News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Merger XL-Axis, Kominfo Bentuk 3 Tim Khusus"
Selasa,2013-07-30,10:24:04
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah membentuk tiga tim khusus menyusul pengajuan akuisisi PT Axis Telekom Indonesia oleh PT XL Axiata, Tbk.
Tim yang dibentuk tiga pekan lalu itu akan mengkaji potensi spektrum, persaingan usaha dan monopoli akuisisi antara dua perusahaan tersebut.
""Tim terdiri dari Kominfo dan BRTI. Akhir Agustus, mereka akan keluarkan surat rekomendasi. Dan, Menkominfo yang nantinya menjawab secara prinsip oke atau tidaknya akuisisi tersebut,"" jelas Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo di kantornya, hari ini. ""Hasil tim tersebut akan mengunci proses akuisisi.""
Proses pengkajian dilakukan secara mandiri oleh Kominfo dan BRTI. Tapi, jika dipandang perlu untuk meminta kajian lembaga lain seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) maupun Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), maka Kominfo akan meminta bantuan lembaga tersebut.
Gatot menambahkan, tim telah mengkaji soal frekuensi tapi masih dibahas lebih lanjut, belum ada keputusan. ""Apakah spektrum tetap dimiliki dua operator atau ada blok yang dikembalikan ke pemerintah,"" ujarnya.
Secara prinsip, Gatot menambahkan, Kominfo akan melindungi frekuensi operator. Kendati demikian, bukan lantas frekuensi dihitung secara otomatis, yaitu misalnya tiga blok XL tambah dua blok Axis, sama dengan lima blok.
""Tidak bisa menghitung secara matematis. Nanti bisa dilihat dari merger dan akuisisi, apakah cukup beberapa blok yang mereka miliki,"" tambahnya.
Sebagaimana diketahui, akhir pekan lalu, XL Axiata menerima jawaban izin prinsip dari Kominfo. Namun demikian, akuisisi masih belum rampung, mengingat anak usaha Axiata Group Berhad itu harus menunggu persyaratan, termasuk soal ketentuan persaingan usaha maupun monopoli. "
Tim yang dibentuk tiga pekan lalu itu akan mengkaji potensi spektrum, persaingan usaha dan monopoli akuisisi antara dua perusahaan tersebut.
""Tim terdiri dari Kominfo dan BRTI. Akhir Agustus, mereka akan keluarkan surat rekomendasi. Dan, Menkominfo yang nantinya menjawab secara prinsip oke atau tidaknya akuisisi tersebut,"" jelas Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo di kantornya, hari ini. ""Hasil tim tersebut akan mengunci proses akuisisi.""
Proses pengkajian dilakukan secara mandiri oleh Kominfo dan BRTI. Tapi, jika dipandang perlu untuk meminta kajian lembaga lain seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) maupun Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), maka Kominfo akan meminta bantuan lembaga tersebut.
Gatot menambahkan, tim telah mengkaji soal frekuensi tapi masih dibahas lebih lanjut, belum ada keputusan. ""Apakah spektrum tetap dimiliki dua operator atau ada blok yang dikembalikan ke pemerintah,"" ujarnya.
Secara prinsip, Gatot menambahkan, Kominfo akan melindungi frekuensi operator. Kendati demikian, bukan lantas frekuensi dihitung secara otomatis, yaitu misalnya tiga blok XL tambah dua blok Axis, sama dengan lima blok.
""Tidak bisa menghitung secara matematis. Nanti bisa dilihat dari merger dan akuisisi, apakah cukup beberapa blok yang mereka miliki,"" tambahnya.
Sebagaimana diketahui, akhir pekan lalu, XL Axiata menerima jawaban izin prinsip dari Kominfo. Namun demikian, akuisisi masih belum rampung, mengingat anak usaha Axiata Group Berhad itu harus menunggu persyaratan, termasuk soal ketentuan persaingan usaha maupun monopoli. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





