News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
LIPI Bidik 250 Peneliti Baru di Indonesia
Selasa,2013-08-27,09:32:07

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Tepat pada 23 Agustus 2013 lalu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah genap berusia 46 tahun.
Sebagai lembaga penelitian tertua dan terbesar di Indonesia, LIPI terus ditantang untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
Namun, seiring berkembangannya iptek, maka dibutuhkan para peneliti-peneliti yang kompeten di bidangnya. Sementara di LIPI, dikatakan jumlah peneliti masih dirasa cukup kurang.
""Komposisi jumlah peneliti lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah petugas administrasi di LIPI. Untuk itu, kami akan mengubah komposisinya dengan menambah jumlah peneliti,"" kata Kepala LIPI Lukman Hakim, di acara Peluncuran Smartphone Bandros dan Bus Listrik di Puspitek, Serpong, 26 Agustus 2013.
Lukman menambahkan, penambahan jumlah peneliti itu dilakukan melalui rekrutmen dengan alokasi penerimaan pegawai baru LIPI sebanyak 250 orang di tahun 2013.
""Saya berharap melalui rekrutmen ini komposisi antara peneliti dan tenaga kerja pendukung lainnya mencapai 50:50 dalam lima tahun ke depan,"" ujar Lukman.
Dia juga menyampaikan, saat ini LIPI membutuhkan sekitar 200 peneliti lagi untuk menciptakan penelitian-penelitian yang nantinya bisa langsung diterapkan oleh masyarakat Indonesia.
""Terlebih pada Pemilu tahun 2014 ini, mudah-mudahan pemimpin baru yang terpilih lebih memprioritaskan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam agenda kepemimpinannya,"" tutup Lukman.
Harusnya 200.000 peneliti
Berdasarkan data LIPI, jumlah peneliti yang terdaftar di Indonesia saat ini hanya 8.000 orang, dan yang masih berada di perguruan tinggi sekitar 16.000 orang. Jika dijumlah total peneliti Indonesia hanya 24.000 orang, atau 100 peneliti per satu juta penduduk.
Jumlah itu sangat sedikit apabila dibandingkan dengan negara maju yang rata-rata memiliki 1.000 peneliti per sejuta penduduk. Bahkan, di Belarus saja, negara kecil di Eropa, memiliki 3.600 peneliti per sejuta penduduk.
""Seharusnya Indonesia memiliki 200.000 peneliti per sejuta penduduk jika dihitung dari data tersebut. Mudah-mudahan dari rekrutmen ini, pelan-pelan jumlah peneliti Indonesia terus bertambah,"" tutup Lukman."
Sebagai lembaga penelitian tertua dan terbesar di Indonesia, LIPI terus ditantang untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
Namun, seiring berkembangannya iptek, maka dibutuhkan para peneliti-peneliti yang kompeten di bidangnya. Sementara di LIPI, dikatakan jumlah peneliti masih dirasa cukup kurang.
""Komposisi jumlah peneliti lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah petugas administrasi di LIPI. Untuk itu, kami akan mengubah komposisinya dengan menambah jumlah peneliti,"" kata Kepala LIPI Lukman Hakim, di acara Peluncuran Smartphone Bandros dan Bus Listrik di Puspitek, Serpong, 26 Agustus 2013.
Lukman menambahkan, penambahan jumlah peneliti itu dilakukan melalui rekrutmen dengan alokasi penerimaan pegawai baru LIPI sebanyak 250 orang di tahun 2013.
""Saya berharap melalui rekrutmen ini komposisi antara peneliti dan tenaga kerja pendukung lainnya mencapai 50:50 dalam lima tahun ke depan,"" ujar Lukman.
Dia juga menyampaikan, saat ini LIPI membutuhkan sekitar 200 peneliti lagi untuk menciptakan penelitian-penelitian yang nantinya bisa langsung diterapkan oleh masyarakat Indonesia.
""Terlebih pada Pemilu tahun 2014 ini, mudah-mudahan pemimpin baru yang terpilih lebih memprioritaskan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam agenda kepemimpinannya,"" tutup Lukman.
Harusnya 200.000 peneliti
Berdasarkan data LIPI, jumlah peneliti yang terdaftar di Indonesia saat ini hanya 8.000 orang, dan yang masih berada di perguruan tinggi sekitar 16.000 orang. Jika dijumlah total peneliti Indonesia hanya 24.000 orang, atau 100 peneliti per satu juta penduduk.
Jumlah itu sangat sedikit apabila dibandingkan dengan negara maju yang rata-rata memiliki 1.000 peneliti per sejuta penduduk. Bahkan, di Belarus saja, negara kecil di Eropa, memiliki 3.600 peneliti per sejuta penduduk.
""Seharusnya Indonesia memiliki 200.000 peneliti per sejuta penduduk jika dihitung dari data tersebut. Mudah-mudahan dari rekrutmen ini, pelan-pelan jumlah peneliti Indonesia terus bertambah,"" tutup Lukman."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





