News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Netter di Asia Tenggara Gemar Download dan Belanja
Senin,2013-08-26,11:53:41

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Vserv.mobi, penyedia jaringan periklanan mobile global, merilis laporan konsumen mobile Internet untuk wilayah Asia Tenggara tahun 2013, yang disusun bersama-sama dengan Mobile Marketing Association (MMA).
Dilihat dari sifat-sifat konsumtif, rata-rata pengguna Internet (netter) mobile haus akan konten dan informasi, dan sering mencari tahu akan berbagai hal-hal baru melalui iklan mobile pada perangkat kesayangannya, termasuk ponsel, tablet, dan semacamnya.
Namun, yang lebih penting, mobile netter di kawasan Asia Tenggara ternyata menyukai konten-konten yang bisa diunduh (55 persen), dan yang memberi tahu akan adanya diskon belanja (42 persen).
Khusus konten, aplikasi dan game adalah jenis konten yang paling banyak diunduh, disusul video dan musik. Hal ini mengutip laporan lengkap dan data-data pendukung dari Vserv.mobi.
Berbicara profil demografis, lebih dari setengah pengguna Internet mobile umumnya berusia muda, di bawah 24 tahun. Lebih dari sepertiganya memiliki gelar sarjana dan pascasarjana.
Namun, perlu diketahui juga, lebih dari 70 persen pengguna tersebut adalah pekerja profesional, dengan tingkat daya beli yang tinggi, serta seringkali berkunjung ke restoran, pusat perbelanjaan/mal dan juga bioskop.
Laporan Vserv.mobi ini memberi wawasan regional dan spesifik mengenai pola penggunaan Internet mobile di enam negara Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Laporan ini bertujuan untuk membantu para perencana media/media planner dan pengiklan melalui berbagai wawasan mengenai pasar internet mobile, untuk meningkatkan jangkauan mereka dan membidik pasar yang tepat dalam negara yang berkembang ini.
""Brand tertarik untuk mengetahui lebih banyak mengenai pasar yang terus berkembang di negara-negara yang mereka tuju,"" ujar Rohit Dadwal, Managing Director, MMA Asia Pasifik, dalam keterangan tertulisnya hari ini.
""Hal ini juga menentukan apakah konsumen akan bersedia melakukan engagement dengan brand tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,"" imbuh Dadwal."
Dilihat dari sifat-sifat konsumtif, rata-rata pengguna Internet (netter) mobile haus akan konten dan informasi, dan sering mencari tahu akan berbagai hal-hal baru melalui iklan mobile pada perangkat kesayangannya, termasuk ponsel, tablet, dan semacamnya.
Namun, yang lebih penting, mobile netter di kawasan Asia Tenggara ternyata menyukai konten-konten yang bisa diunduh (55 persen), dan yang memberi tahu akan adanya diskon belanja (42 persen).
Khusus konten, aplikasi dan game adalah jenis konten yang paling banyak diunduh, disusul video dan musik. Hal ini mengutip laporan lengkap dan data-data pendukung dari Vserv.mobi.
Berbicara profil demografis, lebih dari setengah pengguna Internet mobile umumnya berusia muda, di bawah 24 tahun. Lebih dari sepertiganya memiliki gelar sarjana dan pascasarjana.
Namun, perlu diketahui juga, lebih dari 70 persen pengguna tersebut adalah pekerja profesional, dengan tingkat daya beli yang tinggi, serta seringkali berkunjung ke restoran, pusat perbelanjaan/mal dan juga bioskop.
Laporan Vserv.mobi ini memberi wawasan regional dan spesifik mengenai pola penggunaan Internet mobile di enam negara Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Laporan ini bertujuan untuk membantu para perencana media/media planner dan pengiklan melalui berbagai wawasan mengenai pasar internet mobile, untuk meningkatkan jangkauan mereka dan membidik pasar yang tepat dalam negara yang berkembang ini.
""Brand tertarik untuk mengetahui lebih banyak mengenai pasar yang terus berkembang di negara-negara yang mereka tuju,"" ujar Rohit Dadwal, Managing Director, MMA Asia Pasifik, dalam keterangan tertulisnya hari ini.
""Hal ini juga menentukan apakah konsumen akan bersedia melakukan engagement dengan brand tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,"" imbuh Dadwal."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





