News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Strategi Ponsel Hadapi Gempuran Merek Global
Rabu,2013-03-20,11:34:19
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Di tahun 2012, pertumbuhan pasar ponsel di Indonesia meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total pengapalan sekitar 55 juta unit.
Temuan ini menunjukkan bahwa jumlah ponsel baik merek global dan lokal tidak sedikit yang berseliweran di Tanah Air. Dan, produk global, seperti Samsung, BlackBerry, LG, Huawei, dan sebagainya, jauh lebih dominan mengatasi produk-produk merek lokal di dalam negeri.
Namun, sejumlah vendor merek lokal mengaku punya strategi sendiri untuk menyiasati situasi sulit di tengah gempuran merek-merek ternama. Misalnya, Cross Mobilephone, yang mulai membenahi kualitas material maupun peranti lunak secara berkala, namun tetap mempertahankan harga yang terjangkau.
Menurut Janto Djojo, direktur pemasaran Cross, tujuannya adalah meningkatkan penetrasi ponsel di daerah-daerah pelosok, agar seluruh masyarakat Indonesia mempunyainya.
""Kami menjaga kualitas produk. Presentase dari unit yang rusak harus kecil. Saat ini, presentasi unit Cross yang rusak di bawah dua persen,"" kata Janto.
Kemudian dari sisi distribusi, untuk memenangi pasar, vendor harus mempunyai rantai distribusi yang lebih kuat dari pesaing. Jika memang merek lokal, menurut Janto, sudah seharusnya vendor merek lokal menguasai distribusi dari Sabang sampai Merauke.
Sementara di sisi merek, aktivasi (brand activation) tidak kalah penting. ""Masyarakat harus mengenal dulu merek-merek lokal yang ada, misalnya melalui promosi. Terbukti Cross menjadi brand lokal nomor satu di Indonesia,"" klaim Janto. ""Merek lokal harus menang sebagai tuan rumah,"" tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Cross menambah lima jajaran ponsel yang siap dilepas untuk pasar Indonesia, yaitu Phablet Cross A27 dam Cross A26, dua ponsel tablet Android Ice Cream Sandwich (ICS) dengan prosesor dual-core 1 GHz dengan rentang harga Rp1,3-1,5 juta.
Selain itu, ponsel pintar Cross A28, yakni ponsel tipis berlapis logam stainless, yang dilengkapi Android ICS, prosesor dual core, dan RAM 512 MB seharga Rp900 ribu, serta dua ponsel fitur berteknologi dual SIM, Cross CG2 dan Cross C5. "
Temuan ini menunjukkan bahwa jumlah ponsel baik merek global dan lokal tidak sedikit yang berseliweran di Tanah Air. Dan, produk global, seperti Samsung, BlackBerry, LG, Huawei, dan sebagainya, jauh lebih dominan mengatasi produk-produk merek lokal di dalam negeri.
Namun, sejumlah vendor merek lokal mengaku punya strategi sendiri untuk menyiasati situasi sulit di tengah gempuran merek-merek ternama. Misalnya, Cross Mobilephone, yang mulai membenahi kualitas material maupun peranti lunak secara berkala, namun tetap mempertahankan harga yang terjangkau.
Menurut Janto Djojo, direktur pemasaran Cross, tujuannya adalah meningkatkan penetrasi ponsel di daerah-daerah pelosok, agar seluruh masyarakat Indonesia mempunyainya.
""Kami menjaga kualitas produk. Presentase dari unit yang rusak harus kecil. Saat ini, presentasi unit Cross yang rusak di bawah dua persen,"" kata Janto.
Kemudian dari sisi distribusi, untuk memenangi pasar, vendor harus mempunyai rantai distribusi yang lebih kuat dari pesaing. Jika memang merek lokal, menurut Janto, sudah seharusnya vendor merek lokal menguasai distribusi dari Sabang sampai Merauke.
Sementara di sisi merek, aktivasi (brand activation) tidak kalah penting. ""Masyarakat harus mengenal dulu merek-merek lokal yang ada, misalnya melalui promosi. Terbukti Cross menjadi brand lokal nomor satu di Indonesia,"" klaim Janto. ""Merek lokal harus menang sebagai tuan rumah,"" tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Cross menambah lima jajaran ponsel yang siap dilepas untuk pasar Indonesia, yaitu Phablet Cross A27 dam Cross A26, dua ponsel tablet Android Ice Cream Sandwich (ICS) dengan prosesor dual-core 1 GHz dengan rentang harga Rp1,3-1,5 juta.
Selain itu, ponsel pintar Cross A28, yakni ponsel tipis berlapis logam stainless, yang dilengkapi Android ICS, prosesor dual core, dan RAM 512 MB seharga Rp900 ribu, serta dua ponsel fitur berteknologi dual SIM, Cross CG2 dan Cross C5. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





