News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Untuk Pertama Kali, Kerangka Paus Ditemukan di Antartika"
Rabu,2013-03-20,09:32:59
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Untuk pertama kalinya, para peneliti mengungkapkan mereka telah menemukan kerangka paus di dasar laut Antartika. Kerangka itu ditemukan di laut dalam dan lokasinya ternyata memiliki kehidupan yang aneh. Setidaknya, ada sembilan makhluk kecil berasal dari laut dalam yang juga ditemukan.
Biasanya saat mau mati, secara alamiah paus akan menyelam ke dasar laut terdalam. Dan, untuk menemukan tengkoraknya, para peneliti menggunakan kendaraan bawah laut yang dikendalikan secara remote.
""Pada saat ini, satu-satunya cara untuk menemukan kerangka paus adalah dengan menggunakan kendaraan bawah laut. Dan, Anda juga butuh keberuntungan,"" kata Jon Copley, peneliti dari University of Southampton di Inggris, sebagaimana dilansir NBC News, 19 Maret 2013.
Kerangka tulang paus berjenis Minke yang memiliki panjang 10,5 meter ini ditemukan setelah tim melakukan eksplorasi bawah laut di Kepulauan Sandwich Selatan atau selatan Antartika.
""Dari kendaraan bawah laut yang dioperasikan dari jarak jauh, kami melihat deretan tulang berwarna pucat. Setelah kami dekati dan teliti ternyata itu adalah kerangka tulang paus,"" ujar Copley.
Bangkai paus yang tenggelam di dasar laut telah menyediakan bahan makanan bergizi bagi habitat laut. Dagingnya dapat terurai selama beberapa minggu, sementara tulangnya dapat bertahan sampai 60-100 tahun.
""Bangkai hewan itu telah menjadi asupan makanan bagi bakteri dan beberapa cacing bawah yang tidak memiliki mulut, dan hewan tanpa mata yang berasal dari laut dalam,"" tambah Copley. (Klik juga FOTO: Monster-monster Bawah Laut)
Menurut Diva Amon, peneliti dari University of Southampton, paus adalah hewan terbesar di planet ini, dan merupakan bagian dari ekologi untuk menyediakan makanan juga tempat hidup bagi makhluk yang berasal dari dasar laut.
""Meneliti paus Minke telah memberikan wawasan baru tentang bagaimana nutrisi bahan makanan didaur ulang di laut, yang juga menjadi proses penting dalam kehidupan laut,"" kata Amon.
Salah satu misteri yang terkuak dari penemuan kerangka tulang paus Minke ini adalah ditemukannya banyak invertebrata kecil yang berasal dari bawah laut. ""Tim telah menemukan beberapa spesies baru dari siput laut, cacing zombie (Osedax), dan kutu-kutu,"" tutup Amon.
Penelitian ini telah diterbitkan di secara online di Jurnal Deep Sea Research II dengan judul Topical Studies in Oceanography."
Biasanya saat mau mati, secara alamiah paus akan menyelam ke dasar laut terdalam. Dan, untuk menemukan tengkoraknya, para peneliti menggunakan kendaraan bawah laut yang dikendalikan secara remote.
""Pada saat ini, satu-satunya cara untuk menemukan kerangka paus adalah dengan menggunakan kendaraan bawah laut. Dan, Anda juga butuh keberuntungan,"" kata Jon Copley, peneliti dari University of Southampton di Inggris, sebagaimana dilansir NBC News, 19 Maret 2013.
Kerangka tulang paus berjenis Minke yang memiliki panjang 10,5 meter ini ditemukan setelah tim melakukan eksplorasi bawah laut di Kepulauan Sandwich Selatan atau selatan Antartika.
""Dari kendaraan bawah laut yang dioperasikan dari jarak jauh, kami melihat deretan tulang berwarna pucat. Setelah kami dekati dan teliti ternyata itu adalah kerangka tulang paus,"" ujar Copley.
""Bangkai hewan itu telah menjadi asupan makanan bagi bakteri dan beberapa cacing bawah yang tidak memiliki mulut, dan hewan tanpa mata yang berasal dari laut dalam,"" tambah Copley. (Klik juga FOTO: Monster-monster Bawah Laut)
Menurut Diva Amon, peneliti dari University of Southampton, paus adalah hewan terbesar di planet ini, dan merupakan bagian dari ekologi untuk menyediakan makanan juga tempat hidup bagi makhluk yang berasal dari dasar laut.
""Meneliti paus Minke telah memberikan wawasan baru tentang bagaimana nutrisi bahan makanan didaur ulang di laut, yang juga menjadi proses penting dalam kehidupan laut,"" kata Amon.
Salah satu misteri yang terkuak dari penemuan kerangka tulang paus Minke ini adalah ditemukannya banyak invertebrata kecil yang berasal dari bawah laut. ""Tim telah menemukan beberapa spesies baru dari siput laut, cacing zombie (Osedax), dan kutu-kutu,"" tutup Amon.
Penelitian ini telah diterbitkan di secara online di Jurnal Deep Sea Research II dengan judul Topical Studies in Oceanography."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





