News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Ini Robot Monyet Penjelajah Bulan Buatan Jerman
Senin,2013-07-01,10:51:41
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Bulan tampaknya akan menjadi koloni robot sebelum nantinya membuka kemungkinan menjadi habitat baru yang layak huni untuk manusia di masa mendatang.
Ya, setelah China menyiapkan robot berupa kendaraan penjelajah beroda di bulan, kini Jerman ikut ambil bagian. Kabarnya, negara republik federal itu tengah mempersiapkan proyek robot berwujud monyet yang diperkirakan rampung bulan Agustus mendatang.
Seolah tak mau ketinggalan, Negeri Panser itu sedang meracik robot yang lebih canggih, robot monyet yang bisa memanjat dan berjalan layaknya seekor monyet.
Kemampuan robot itu diklaim bisa lebih baik ketimbang robot beroda dalam menjelajahi medan tanah berbatu di bulan.
iStruct Demonstrator, demikian nama robot monyet yang dibesut Pusat Penelitian Kecerdasan Buatan (DFKI) Jerman dan Universitas Bremen.
Robot monyet ini memiliki lengan, kaki, dan tulang belakang mekanik, yang bisa meniru perilaku primata sesungguhnya. Tim teknisi telah menguji robot itu pada pusat lanskap bulan di DFKI.
Peneliti pada DFKI mengatakan, untuk medan bulan, tubuh primata lebih cocok karena sikap kaki empat yang stabil saat memanjat rintangan atau bukit. Tak hanya itu, robot juga bisa segera berdiri dengan tegak begitu terjatuh.
Konon, iStruct Demonstrator juga mampu berdiri dengan kedua kaki belakang dan bekerja dengan lengan untuk mengambil sampel ataupun menyingkirkan hambatan yang berada di sekitarnya.
iStruct Demonstrator memiliki berat 18 kg dengan ukuran 66 x 43 x 75 cm. Tulang belakangnya terhubung dengan batang tubuh dan pinggul kaki serta struktur pergelangan kaki.
![]()
Diperkaya sensor
iStruct Demonstrator mirip dengan robot simpanse dikembangkan untuk badan riset Kementrian Pertahanan AS (DARPA) Robotics Challenge.
Tulang belakang iStruct bekerja dengan enam sumbu sensor putaran yang membuatnya gesit dalam merangkak. Sementara sensor di kaki dan pergelangan kaki memungkinkan robot untuk menjaga keseimbangan pada medan miring.
""Tujuan dari proyek iStruct adalah menciptakan sistem robot yang secara efektif bisa meningkatkan karakteristik gerak dan mobilitas,"" tulis peneliti pada paparan studinya, dilansir Daily Mail, 1 Juli 2013.
""Fokus utama proyek ini yaitu pengembangan struktur kecerdasan aplikasi pada robot mobile untuk meningkatkan efisiensi kompleksitas mesin saat berjalan,"" tambah peneliti.
Soal banyaknya sensor, peneliti menjelaskan, diperlukan agar menimbulkan persepsi yang tepat dan akurat mengenai kondisi lingkungan bulan.
Pada tahun 2009, pimpinan proyek, Daniel Kuhn sempat mengerjakan proyek robot serupa yang disebut Little Ape yang secara sederhana mampu berjalan dengan kaki empat. Namun, Kuhn meninggalkannya sementara untuk fokus pada iStruct Demonstrator."
Ya, setelah China menyiapkan robot berupa kendaraan penjelajah beroda di bulan, kini Jerman ikut ambil bagian. Kabarnya, negara republik federal itu tengah mempersiapkan proyek robot berwujud monyet yang diperkirakan rampung bulan Agustus mendatang.
Seolah tak mau ketinggalan, Negeri Panser itu sedang meracik robot yang lebih canggih, robot monyet yang bisa memanjat dan berjalan layaknya seekor monyet.
Kemampuan robot itu diklaim bisa lebih baik ketimbang robot beroda dalam menjelajahi medan tanah berbatu di bulan.
iStruct Demonstrator, demikian nama robot monyet yang dibesut Pusat Penelitian Kecerdasan Buatan (DFKI) Jerman dan Universitas Bremen.
Robot monyet ini memiliki lengan, kaki, dan tulang belakang mekanik, yang bisa meniru perilaku primata sesungguhnya. Tim teknisi telah menguji robot itu pada pusat lanskap bulan di DFKI.
Peneliti pada DFKI mengatakan, untuk medan bulan, tubuh primata lebih cocok karena sikap kaki empat yang stabil saat memanjat rintangan atau bukit. Tak hanya itu, robot juga bisa segera berdiri dengan tegak begitu terjatuh.
Konon, iStruct Demonstrator juga mampu berdiri dengan kedua kaki belakang dan bekerja dengan lengan untuk mengambil sampel ataupun menyingkirkan hambatan yang berada di sekitarnya.
iStruct Demonstrator memiliki berat 18 kg dengan ukuran 66 x 43 x 75 cm. Tulang belakangnya terhubung dengan batang tubuh dan pinggul kaki serta struktur pergelangan kaki.
Diperkaya sensor
iStruct Demonstrator mirip dengan robot simpanse dikembangkan untuk badan riset Kementrian Pertahanan AS (DARPA) Robotics Challenge.
Tulang belakang iStruct bekerja dengan enam sumbu sensor putaran yang membuatnya gesit dalam merangkak. Sementara sensor di kaki dan pergelangan kaki memungkinkan robot untuk menjaga keseimbangan pada medan miring.
""Tujuan dari proyek iStruct adalah menciptakan sistem robot yang secara efektif bisa meningkatkan karakteristik gerak dan mobilitas,"" tulis peneliti pada paparan studinya, dilansir Daily Mail, 1 Juli 2013.
""Fokus utama proyek ini yaitu pengembangan struktur kecerdasan aplikasi pada robot mobile untuk meningkatkan efisiensi kompleksitas mesin saat berjalan,"" tambah peneliti.
Soal banyaknya sensor, peneliti menjelaskan, diperlukan agar menimbulkan persepsi yang tepat dan akurat mengenai kondisi lingkungan bulan.
Pada tahun 2009, pimpinan proyek, Daniel Kuhn sempat mengerjakan proyek robot serupa yang disebut Little Ape yang secara sederhana mampu berjalan dengan kaki empat. Namun, Kuhn meninggalkannya sementara untuk fokus pada iStruct Demonstrator."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





