News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
BlackBerry Rugi Rp814 Miliar
Senin,2013-07-01,13:12:10
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - BlackBerry melaporkan hasil kinerja kuartal yang berakhir 1 Juni. Sayangnya, meski promosi Z10 dan Q10 terlihat getol, tak semua hasil laporan itu membawa kabar baik.
Berbeda dengan dua triwulan sebelumnya, pada laporan kali ini, perusahaan malah membukukan kerugian operasional sebesar US$84 juta, atau setara Rp814 miliar, demikian dilansir GSM Arena, 1 Juli 2013.
Kabar baiknya, pendapatan BlackBerry meningkat menjadi US$3,1 miliar, naik 15 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, atau tumbuh 9 persen dibandingkan tahun 2012.
Pengapalan perangkat BlackBerry juga tercatat meningkat jadi 6,8 juta perangkat, naik enam juta unit dari kuartal sebelumnya. Ya, kehadiran Z10 dan Q10 seakan menjadi ""malaikat"" yang mendongkrak kinerja perusahaan.
Pada laporan terbaru itu, BlackBerry tidak memaparkan berapa banyak unit Z10 yang terjual, di mana kuartal sebelumnya diketahui sebanyak satu juta unit. Namun, kabarnya BlackBerry10 versi lebih terjangkau, Q10, memberi kontribusi besar dan signifikan.
BlackBerry mencatat pertumbuhan pendapatan di Amerika Utara (30 persen), Asia Pasifik (25 persen), serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (9 persen). Namun, kondisinya berbeda di Amerika Latin, di mana turun enam persen. Disinyalir karena pembatasan mata uang asing di Venezuela.
Sayang, pertumbuhan penjualan BlackBerry kuartal ini belum mampu membuat para investor lega. Bahkan, pada kuartal berikutnya, perusahaan asal Kanada itu diramalkan akan terus merugi.
Untuk mengantisipasi agar tidak terjun bebas, BlackBerry dikabarkan berencana memangkas biaya produksi dan operasional pada beberapa triwulan ke depan, dan secara strategi lebih fokus pada pemasaran OS BlackBerry 10, Enterprise Service 10, dan BlackBerry Messenger."
Berbeda dengan dua triwulan sebelumnya, pada laporan kali ini, perusahaan malah membukukan kerugian operasional sebesar US$84 juta, atau setara Rp814 miliar, demikian dilansir GSM Arena, 1 Juli 2013.
Kabar baiknya, pendapatan BlackBerry meningkat menjadi US$3,1 miliar, naik 15 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, atau tumbuh 9 persen dibandingkan tahun 2012.
Pengapalan perangkat BlackBerry juga tercatat meningkat jadi 6,8 juta perangkat, naik enam juta unit dari kuartal sebelumnya. Ya, kehadiran Z10 dan Q10 seakan menjadi ""malaikat"" yang mendongkrak kinerja perusahaan.
Pada laporan terbaru itu, BlackBerry tidak memaparkan berapa banyak unit Z10 yang terjual, di mana kuartal sebelumnya diketahui sebanyak satu juta unit. Namun, kabarnya BlackBerry10 versi lebih terjangkau, Q10, memberi kontribusi besar dan signifikan.
BlackBerry mencatat pertumbuhan pendapatan di Amerika Utara (30 persen), Asia Pasifik (25 persen), serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (9 persen). Namun, kondisinya berbeda di Amerika Latin, di mana turun enam persen. Disinyalir karena pembatasan mata uang asing di Venezuela.
Sayang, pertumbuhan penjualan BlackBerry kuartal ini belum mampu membuat para investor lega. Bahkan, pada kuartal berikutnya, perusahaan asal Kanada itu diramalkan akan terus merugi.
Untuk mengantisipasi agar tidak terjun bebas, BlackBerry dikabarkan berencana memangkas biaya produksi dan operasional pada beberapa triwulan ke depan, dan secara strategi lebih fokus pada pemasaran OS BlackBerry 10, Enterprise Service 10, dan BlackBerry Messenger."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





