News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Ini Alasan Banyak Iklan Bertebaran di Youtube
Kamis,2013-07-25,14:29:32
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Kepala Marketing PT Google Indonesia, Krishna Zulkarnain, mengungkap alasan di balik fenomena membanjirnya iklan di laman Youtube. Menurut Krishna, Rabu malam 24 Juli 2013, iklan mulai bertaburan di Youtube, sejak laman tersebut dikenalkan di Indonesia tahun 2012 silam.
Krishan mengungkap justru memasang iklan di Youtube, merupakan salah satu alternatif agar semua konten di sana tetap dapat dinikmati secara gratis.
""Semua produk di Google, termasuk Youtube, tidak berbayar. Justru karena kami ingin membuat seluruh konten yang ada di Youtube dapat dinikmati secara gratis, maka kami membiarkan iklan dipasang di sana,"" kata dia.
Krishna menyadari mulai banyak mendengar keluhan dari pengguna soal menjamurnya iklan di laman Youtube. Namun apabila tidak ada iklan, maka itu akan mematikan sumber penghasilan Google.
""Jadi pilihannya hanya ada dua, entah si pengiklan atau pengguna yang membayar. Namun selama ini kami tetap berusaha untuk menggratiskan berbagai produk Google bagi pengguna hingga saat ini,"" kata Krishna.
Saat ditanyakan soal masih banyaknya video yang menampilkan tindak kekerasan dan pornografi, Krishna mengatakan Google sudah berusaha melakukan pemantauan, walau tidak dapat memeriksa isi video yang diunggah di sana.
Google tetap membutuhkan bantuan dari pemirsa untuk melaporkan setiap video yang memiliki muatan negatif di dalamnya dengan mengklik tanda bendera atau flag di laman tersebut.
""Setiap bulannya ada sekitar enam miliar jam video yang diunggah ke Youtube global, tidak hanya di Indonesia. Sehingga kami kesulitan apabila harus memantau setiap video pengguna sebelum diunggah,"" tuturnya.
Krishna mengaku sejak diluncurkan di Indonesia tahun 2012 silam, Youtube berusaha mematuhi setiap aturan yang diberlakukan pemerintah. Termasuk mencabut berbagai video yang dilaporkan memiliki konten pornografi.
""Ada konten-konten yang sudah pasti tidak dapat dinegosiasikan dan dipasang di Youtube yakni yang menyangkut pornografi anak, tindak kekerasan dan penghasutan yang mengakibatkan kebencian terhadap orang lain,"" katanya.
Pengamanan ini, katanya, diadopsi Youtube secara global dan tidak hanya di Indonesia saja.
Krishna menyebut pernah mendapat permintaan dari pemerintah untuk mencabut beberapa video yang dianggap mengandung konten tersebut. Namun dia mengatakan tidak bisa sembarang mencabut, karena permintaan itu harus disertai dokumen resmi dari pihak kepolisian.
""Jadi tidak bisa tiba-tiba ada seseorang mengaku bekerja di instansi pemerintahan tertentu lalu menghubungi kami dan meminta supaya video tertentu langsung dicabut,"" kata dia."
Krishan mengungkap justru memasang iklan di Youtube, merupakan salah satu alternatif agar semua konten di sana tetap dapat dinikmati secara gratis.
""Semua produk di Google, termasuk Youtube, tidak berbayar. Justru karena kami ingin membuat seluruh konten yang ada di Youtube dapat dinikmati secara gratis, maka kami membiarkan iklan dipasang di sana,"" kata dia.
Krishna menyadari mulai banyak mendengar keluhan dari pengguna soal menjamurnya iklan di laman Youtube. Namun apabila tidak ada iklan, maka itu akan mematikan sumber penghasilan Google.
""Jadi pilihannya hanya ada dua, entah si pengiklan atau pengguna yang membayar. Namun selama ini kami tetap berusaha untuk menggratiskan berbagai produk Google bagi pengguna hingga saat ini,"" kata Krishna.
Saat ditanyakan soal masih banyaknya video yang menampilkan tindak kekerasan dan pornografi, Krishna mengatakan Google sudah berusaha melakukan pemantauan, walau tidak dapat memeriksa isi video yang diunggah di sana.
Google tetap membutuhkan bantuan dari pemirsa untuk melaporkan setiap video yang memiliki muatan negatif di dalamnya dengan mengklik tanda bendera atau flag di laman tersebut.
""Setiap bulannya ada sekitar enam miliar jam video yang diunggah ke Youtube global, tidak hanya di Indonesia. Sehingga kami kesulitan apabila harus memantau setiap video pengguna sebelum diunggah,"" tuturnya.
Krishna mengaku sejak diluncurkan di Indonesia tahun 2012 silam, Youtube berusaha mematuhi setiap aturan yang diberlakukan pemerintah. Termasuk mencabut berbagai video yang dilaporkan memiliki konten pornografi.
""Ada konten-konten yang sudah pasti tidak dapat dinegosiasikan dan dipasang di Youtube yakni yang menyangkut pornografi anak, tindak kekerasan dan penghasutan yang mengakibatkan kebencian terhadap orang lain,"" katanya.
Pengamanan ini, katanya, diadopsi Youtube secara global dan tidak hanya di Indonesia saja.
Krishna menyebut pernah mendapat permintaan dari pemerintah untuk mencabut beberapa video yang dianggap mengandung konten tersebut. Namun dia mengatakan tidak bisa sembarang mencabut, karena permintaan itu harus disertai dokumen resmi dari pihak kepolisian.
""Jadi tidak bisa tiba-tiba ada seseorang mengaku bekerja di instansi pemerintahan tertentu lalu menghubungi kami dan meminta supaya video tertentu langsung dicabut,"" kata dia."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





