News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Biznet Bangun Dua Data Center di Indonesia
Kamis,2013-08-29,13:18:10

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Biznet Networks mengepakkan sayap bisnisnya di Tanah Air. Tak lagi sebatas menawarkan akses Internet berbasis fiber optic, kini PT Supra Primatama Nusantara, operator telekomunikasi dan multimedia fixed-line pemegang merek dagang Biznet Networks, mulai terjun ke bisnis data center.
Menurut hasil penelitian Frost and Sullivan, kebutuhan akan data center di Indonesia semakin meningkat, seiring bertambahnya tantangan bisnis dan perkembangan teknologi.
Pada tahun 2013, kebutuhan pasar untuk managed services sebagai pengeluaran rutin teknologi informasi mencapai US$159 miliar, setara Rp1.740 triliun, secara global.
Menyambut ceruk pasar itu, khususnya di Indonesia, Biznet menghadirkan Biznet Technovillage, infrastruktur sekaligus fasilitas pusat penyimpanan data yang terintegrasi.
""Kami ingin menjadi one stop solution data center. Jadi tidak hanya data center, termasuk juga fasilitas-fasilitas pendukung lainnya, seperti perkantoran dan pusat bisnis,"" kata Adi dalam keterangan resmi, 29 Agustus 2013.
Dia menambahkan, saat ini, Biznet telah memiliki dua fasilitas data center. Satu data center berlokasi di kawasan Sudirman, Jakarta, dengan spesifikasi Tier 2 yang diberi nama Biznet MegaPOP Jakarta. Sementara satu lainnya berada di Biznet Technovillage yang sudah bersertifikasi Tier 3, juga mengantongi kualifikasi Green Building.
""Biznet Technovillage memiliki luas bangunan sebesar 16,000 meter persegi yang berada di atas lahan seluas dua hektar, berlokasi di Cimanggis, Jawa Barat. Selain itu, di dalam Biznet Technovillage terdapat perkantoran dan pusat bisnis,"" ujar Adi.
Data Center di Biznet Technovillage dirancang untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan data, terutama bagi institusi perbankan, sektor finansial non bank, perminyakan, e-commerce, pemerintahan, dan perusahaan penyedia jasa konten (content provider).
""Dibandingkan data center lain, Biznet Technovillage satu-satunya yang sudah menggunakan Dynamic Rotary Uninterruptible Power Supply (DRUPS) sebagai suplai tenaga ketika listrik PLN menggalami gangguan atau mati,"" ujar Adi.
""Jadi, data center mampu bertahan selama dua minggu tanpa adanya suplai listrik dari PLN,"" imbuhnya.
Di Indonesia, ""pemain"" di arena data center baru beberapa. CBN adalah salah satu yang populer. Cyber Complete Secure Facilities dan Equinix muncul beberapa bulan lalu sebagai pendatang baru."
Menurut hasil penelitian Frost and Sullivan, kebutuhan akan data center di Indonesia semakin meningkat, seiring bertambahnya tantangan bisnis dan perkembangan teknologi.
Pada tahun 2013, kebutuhan pasar untuk managed services sebagai pengeluaran rutin teknologi informasi mencapai US$159 miliar, setara Rp1.740 triliun, secara global.
Menyambut ceruk pasar itu, khususnya di Indonesia, Biznet menghadirkan Biznet Technovillage, infrastruktur sekaligus fasilitas pusat penyimpanan data yang terintegrasi.
""Kami ingin menjadi one stop solution data center. Jadi tidak hanya data center, termasuk juga fasilitas-fasilitas pendukung lainnya, seperti perkantoran dan pusat bisnis,"" kata Adi dalam keterangan resmi, 29 Agustus 2013.
Dia menambahkan, saat ini, Biznet telah memiliki dua fasilitas data center. Satu data center berlokasi di kawasan Sudirman, Jakarta, dengan spesifikasi Tier 2 yang diberi nama Biznet MegaPOP Jakarta. Sementara satu lainnya berada di Biznet Technovillage yang sudah bersertifikasi Tier 3, juga mengantongi kualifikasi Green Building.
""Biznet Technovillage memiliki luas bangunan sebesar 16,000 meter persegi yang berada di atas lahan seluas dua hektar, berlokasi di Cimanggis, Jawa Barat. Selain itu, di dalam Biznet Technovillage terdapat perkantoran dan pusat bisnis,"" ujar Adi.
Data Center di Biznet Technovillage dirancang untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan data, terutama bagi institusi perbankan, sektor finansial non bank, perminyakan, e-commerce, pemerintahan, dan perusahaan penyedia jasa konten (content provider).
""Dibandingkan data center lain, Biznet Technovillage satu-satunya yang sudah menggunakan Dynamic Rotary Uninterruptible Power Supply (DRUPS) sebagai suplai tenaga ketika listrik PLN menggalami gangguan atau mati,"" ujar Adi.
""Jadi, data center mampu bertahan selama dua minggu tanpa adanya suplai listrik dari PLN,"" imbuhnya.
Di Indonesia, ""pemain"" di arena data center baru beberapa. CBN adalah salah satu yang populer. Cyber Complete Secure Facilities dan Equinix muncul beberapa bulan lalu sebagai pendatang baru."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





