News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Studi: Anak Ayam Lebih Pintar Ketimbang Balita
Jumat,2013-06-21,08:49:06
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Pandangan yang menyatakan ayam itu bodoh tampaknya perlu diubah. Menurut penelitian terbaru, spesies ini malah menyimpan banyak potensi dibandingkan dengan balita usia empat tahun, yang biasanya memiliki tingkat kreativitas potensial.
Menurut riset, ayam yang baru menetas punya kemampuan berhitung, pengendalian diri, dan teknis struktural dasar yang lebih baik jika dibandingkan anak usia empat tahun.
Hal itu berdasarkan riset yang dilakukan Christine Nicol, profesor hewan Universitas Bristol, Inggris Raya, yang fokus pada topik ini selama 20 tahun terakhir, hanya untuk menjelaskan keunggulan ayam itu, seperti diberitakan Daily Mail, 21 Juni 2013.
Saat anak ayam baru menetas, ini mampu mengenali jumlah satu hingga lima. Bahkan ketika disajikan dua kelompok telur dan peneliti coba mengelabui, anak ayam ini tetap memilih kelompok telur yang mempunyai jumlah yang lebih besar.
Kemampuan berhitung anak ayam tidak sebatas tahapan itu saja. Dalam karyanya yang berjudul Intelegent Hen, Profesor Nicol memaparkan, anak ayam juga memiliki pemahaman fisika dan teknik yang sangat struktural.
Bukti kemampuan itu ditunjukkan dari minat anak ayam pada sebuah diagram benda yang dibangun menentang hukum fisika tertentu. Dalam tes, anak ayam mampu memahami benda yang pindah dari pandangan.
Sebaliknya, balita butuh waktu satu tahun untuk memahami konsep tersebut.
Ayam kecil juga menunjukkan empati dasar serta pengendalian diri sampai pada waktu yang tepat. Penanda ini terlihat dari cara belajar anak ayam dalam menyantap makanan.
Pada riset ini, 93 persen anak ayam yang diuji memiliki pengendalian diri dengan cara tersebut. Sementara balita perlu umur sampai empat tahun untuk memahami kemampuan pengendalian tersebut.
Bukti lebih lanjut, saat anak ayam berusia dua minggu, mereka mampu menggunakan matahari sebagai navigasi.
Profesor Nicol menuturkan, meski anak ayam tidak berkontribusi signifikan pada matematika, ilmu pengetahuan dan sastra, tapi kemampuan yang dimilikinya tak bisa diabaikan.
""Ayam punya kapasitas menguasai keahlian dan kemampuan yang didapatkan balita dalam waktu bulanan dan tahunan setelahnya,"" kata profesor itu."
Menurut riset, ayam yang baru menetas punya kemampuan berhitung, pengendalian diri, dan teknis struktural dasar yang lebih baik jika dibandingkan anak usia empat tahun.
Hal itu berdasarkan riset yang dilakukan Christine Nicol, profesor hewan Universitas Bristol, Inggris Raya, yang fokus pada topik ini selama 20 tahun terakhir, hanya untuk menjelaskan keunggulan ayam itu, seperti diberitakan Daily Mail, 21 Juni 2013.
Saat anak ayam baru menetas, ini mampu mengenali jumlah satu hingga lima. Bahkan ketika disajikan dua kelompok telur dan peneliti coba mengelabui, anak ayam ini tetap memilih kelompok telur yang mempunyai jumlah yang lebih besar.
Kemampuan berhitung anak ayam tidak sebatas tahapan itu saja. Dalam karyanya yang berjudul Intelegent Hen, Profesor Nicol memaparkan, anak ayam juga memiliki pemahaman fisika dan teknik yang sangat struktural.
Bukti kemampuan itu ditunjukkan dari minat anak ayam pada sebuah diagram benda yang dibangun menentang hukum fisika tertentu. Dalam tes, anak ayam mampu memahami benda yang pindah dari pandangan.
Sebaliknya, balita butuh waktu satu tahun untuk memahami konsep tersebut.
Ayam kecil juga menunjukkan empati dasar serta pengendalian diri sampai pada waktu yang tepat. Penanda ini terlihat dari cara belajar anak ayam dalam menyantap makanan.
Pada riset ini, 93 persen anak ayam yang diuji memiliki pengendalian diri dengan cara tersebut. Sementara balita perlu umur sampai empat tahun untuk memahami kemampuan pengendalian tersebut.
Bukti lebih lanjut, saat anak ayam berusia dua minggu, mereka mampu menggunakan matahari sebagai navigasi.
Profesor Nicol menuturkan, meski anak ayam tidak berkontribusi signifikan pada matematika, ilmu pengetahuan dan sastra, tapi kemampuan yang dimilikinya tak bisa diabaikan.
""Ayam punya kapasitas menguasai keahlian dan kemampuan yang didapatkan balita dalam waktu bulanan dan tahunan setelahnya,"" kata profesor itu."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





