News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Studi: Gen Penentu Laki-laki Semakin Hilang
Kamis,2013-08-22,09:31:37

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Peneliti genetika Universitas LaTrobe Australia, Profesor Jenny Graves, mengemukakan teori yang cukup mencengangkan. Dalam studinya, profesor di Emiritus Sekolah Riset Biologi Australian National University (ANU) itu mengatakan kromosom Y atau gen yang menentukan jenis kelamin laki-laki kurang stabil.
Setelah mengalami evolusi jutaan tahun, kromosom Y mengalami penyusutan jumlah gen. Sekitar 166 juta tahun yang lalu, kromosom laki-laki mempunyai 1.669 gen. Namun, pada saat ini, jumlah gen menyusut menjadi 45 gen saja.
Menurutnya, hal itu disebabkan kromosom Y terdegradasi oleh kromosom X, kromosom yang menentukan jenis kelamin perempuan. Jenny menyebutkan, kromosom Y tidak stabil karena tidak bagus dalam perbaikan proses dalam testis.
""Itu karena terjadi mutasi, pembatalan, penyisipan dalam testis. Kromosom Y tidak bergabung ulang dengan sel telur yang sudah terseleksi. Alhasil, seleksi tidak berjalan dengan baik,"" jelasnya di sela seminar ""Genom Aneh pada Hewan, Jenis kelamin dan Masa Depan Pria"" di kedubes Australia, Kuningan, Jakarta, Rabu 21 Agustus 2013.
Menurutnya, degradasi kromosom Y adalah sesuatu yang terjadi secara alamiah, hanya mengalami penyimpangan saja. Buktinya, ia menemukan evolusi kromosom jantan pada binatang yang mempunyai pola sama dengan apa yang terjadi pada kromosom laki-laki.
""Pola kromosom jantan pada reptil maupun hewan berkantung (marsupial) maupun hewan lainnya, sama dengan manusia khususnya pria,"" jelas Jenny.
Lantas apa perubahan yang terjadi dengan menyusutnya gen kromosom Y? Jenny melanjutkan, konsekuensinya ada perubahan gen dalam penentuan kelamin laki-laki, yang tadinya berjumlah banyak, kini semakin menyusut.
Ia menambahkan, banyak gen dalam kromosom Y yang terdegradasi menjadi kromosom X. Dengan demikian, kromosom Y semakin lama semakin hilang karena evolusi tersebut.
""Ya, jadi studi saya ini untuk melihat kemungkinan dalam jangka yang sangat panjang,"" ujarnya."
Setelah mengalami evolusi jutaan tahun, kromosom Y mengalami penyusutan jumlah gen. Sekitar 166 juta tahun yang lalu, kromosom laki-laki mempunyai 1.669 gen. Namun, pada saat ini, jumlah gen menyusut menjadi 45 gen saja.
Menurutnya, hal itu disebabkan kromosom Y terdegradasi oleh kromosom X, kromosom yang menentukan jenis kelamin perempuan. Jenny menyebutkan, kromosom Y tidak stabil karena tidak bagus dalam perbaikan proses dalam testis.
""Itu karena terjadi mutasi, pembatalan, penyisipan dalam testis. Kromosom Y tidak bergabung ulang dengan sel telur yang sudah terseleksi. Alhasil, seleksi tidak berjalan dengan baik,"" jelasnya di sela seminar ""Genom Aneh pada Hewan, Jenis kelamin dan Masa Depan Pria"" di kedubes Australia, Kuningan, Jakarta, Rabu 21 Agustus 2013.
Menurutnya, degradasi kromosom Y adalah sesuatu yang terjadi secara alamiah, hanya mengalami penyimpangan saja. Buktinya, ia menemukan evolusi kromosom jantan pada binatang yang mempunyai pola sama dengan apa yang terjadi pada kromosom laki-laki.
""Pola kromosom jantan pada reptil maupun hewan berkantung (marsupial) maupun hewan lainnya, sama dengan manusia khususnya pria,"" jelas Jenny.
Lantas apa perubahan yang terjadi dengan menyusutnya gen kromosom Y? Jenny melanjutkan, konsekuensinya ada perubahan gen dalam penentuan kelamin laki-laki, yang tadinya berjumlah banyak, kini semakin menyusut.
Ia menambahkan, banyak gen dalam kromosom Y yang terdegradasi menjadi kromosom X. Dengan demikian, kromosom Y semakin lama semakin hilang karena evolusi tersebut.
""Ya, jadi studi saya ini untuk melihat kemungkinan dalam jangka yang sangat panjang,"" ujarnya."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





