News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Limbah Ikan Atasi Bakteri Daging Ayam
Sabtu,2013-07-27,12:24:48

(IANnews.id) "
(IANNNews) Bogor - Riset yang dilakukan para mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) menghasilkan temuan bahwa kitosan, produk samping (limbah) dari pengolahan industri perikanan, dapat mengatasi adanya bakteri pada daging ayam.
""Penelitian kami mengkaji pengaruh kitosan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi tertentu terhadap laju mortalitas (kematian) bakteri Staphylococcus aureus, E. Coli, dan Salmonella dengan sampel daging ayam bagian paha dan dada,"" kata Rizal Eko Kurniawan, juru bicara mahasiswa peneliti itu melalui Humas IPB di Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Rizal Eko Kurniawan melakukan penelitian tersebut bersama sejawatnya Metrizal Abdi Taufik, dan Fitriah Idris.
Ia menjelaskan bahwa kitosan merupakan produk turunan dari polimer kitin, yaitu produk samping atau limbah dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan.
Penelitian itu, katanya, mengacu pada Bacteriological Analytical Manual, Food and Drug Administration, AOAC Internasional.
Daging ayam, katanya, merupakan salah satu bahan pangan yang sangat populer di masyarakat karena memiliki kandungan sumber protein hewani yang baik.
Namun, dari segi keamanan pangan, katanya, mikroba patogen seperti Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi pada daging ayam selama proses mempersiapkan daging.
""Cemaran mikroba dalam bahan pangan asal hewan serta olahannya menjadi masalah yang menjadi perhatian utama dari konsumen,"" katanya.
Menurut dia, ide penggunaan kitosan ini merupakan hasil Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) yang dikembangkan dan dimanfaatkan kembali agar penelitian terkait kitosan ini dapat bermanfaat. "
""Penelitian kami mengkaji pengaruh kitosan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi tertentu terhadap laju mortalitas (kematian) bakteri Staphylococcus aureus, E. Coli, dan Salmonella dengan sampel daging ayam bagian paha dan dada,"" kata Rizal Eko Kurniawan, juru bicara mahasiswa peneliti itu melalui Humas IPB di Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Rizal Eko Kurniawan melakukan penelitian tersebut bersama sejawatnya Metrizal Abdi Taufik, dan Fitriah Idris.
Ia menjelaskan bahwa kitosan merupakan produk turunan dari polimer kitin, yaitu produk samping atau limbah dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan.
Penelitian itu, katanya, mengacu pada Bacteriological Analytical Manual, Food and Drug Administration, AOAC Internasional.
Daging ayam, katanya, merupakan salah satu bahan pangan yang sangat populer di masyarakat karena memiliki kandungan sumber protein hewani yang baik.
Namun, dari segi keamanan pangan, katanya, mikroba patogen seperti Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi pada daging ayam selama proses mempersiapkan daging.
""Cemaran mikroba dalam bahan pangan asal hewan serta olahannya menjadi masalah yang menjadi perhatian utama dari konsumen,"" katanya.
Menurut dia, ide penggunaan kitosan ini merupakan hasil Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) yang dikembangkan dan dimanfaatkan kembali agar penelitian terkait kitosan ini dapat bermanfaat. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





