News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"SBY: RI Mutlak Harus Amankan Pasokan Energi, Pangan dan Air"
Jumat,2013-08-30,10:27:19

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa Indonesia harus terus mengamankan pasokan energi, pangan, dan air. Gagal memenuhi salah satu kebutuhan itu, maka bisa terjadi ketidakstabilan harga kebutuhan pokok.
Demikian ungkap Presiden saat berpidato pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada Kamis 29 Agustus 2013. Acara berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Presiden mengemukakan tiga isu penting di tingkat global. Pertama, di masa depan semua bangsa di dunia akan menghadapi tantangan pada bidang energi, pangan dan air. ""Ketiganya diperlukan semua bangsa. Maka kita perlu keamanan dan kesinambungan energi, pangan dan air,"" ujar SBY.
Dengan prediksi pertambahan penduduk dunia menjadi 9 miliar jiwa pada 2030, kata SBY, penduduk dunia perlu tambahan pangan energi dan air 70 persen dari jumlah saat ini. Pada kondisi itu, jika timbul goncangan pada bidang pangan, energi dan air maka cenderung berdampak pada instabilitas harga.
""Untuk melakukan stabilisasi harga tidak semudah di masa lalu,"" tambahnya. Solusinya, SBY menggarisbawahi pentingnya kontribusi inovasi dan teknologi. ""Kita harus tingkatkan neraca produksi dan pangan, juga meningkatkan energi terbarukan,"" ujar dia.
Isu yang kedua, SBY menyoroti bagaimana memandang hubungan konstruktif antara ekonomi dan teknologi. Menurutnya antara keduanya sangat penting bagi pengembangan bangsa. Perkembangan perekonomian modern, juga ditentukan inovasi teknologi dalam bentuk technopreneurship.
""Pondasi ekonomi bukan hanya sumber daya alam yang besar, keuangan dan sumber daya manusia yang melimpah saja. Jadi, ekonom dan teknolog jangan merasa paling benar,"" tegas SBY.
Sinergi ABG
Isu lain yang tidak kalah penting, kata SBY, yaitu sinergi ABG, yaitu akademisi, bisnis dan governance (pemerintahan), dalam pengembangan inovasi dan teknologi.
Kalangan pebisnis, menurut presiden, tahu apa yang dibutuhkan masyarakat, sementara akademisi bisa berkontribusi membuat produk yang lebih kompetitif, lebih murah dan disenangi rakyat.
""Menolong pebisnis, juga menolong rakyat. Sedangkan pemerintah bikin kebijakan yang tepat, kondusif bagi pengemangan keduanya,"" ujarnya. "
Demikian ungkap Presiden saat berpidato pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada Kamis 29 Agustus 2013. Acara berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Presiden mengemukakan tiga isu penting di tingkat global. Pertama, di masa depan semua bangsa di dunia akan menghadapi tantangan pada bidang energi, pangan dan air. ""Ketiganya diperlukan semua bangsa. Maka kita perlu keamanan dan kesinambungan energi, pangan dan air,"" ujar SBY.
Dengan prediksi pertambahan penduduk dunia menjadi 9 miliar jiwa pada 2030, kata SBY, penduduk dunia perlu tambahan pangan energi dan air 70 persen dari jumlah saat ini. Pada kondisi itu, jika timbul goncangan pada bidang pangan, energi dan air maka cenderung berdampak pada instabilitas harga.
""Untuk melakukan stabilisasi harga tidak semudah di masa lalu,"" tambahnya. Solusinya, SBY menggarisbawahi pentingnya kontribusi inovasi dan teknologi. ""Kita harus tingkatkan neraca produksi dan pangan, juga meningkatkan energi terbarukan,"" ujar dia.
Isu yang kedua, SBY menyoroti bagaimana memandang hubungan konstruktif antara ekonomi dan teknologi. Menurutnya antara keduanya sangat penting bagi pengembangan bangsa. Perkembangan perekonomian modern, juga ditentukan inovasi teknologi dalam bentuk technopreneurship.
""Pondasi ekonomi bukan hanya sumber daya alam yang besar, keuangan dan sumber daya manusia yang melimpah saja. Jadi, ekonom dan teknolog jangan merasa paling benar,"" tegas SBY.
Sinergi ABG
Isu lain yang tidak kalah penting, kata SBY, yaitu sinergi ABG, yaitu akademisi, bisnis dan governance (pemerintahan), dalam pengembangan inovasi dan teknologi.
Kalangan pebisnis, menurut presiden, tahu apa yang dibutuhkan masyarakat, sementara akademisi bisa berkontribusi membuat produk yang lebih kompetitif, lebih murah dan disenangi rakyat.
""Menolong pebisnis, juga menolong rakyat. Sedangkan pemerintah bikin kebijakan yang tepat, kondusif bagi pengemangan keduanya,"" ujarnya. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





