News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Ini Dia Agenda NASA Sampai Tahun 2030
Kamis,2013-08-01,09:53:09
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memaparkan rencana besarnya di masa depan. Selama dua dekade ke depan, NASA sudah mempunyai misi-misi penting.
Melansir Softpedia, 31 Juli 2013, ada banyak misi yang sudah ditetapkan NASA sampai tahun 2030. Mulai dari menjelajah Bulan, Mars, sampai mendarat di asteroid.
Pada September 2013, program Lunar Atmosphere and Dust Environment Explorer (LADEE) dan Mars Atmosphere and Volatile Evolution Mission (MAVEN) akan diluncurkan untuk mencari tahu iklim di Planet Mars, mulai dari atmosfer, ionosfer, dan interaksi dengan Matahari.
Selanjutnya, pada tahun 2014, program Magnetospheric Multiscale Mission akan diluncurkan untuk mengetahui bagaimana Matahari dan medan magnet Bumi saling berhubungan. Rencananya, NASA akan menggunakan empat pesawat ruang angkasa untuk menelitinya.
Tahun 2015 adalah tahun di mana pesawat ruang angkasa New Horizons akhirnya mampu melewati Planet Pluto setelah melakukan perjalanan selama berbulan-bulan.
Di tahun 2016, ada dua misi besar yang sudah direncanakan NASA. Pertama, misi Juno yang mempelajari struktur planet terbesar di Tata Surya, Jupiter, dan mengungkapkan asal-usulnya.
Misi kedua bernama Insight, misi ini akan mencoba menempatkan kendaraan baru di Planet Mars untuk melakukan pengeboran di dalam tanahnya.
Pada tahun 2017, Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) akan meluncurkan sebuah teleskop yang khusus bertugas untuk mengamati benda-benda langit yang masuk ke dalam zona layak hidup.
Di tahun 2018, Solar Probe Plus akan diluncurkan. Misi itu untuk mendapatkan sampel yang berada di luar atmosfer Matahari. Selain itu, Teleskop super canggih James Webb dijadwalkan juga akan diluncurkan pada tahun 2018 untuk menemukan galaksi yang lebih luas dari sebelumnya.
Ke Asteroid
Pada tahun yang sama, pesawat ruang angkasa OSIRIS-Rex juga bakal diluncurkan. Pesawat itu akan menjalankan misi terbang di dekat asteroid untuk mendapatkan sampel dan kembali lagi ke Bumi pada tahun 2023.
Tahun 2020, NASA berencana untuk meluncurkan kendaraan robotik atau rover baru ke Mars, menemani Curiosity. Tujuannya masih sama, yakni mencari tanda-tanda kehidupan di masa lalu, dan sampel-sampel lainnya.
Sementara tahun 2025 dan 2030 adalah misi terbesar NASA. Diharapkan pada tahun 2025, akan ada misi berawak untuk terbang ke sebuah asteroid. Sementara pada tahun 2030, mungkin ada manusia pertama, seorang pria, yang menginjakkan kakinya di Planet Mars.
"
Melansir Softpedia, 31 Juli 2013, ada banyak misi yang sudah ditetapkan NASA sampai tahun 2030. Mulai dari menjelajah Bulan, Mars, sampai mendarat di asteroid.
Pada September 2013, program Lunar Atmosphere and Dust Environment Explorer (LADEE) dan Mars Atmosphere and Volatile Evolution Mission (MAVEN) akan diluncurkan untuk mencari tahu iklim di Planet Mars, mulai dari atmosfer, ionosfer, dan interaksi dengan Matahari.
Selanjutnya, pada tahun 2014, program Magnetospheric Multiscale Mission akan diluncurkan untuk mengetahui bagaimana Matahari dan medan magnet Bumi saling berhubungan. Rencananya, NASA akan menggunakan empat pesawat ruang angkasa untuk menelitinya.
Tahun 2015 adalah tahun di mana pesawat ruang angkasa New Horizons akhirnya mampu melewati Planet Pluto setelah melakukan perjalanan selama berbulan-bulan.
Di tahun 2016, ada dua misi besar yang sudah direncanakan NASA. Pertama, misi Juno yang mempelajari struktur planet terbesar di Tata Surya, Jupiter, dan mengungkapkan asal-usulnya.
Misi kedua bernama Insight, misi ini akan mencoba menempatkan kendaraan baru di Planet Mars untuk melakukan pengeboran di dalam tanahnya.
Pada tahun 2017, Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) akan meluncurkan sebuah teleskop yang khusus bertugas untuk mengamati benda-benda langit yang masuk ke dalam zona layak hidup.
Di tahun 2018, Solar Probe Plus akan diluncurkan. Misi itu untuk mendapatkan sampel yang berada di luar atmosfer Matahari. Selain itu, Teleskop super canggih James Webb dijadwalkan juga akan diluncurkan pada tahun 2018 untuk menemukan galaksi yang lebih luas dari sebelumnya.
Ke Asteroid
Pada tahun yang sama, pesawat ruang angkasa OSIRIS-Rex juga bakal diluncurkan. Pesawat itu akan menjalankan misi terbang di dekat asteroid untuk mendapatkan sampel dan kembali lagi ke Bumi pada tahun 2023.
Tahun 2020, NASA berencana untuk meluncurkan kendaraan robotik atau rover baru ke Mars, menemani Curiosity. Tujuannya masih sama, yakni mencari tanda-tanda kehidupan di masa lalu, dan sampel-sampel lainnya.
Sementara tahun 2025 dan 2030 adalah misi terbesar NASA. Diharapkan pada tahun 2025, akan ada misi berawak untuk terbang ke sebuah asteroid. Sementara pada tahun 2030, mungkin ada manusia pertama, seorang pria, yang menginjakkan kakinya di Planet Mars.
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





