News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Cangkang Telur Ayam Berwarna Biru, Ini Penjelasan Ilmuwan"
Jumat,2013-08-23,13:08:20

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Kini warna telur ayam mulai berubah, dari berwarna kecoklatan dan putih, menjadi berwarna biru. Telur berwarna biru ini mulai dipasarkan di beberapa supermarket di seluruh dunia. Banyak orang yang beranggapan rasa telur ayam warna biru lebih enak dari telur pada umumnya.
Melansir laman Softpedia, 22 Agustus 2013, tim peneliti dari University of Nottingham, Inggris, sudah menghabiskan waktu selama empat tahun terakhir untuk meneliti asal dari telur berwarna biru hadir pertama kali di dunia.
Hasilnya, tim peneliti mengungkapkan bahwa telah menemukan alasan bagaimana telur bisa berwarna biru. Proses terjadinya telur berwarna biru merupakan hasil dari mutasi genetik yang pertama pada ayam-ayam asli Amerika Selatan, yang dijuluki sebagai unggas Mapuche.
""Gen dari unggas Mapuche kemudian diteruskan pada ayam-ayam keturunan Eropa, yaitu jenis Araucana. Kejadian itu terjadi sekitar 500 sampai 200 tahun yang lalu,"" tulis Professor Olivier Hanotte, peneliti biologi di situs resmi University of Nottingham.
Temuan ini berdasarkan hasil pelacakan tim peneliti dalam menemukan asal-usul telur berwarna biru. Pemeriksaan pertama melalui genom pada telur, kemudian menentukan gen yang bertanggung jawab terhadap mutasi gen pada telur.
""Kemudian kami menyelidiki bagaimana mutasi itu terjadi akibat adanya retrovirus, atau salah satu golongan virus yang terdiri dari satu benang tunggal RNA dan mampu membentuk replika seperti DNA, yang menginfeksi ratusan ayam,"" jelas Hanotte.
Materi Genetika
Dia menambahkan, retrovirus berhasil menggabungkan beberapa materi genetika ke dalam DNA yang telah terinfeksi, sehingga mempengaruhi proses pembentukan sebuah telur.
""Virus itu telah mempengaruhi pigmen empedu yang berwarna hijau dan biru, atau juga dikenal sebagai biliverdin di dalam cangkang,"" ujar Hanotte.
Sementara rekan peneliti lainnya, David Wragg, mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan ternyata virus sangat penting dalam membentuk evolusi dan keragaman spesies."
Melansir laman Softpedia, 22 Agustus 2013, tim peneliti dari University of Nottingham, Inggris, sudah menghabiskan waktu selama empat tahun terakhir untuk meneliti asal dari telur berwarna biru hadir pertama kali di dunia.
Hasilnya, tim peneliti mengungkapkan bahwa telah menemukan alasan bagaimana telur bisa berwarna biru. Proses terjadinya telur berwarna biru merupakan hasil dari mutasi genetik yang pertama pada ayam-ayam asli Amerika Selatan, yang dijuluki sebagai unggas Mapuche.
""Gen dari unggas Mapuche kemudian diteruskan pada ayam-ayam keturunan Eropa, yaitu jenis Araucana. Kejadian itu terjadi sekitar 500 sampai 200 tahun yang lalu,"" tulis Professor Olivier Hanotte, peneliti biologi di situs resmi University of Nottingham.
Temuan ini berdasarkan hasil pelacakan tim peneliti dalam menemukan asal-usul telur berwarna biru. Pemeriksaan pertama melalui genom pada telur, kemudian menentukan gen yang bertanggung jawab terhadap mutasi gen pada telur.
""Kemudian kami menyelidiki bagaimana mutasi itu terjadi akibat adanya retrovirus, atau salah satu golongan virus yang terdiri dari satu benang tunggal RNA dan mampu membentuk replika seperti DNA, yang menginfeksi ratusan ayam,"" jelas Hanotte.
Materi Genetika
Dia menambahkan, retrovirus berhasil menggabungkan beberapa materi genetika ke dalam DNA yang telah terinfeksi, sehingga mempengaruhi proses pembentukan sebuah telur.
""Virus itu telah mempengaruhi pigmen empedu yang berwarna hijau dan biru, atau juga dikenal sebagai biliverdin di dalam cangkang,"" ujar Hanotte.
Sementara rekan peneliti lainnya, David Wragg, mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan ternyata virus sangat penting dalam membentuk evolusi dan keragaman spesies."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





