News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Taksi Ini Bisa Ingatkan Barang Penumpang yang Tertinggal
Kamis,2013-09-12,13:59:10

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Jepang terkenal sebagai negara penghasil teknologi-teknologi yang handal, terutama di sektor-sektor pelayanan jasa. Meskipun Negeri Sakura itu relatif sangat aman, tetap saja sering terdengar kabar orang kehilangan dompet.
Di Jepang, sangat umum terjadi orang yang ceroboh meninggalkan dompetnya di suatu tempat. Melihat fenomena itu, salah satu perusahaan taksi di Jepang pun menciptakan solusi teknologi untuk menyelesaikan masalah itu.
Menurut Mashable, 12 September 2013, Perusahaan Taksi Kokusai Motorcars menggandeng Perusahaan Konsultasi Ideacross, mengembangkan sebuah sistem yang memberi tahu pengemudi taksi jika ada barang bawaan penumpang yang tertinggal di dalam taksi.
Sistem ini menggunakan empat unit kamera, satu diletakkan di bawah kursi pengemudi, satu di bawah kursi penumpang depan, satu di langit-langit taksi, dan satu di bagasi taksi.
Sistem pengingat ini bekerja dengan membandingkan sebuah foto yang diambil sebelum dan sesudah penumpang masuk ke dalam taksi. Jika sistem mendeteksi ada barang yang tertinggal, seperti dompet dan ponsel, maka alarm akan berbunyi.
Masalah Privasi
Dengan sistem ini, pengemudi taksi dapat memberitahu ada barang yang tertinggal sebelum penumpang pergi. Namun sistem peringatan itu juga mengundang kritik.
Beberapa penumpang taksi mempertanyakan apakah privasi mereka bisa terganggu di dalam taksi karena selalu terekam oleh kamera. Menanggapi pertanyaan itu, perusahaan memastikan wajah penumpang tidak akan diidentifikasikan dan hanya diposting di sistem pengingat yang sudah dipasang di taksi-taksi.
Saat ini Kokusai Motorcars sedang merencanakan untuk memasang sistem pengingat di 3.100 armada taksinya. Biaya pemasang sistem ini di satu taksi sekitar US$500, atau setara Rp5,6 juta.
Kokusai Motorcars adalah satu-satunya perusahaan taksi di Jepang yang memakai teknologi ini. Perusahaan juga masih mempertimbangkan menjual sistem ini ke perusahaan taksi lainnya dengan alasan persaingan usaha."
Di Jepang, sangat umum terjadi orang yang ceroboh meninggalkan dompetnya di suatu tempat. Melihat fenomena itu, salah satu perusahaan taksi di Jepang pun menciptakan solusi teknologi untuk menyelesaikan masalah itu.
Menurut Mashable, 12 September 2013, Perusahaan Taksi Kokusai Motorcars menggandeng Perusahaan Konsultasi Ideacross, mengembangkan sebuah sistem yang memberi tahu pengemudi taksi jika ada barang bawaan penumpang yang tertinggal di dalam taksi.
Sistem ini menggunakan empat unit kamera, satu diletakkan di bawah kursi pengemudi, satu di bawah kursi penumpang depan, satu di langit-langit taksi, dan satu di bagasi taksi.
Sistem pengingat ini bekerja dengan membandingkan sebuah foto yang diambil sebelum dan sesudah penumpang masuk ke dalam taksi. Jika sistem mendeteksi ada barang yang tertinggal, seperti dompet dan ponsel, maka alarm akan berbunyi.
Masalah Privasi
Dengan sistem ini, pengemudi taksi dapat memberitahu ada barang yang tertinggal sebelum penumpang pergi. Namun sistem peringatan itu juga mengundang kritik.
Beberapa penumpang taksi mempertanyakan apakah privasi mereka bisa terganggu di dalam taksi karena selalu terekam oleh kamera. Menanggapi pertanyaan itu, perusahaan memastikan wajah penumpang tidak akan diidentifikasikan dan hanya diposting di sistem pengingat yang sudah dipasang di taksi-taksi.
Saat ini Kokusai Motorcars sedang merencanakan untuk memasang sistem pengingat di 3.100 armada taksinya. Biaya pemasang sistem ini di satu taksi sekitar US$500, atau setara Rp5,6 juta.
Kokusai Motorcars adalah satu-satunya perusahaan taksi di Jepang yang memakai teknologi ini. Perusahaan juga masih mempertimbangkan menjual sistem ini ke perusahaan taksi lainnya dengan alasan persaingan usaha."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





