News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Soal NSA, Pendiri Facebook: Pemerintah AS Telah Gagal"
Jumat,2013-09-13,08:45:11

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - CEO Facebook, Mark Zuckerberg geram dengan cara pemerintah Amerika Serikat memata-matai data pengguna jejaring sosial. Ia menuding AS telah melakukan upaya yang buruk dalam menjaga warganya dari terorisme dan melanggar kebebasan sipil.
""Saya pikir, sungguh, pemerintah telah gagal,"" ucap Zuckerberg dilansir The Verge, Kamis 12 September 2013 dalam sebuah wawancara soal isu bocoran dokumen pengawasan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS.
Perusahaan jejaring sosial populer itu merupakan salah satu perusahaan yang ikut tersangkut dalam program mata-mata NSA, PRISM. Program itu membolehkan badan intelijen AS untuk mengumpulkan pesan, fotografi maupun dokumen lain dari server internal sebuah perusahaan teknologi.
Facebook, klaim Zuckerberg, tidak serta merta mengabulkan semua permintaan NSA. Jejaring sosial ini mengaku selektif terhadap permintaan itu.
Posisi Facebook memang dilematis. Di satu sisi, pendiri Facebook itu berkomitmen memastikan perlindungan data penggunanya melalui server perusahaan. Di sisi lain, mereka harus memenuhi tuntutan pemerintah AS.
Bersama dengan Yahoo awal pekan ini, Zuckerberg meminta izin pengadilan untuk mempublikasikan secara rinci data yang diminta pemerintah AS.
Upaya lain juga akan ditempuhnya. Disebutkan, CEO itu segera meluncur ke washington pekan depan untuk bertemu dengan politisi Partai Republik. Belum diketahui secara pasti apa agenda pertemuan itu, tapi diduga akan berdiskusi tentang bocoran dokumen NSA dan masalah privasi pengguna Facebook. "
""Saya pikir, sungguh, pemerintah telah gagal,"" ucap Zuckerberg dilansir The Verge, Kamis 12 September 2013 dalam sebuah wawancara soal isu bocoran dokumen pengawasan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS.
Perusahaan jejaring sosial populer itu merupakan salah satu perusahaan yang ikut tersangkut dalam program mata-mata NSA, PRISM. Program itu membolehkan badan intelijen AS untuk mengumpulkan pesan, fotografi maupun dokumen lain dari server internal sebuah perusahaan teknologi.
Facebook, klaim Zuckerberg, tidak serta merta mengabulkan semua permintaan NSA. Jejaring sosial ini mengaku selektif terhadap permintaan itu.
Posisi Facebook memang dilematis. Di satu sisi, pendiri Facebook itu berkomitmen memastikan perlindungan data penggunanya melalui server perusahaan. Di sisi lain, mereka harus memenuhi tuntutan pemerintah AS.
Bersama dengan Yahoo awal pekan ini, Zuckerberg meminta izin pengadilan untuk mempublikasikan secara rinci data yang diminta pemerintah AS.
Upaya lain juga akan ditempuhnya. Disebutkan, CEO itu segera meluncur ke washington pekan depan untuk bertemu dengan politisi Partai Republik. Belum diketahui secara pasti apa agenda pertemuan itu, tapi diduga akan berdiskusi tentang bocoran dokumen NSA dan masalah privasi pengguna Facebook. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





