akan saling berpasangan, namun karena kromosom Y mengalami pembelahan, kromosom itu akhirnya tidak dapat berpasangan dengan kromosom X.
Sangkot juga berpendapat, dengan kromosom Y yang makin menyusut tidak lantas membuat jumlah pria makin sedikit. Hanya populasi kromosomnya saja yang semakin berkurang.
""Pria itu hanya suatu gender yang tidak stabil saja. Yang makin kecil itu kromosomnya, karena gennya makin lama makin hilang. Hilang diambil kromosom lain. Kalau fungsi kromosom Y pindah ke yang lain, kalau manusia kawin jadinya mandul,"" tegas direktur Eijkman Institute tersebut."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





