News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Riset: Badai Matahari Jadi Petunjuk Terbentuknya Bintang
Sabtu,2013-06-22,12:27:46
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Sebuah letusan besar di matahari terjadi pada 17 Juni 2011 silam. Dari letusan itu, kini peneliti telah menemukan bukti baru tentang bagaimana terbentuknya bintang.
Ketika matahari meledak lalu muncul awan besar super panas yang disebut Coronal Mass Ejection. Beberapa bagian yang meledak terlempar dari matahari akan kembali menghujani matahari.
Namun, tidak semua bagian itu kembali turun ke matahari. Ada beberapa yang tetap tinggal di luar matahari dan menghisap energi dari matahari. Itu yang menjadi cikal bakal sebuah bintang.
""Ini membuka pelajaran baru mengenai hubungan matahari dan bintang,"" kata Fabio Reale, Peneliti dari University of Palermo dan Palermo Astronomical Observatory di Italia seperti dilansir Space, 21 Juni 2013.
Reale menjelaskan, bintang baru itu tidak hanya menyedot energi dari matahari, tapi juga menarik materi lain yang ada di sekitarnya. Aktifitas itu adalah peran kunci terhadap tahap akhir pembentukkan bintang.
""Tapi, proses dinamika tarik-menarik energi dan matahari yang dilakukan bintang baru itu masih sangat sulit untuk dipahami secara detail."" ujar Reale.
Relae dan tim peneliti mempelajari badai matahari yang terjadi pada Juni 2012 lalu, dengan melihat hasil tangkapan gambar dari Solar Dynamics Observatory milik NASA.
""Gambar hasil tangkapan NASA yang menggunakan sinar ultraviolet itu kemudian dibandingkan dengan hasil pengamatan tim peneliti yang menggunakan simulasi hidrodinamik (pergerakan partikel air),"" kata Reale.
Hasilnya diketahui bahwa bintang-bintang baru akan memiliki sinar yang lebih terang dari bintang-bintang lainnya. Itu disebabkan karena bintang baru lebih banyak menyerap energi dan material setelah terjadinya badai matahari.
""Penelitian ini memang tampak aneh, tapi peneliti sudah menyelidiki kejadian ini cukup lama. Badai matahari adalah sebuah fenomena yang sangat menarik untuk dipelajari lebih jauh,"" kata Reale."
Ketika matahari meledak lalu muncul awan besar super panas yang disebut Coronal Mass Ejection. Beberapa bagian yang meledak terlempar dari matahari akan kembali menghujani matahari.
Namun, tidak semua bagian itu kembali turun ke matahari. Ada beberapa yang tetap tinggal di luar matahari dan menghisap energi dari matahari. Itu yang menjadi cikal bakal sebuah bintang.
""Ini membuka pelajaran baru mengenai hubungan matahari dan bintang,"" kata Fabio Reale, Peneliti dari University of Palermo dan Palermo Astronomical Observatory di Italia seperti dilansir Space, 21 Juni 2013.
Reale menjelaskan, bintang baru itu tidak hanya menyedot energi dari matahari, tapi juga menarik materi lain yang ada di sekitarnya. Aktifitas itu adalah peran kunci terhadap tahap akhir pembentukkan bintang.
""Tapi, proses dinamika tarik-menarik energi dan matahari yang dilakukan bintang baru itu masih sangat sulit untuk dipahami secara detail."" ujar Reale.
Relae dan tim peneliti mempelajari badai matahari yang terjadi pada Juni 2012 lalu, dengan melihat hasil tangkapan gambar dari Solar Dynamics Observatory milik NASA.
""Gambar hasil tangkapan NASA yang menggunakan sinar ultraviolet itu kemudian dibandingkan dengan hasil pengamatan tim peneliti yang menggunakan simulasi hidrodinamik (pergerakan partikel air),"" kata Reale.
Hasilnya diketahui bahwa bintang-bintang baru akan memiliki sinar yang lebih terang dari bintang-bintang lainnya. Itu disebabkan karena bintang baru lebih banyak menyerap energi dan material setelah terjadinya badai matahari.
""Penelitian ini memang tampak aneh, tapi peneliti sudah menyelidiki kejadian ini cukup lama. Badai matahari adalah sebuah fenomena yang sangat menarik untuk dipelajari lebih jauh,"" kata Reale."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





