News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Rakyat AS Tak Dukung Serangan ke Suriah
Selasa,2013-09-10,02:31:20
(IANnews.id) "
(IANNnews) New York - Dukungan rakyat Amerika Serikat terhadap rencana Barack Obama menyerang Suriah semakin menurun saja. Menurut berbagai survei mereka yang menolak serangan mencapai lebih dari 70 persen, dengan hanya segelintir orang yang mendukung.
Salah satu survei dilakukan oleh New York Times/CBS News, menunjukkan 62 persen responden mengatakan AS seharusnya tidak ikut campur konflik di luar negeri. Hanya 34 persen yang mendukung.
Sementara, sebanyak 72 persen mengatakan ""tidak"" saat ditanya apakah AS harus kut campur menggulingkan rezim diktator dan menegakkan demokrasi di Suriah. Hanya 15 persen yang mengatakan ""iya"". Ini adalah penentangan terbesar warga AS untuk survei perang. Sebelumnya pada perang Irak, ada 48 persen yang menolak keterlibatan AS.
Survei yang digelar NBC/WSJ juga tidak jauh berbeda. Sebanyak 58 persen responden mengatakan Kongres harus menolak resolusi serangan militer terhadap Suriah. Responden yang menolak dua pertiganya adalah simpatisan Republik dan warga independen. Hanya 33 persen yang mendukung.
""Apa yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga agar negara ini tetap aman. Kita berinvestasi terlalu banyak di luar negeri untuk mengatasi masalah mereka, tapi negara kita sendiri hancur. Tidak masuk akal,"" kata seorang responden Jeanette Baskin, pekerja sosial di Staten Island.
Survei ini dikeluarkan menjelang voting kongres yang rencananya akan dilakukan pada Rabu pekan ini. Voting ini diundur karena senat akan melakukan debat resolusi Suriah. Anggota Kongres sendiri masih bimbang dan terbagi beberapa kubu, apakah akan mendukung atau menolak.
Barack Obama sendiri masih gencar melakukan lobi politiknya. Rencananya Selasa malam waktu setempat, Obama akan membacarakan pidato kenegaraan untuk mencari dukungan serangan terhadap Suriah.
Opsi perlucutan senjata Suriah dikeluarkan oleh Rusia untuk menyelamatkan rezim Bashar al-Assad dari serangan. Obama mengatakan bahwa ini adalah langkah yang baik, namun keragu-raguan akan ketulusan Suriah masih membayanginya.
Obama menegaskan, serangan AS nantinya akan terbatas tapi efektif. Saat ini, kapal-kapal perang AS telah siaga di Laut Mediterania. Obama berjanji pada kongres tidak akan menurunkan pasukan darat ke Suriah.
""Tidak ada jaminan 100 persen dalam hidup ini. Tapi militer kita luar biasa, intelijen kita luar biasa, dan kita telah memperlihatkan kemampuan melakukan penyerangan presisi ke instalasi militer yang akan menghancurkan kemampuan Assad menggunakan senjata kimia - ini akan memberikan dampak besar, tapi tidak akan membuat konflik semakin meningkat,"" kata Obama."
Salah satu survei dilakukan oleh New York Times/CBS News, menunjukkan 62 persen responden mengatakan AS seharusnya tidak ikut campur konflik di luar negeri. Hanya 34 persen yang mendukung.
Sementara, sebanyak 72 persen mengatakan ""tidak"" saat ditanya apakah AS harus kut campur menggulingkan rezim diktator dan menegakkan demokrasi di Suriah. Hanya 15 persen yang mengatakan ""iya"". Ini adalah penentangan terbesar warga AS untuk survei perang. Sebelumnya pada perang Irak, ada 48 persen yang menolak keterlibatan AS.
Survei yang digelar NBC/WSJ juga tidak jauh berbeda. Sebanyak 58 persen responden mengatakan Kongres harus menolak resolusi serangan militer terhadap Suriah. Responden yang menolak dua pertiganya adalah simpatisan Republik dan warga independen. Hanya 33 persen yang mendukung.
""Apa yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga agar negara ini tetap aman. Kita berinvestasi terlalu banyak di luar negeri untuk mengatasi masalah mereka, tapi negara kita sendiri hancur. Tidak masuk akal,"" kata seorang responden Jeanette Baskin, pekerja sosial di Staten Island.
Survei ini dikeluarkan menjelang voting kongres yang rencananya akan dilakukan pada Rabu pekan ini. Voting ini diundur karena senat akan melakukan debat resolusi Suriah. Anggota Kongres sendiri masih bimbang dan terbagi beberapa kubu, apakah akan mendukung atau menolak.
Barack Obama sendiri masih gencar melakukan lobi politiknya. Rencananya Selasa malam waktu setempat, Obama akan membacarakan pidato kenegaraan untuk mencari dukungan serangan terhadap Suriah.
Opsi perlucutan senjata Suriah dikeluarkan oleh Rusia untuk menyelamatkan rezim Bashar al-Assad dari serangan. Obama mengatakan bahwa ini adalah langkah yang baik, namun keragu-raguan akan ketulusan Suriah masih membayanginya.
Obama menegaskan, serangan AS nantinya akan terbatas tapi efektif. Saat ini, kapal-kapal perang AS telah siaga di Laut Mediterania. Obama berjanji pada kongres tidak akan menurunkan pasukan darat ke Suriah.
""Tidak ada jaminan 100 persen dalam hidup ini. Tapi militer kita luar biasa, intelijen kita luar biasa, dan kita telah memperlihatkan kemampuan melakukan penyerangan presisi ke instalasi militer yang akan menghancurkan kemampuan Assad menggunakan senjata kimia - ini akan memberikan dampak besar, tapi tidak akan membuat konflik semakin meningkat,"" kata Obama."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





