News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"79% Malware Serang Ponsel Android, Ungkap Pemerintah AS"
Jumat,2013-08-30,16:29:56

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Ponsel pintar berbasis Android paling rentan dihajar piranti lunak berbahaya (malware). Jumlah serangan malware atas ponsel pintar lebih banyak didera perangkat yang menggunakan sistem operasi besutan Google itu, yakni sebanyak 79 Persen.
Demikian ungkap memo dari dua instansi pemerintah AS. Lembaga itu adalah Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Departemen Kehakiman.
""Android adalah sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia, sehingga menjadi target dari serangan malware, terlebih karena sistem operasi itu open source,"" dikutip dari memo yang dipublikasikan daring (online) di laman Publik Intelejen, seperti yang dilansir laman PC Mag, 30 Agustus 2013.
Sistem operasi buatan Apple, IOS, hanya mendapat serangan malware sekitar 0,7 persen. Sedangkan platform milik Nokia, Symbian, menerima serangan malware sebanyak 19 persen.
Windows Mobile dan BlackBerry cukup beruntung, dua sistem operasi itu hanya mendapat serangan malware sebanyak 0,3 persen. Dan sisanya 0,7 persen menyerang sistem operasi mobile lainnya.
Banyaknya serangan malware pada produk ponsel yang menggunakan sistem operasi Android disebabkan masih banyak pengguna yang memakai versi lama. Padahal Android versi lama tersebut sangat rentan keamanannya.
Data statistik industri menemukan bahwa 44 persen pengguna Android masih menggunakan Android versi Gingerbread, atau versi 2.3.3 sampai 2.3.7, yang dirilis pertama kali pada tahun 2011.
Sementara versi Android yang lebih lama seperti Froyo, Eclair, dan Donut, masih digunakan oleh sekitar 3,8 persen pengguna ponsel Android. Seharusnya para pengguna sistem operasi Android harus selalu memperbaharui versi Android-nya agar terhindar dari serangan malware.
""Ternyata para pengguna ponsel pintar lebih mementingkan punya barang baru ketimbang memutakhirkan [upgrade] sistem operasinya,"" tulis memo tersebut.
Selain itu, saat ini hampir dari setengah aplikasi yang beredar di perangkat ponsel pintar yang masih menggunakan Android versi lama telah disusupi oleh berbagai macam malware, seperti mencuri kata sandi (password), data, dan lain sebagainya."
Demikian ungkap memo dari dua instansi pemerintah AS. Lembaga itu adalah Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Departemen Kehakiman.
""Android adalah sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia, sehingga menjadi target dari serangan malware, terlebih karena sistem operasi itu open source,"" dikutip dari memo yang dipublikasikan daring (online) di laman Publik Intelejen, seperti yang dilansir laman PC Mag, 30 Agustus 2013.
Sistem operasi buatan Apple, IOS, hanya mendapat serangan malware sekitar 0,7 persen. Sedangkan platform milik Nokia, Symbian, menerima serangan malware sebanyak 19 persen.
Windows Mobile dan BlackBerry cukup beruntung, dua sistem operasi itu hanya mendapat serangan malware sebanyak 0,3 persen. Dan sisanya 0,7 persen menyerang sistem operasi mobile lainnya.
Banyaknya serangan malware pada produk ponsel yang menggunakan sistem operasi Android disebabkan masih banyak pengguna yang memakai versi lama. Padahal Android versi lama tersebut sangat rentan keamanannya.
Data statistik industri menemukan bahwa 44 persen pengguna Android masih menggunakan Android versi Gingerbread, atau versi 2.3.3 sampai 2.3.7, yang dirilis pertama kali pada tahun 2011.
Sementara versi Android yang lebih lama seperti Froyo, Eclair, dan Donut, masih digunakan oleh sekitar 3,8 persen pengguna ponsel Android. Seharusnya para pengguna sistem operasi Android harus selalu memperbaharui versi Android-nya agar terhindar dari serangan malware.
""Ternyata para pengguna ponsel pintar lebih mementingkan punya barang baru ketimbang memutakhirkan [upgrade] sistem operasinya,"" tulis memo tersebut.
Selain itu, saat ini hampir dari setengah aplikasi yang beredar di perangkat ponsel pintar yang masih menggunakan Android versi lama telah disusupi oleh berbagai macam malware, seperti mencuri kata sandi (password), data, dan lain sebagainya."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





