News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Obama: tarik bantuan tidak akan pengaruhi militer Mesir
Sabtu,2013-08-24,08:55:14

(IANnews.id) Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan bahwa menarik bantuan AS dari Mesir tidak akan mengubah perilaku rezim militer di negara itu.
Pernyataan itu disampaikan Obama dalam wawancara yang disiarkan jaringan televisi CNN pada Jumat, menyusul rencana peninjauan ulang paket bantuan tersebut setelah penggulingan mantan Presiden Mohamed Moursi, lapor AFP.
"Hal yang saya khawatirkan adalah bantuan tersebut mungkin tidak akan berpengaruh terhadap sikap pemerintah sementara," kata Obama.
"Tetapi saya rasa apa yang menjadi perhatian sebagian warga AS adalah kita harus sangat hati-hati terhadap bantuan yang mungkin saja bertentangan dengan nilai dan idealisme bangsa," katanya.
Obama menjelaskan dirinya kini tengah meninjau ulang hubungan dengan Mesir secara keseluruhan.
Amerika Serikat memberikan bantuan militer senilai 1,3 miliar dolar AS setiap tahunnya bersama ratusan juta dolar bantuan untuk pembangunan dan ekonomi.
Tetapi Obama mengatakan bahwa setelah apa yang terjadi di Mesir tentu saja Washington tidak akan melakukan hal yang sama terhadap Kairo.
Dia juga membela langkah yang ditempuh pemerintah AS dalam merespon kudeta Mesir pada Juli lalu.
Obama mengatakan Washington telah melakukan berbagai upaya untuk meyakinkan rezim militer agar mau melakukan rekonsiliasi, tetapi upaya itu tidak berhasil.
Sebagai imbalan dari bantuan terhadap Mesir selama 20 tahun, Washington mendapat akses prioritas terhadap Terusan Suez dan kerja sama anti-teroris.
Para pendukung mantan Presiden Mohammad Moursi akan melakukan demonstrasi dan rencana tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan bentrokan berdarah baru dengan pihak keamanan.
Para demonstran ingin menunjukkan bahwa mereka masih dapat menguasai jalanan satu minggu setelah ratusan temannya ditembak mati dan pemimpinnya di penjara.
Sebelumnya, masyarakat Mesir pernah mengalami kerusuhan sipil terburuk dalam sejarah setelah pihak militer secara paksa menurunkan Mohammad Moursi dari jabatannya.
Moursi sampai saat ini masih dipenjara, sedangkan mantan otokrat Husni Mubarak--yang digulingkan dalam arus pro-demokrasi pada 2011 -- dilaporkan telah bebas dari penjara pada Kamis.
Pernyataan itu disampaikan Obama dalam wawancara yang disiarkan jaringan televisi CNN pada Jumat, menyusul rencana peninjauan ulang paket bantuan tersebut setelah penggulingan mantan Presiden Mohamed Moursi, lapor AFP.
"Hal yang saya khawatirkan adalah bantuan tersebut mungkin tidak akan berpengaruh terhadap sikap pemerintah sementara," kata Obama.
"Tetapi saya rasa apa yang menjadi perhatian sebagian warga AS adalah kita harus sangat hati-hati terhadap bantuan yang mungkin saja bertentangan dengan nilai dan idealisme bangsa," katanya.
Obama menjelaskan dirinya kini tengah meninjau ulang hubungan dengan Mesir secara keseluruhan.
Amerika Serikat memberikan bantuan militer senilai 1,3 miliar dolar AS setiap tahunnya bersama ratusan juta dolar bantuan untuk pembangunan dan ekonomi.
Tetapi Obama mengatakan bahwa setelah apa yang terjadi di Mesir tentu saja Washington tidak akan melakukan hal yang sama terhadap Kairo.
Dia juga membela langkah yang ditempuh pemerintah AS dalam merespon kudeta Mesir pada Juli lalu.
Obama mengatakan Washington telah melakukan berbagai upaya untuk meyakinkan rezim militer agar mau melakukan rekonsiliasi, tetapi upaya itu tidak berhasil.
Sebagai imbalan dari bantuan terhadap Mesir selama 20 tahun, Washington mendapat akses prioritas terhadap Terusan Suez dan kerja sama anti-teroris.
Para pendukung mantan Presiden Mohammad Moursi akan melakukan demonstrasi dan rencana tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan bentrokan berdarah baru dengan pihak keamanan.
Para demonstran ingin menunjukkan bahwa mereka masih dapat menguasai jalanan satu minggu setelah ratusan temannya ditembak mati dan pemimpinnya di penjara.
Sebelumnya, masyarakat Mesir pernah mengalami kerusuhan sipil terburuk dalam sejarah setelah pihak militer secara paksa menurunkan Mohammad Moursi dari jabatannya.
Moursi sampai saat ini masih dipenjara, sedangkan mantan otokrat Husni Mubarak--yang digulingkan dalam arus pro-demokrasi pada 2011 -- dilaporkan telah bebas dari penjara pada Kamis.
Penerjemah: Panji Pratama
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2013
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





