News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Ascend Mate, Hemat Baterai Meski Layar Lebar"
Rabu,2013-07-24,17:17:12
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Perangkat bergerak kian variatif. Pengguna juga menginginkan pengalaman yang lebih puas dengan layar yang besar. Namun, perangkat layar besar juga punya tantangan, yaitu manajemen daya pada perangkat agar tetap hemat.
Menjawab kebutuhan itu, produsen perangkat asal China, Huawei merilis ponsel tablet (phablet) dengan ukuran layar lebar, yakni 6,1 inci, Huawei Ascend Mate.
""Huawei melengkapi Mate dengan kapasitas baterai besar 4050 mAh,"" tutur Legi Soegianto, Head of Product Marketing Huawei Indonesia dalam peluncuran produk di FX Mall, Jakarta, 23 Juli 2013.
Huawei melengkapi phablet andalannya itu dengan teknologi penghemat baterai, Quick Power Control (QPC) dan Automated Discontinous Reception (ADRX), yang diklaim memasok daya sampai 48 jam untuk satu kali pengisian, tentu dalam kondisi normal.
Pengisian baterai juga diklaim lebih cepat dibanding ponsel pintar lainnya, hemat 30 persen waktu pengisian daya. Jika digunakan untuk video, Huawei mengklaim mampu bertahan hingga 10 jam, dan browsing sampai 14 jam.
Ascend Mate mengusung layar LCD In-Plane Switching (IPS) kualitas HD dengan lapisan Corning Gorilla Glass memiliki rasio perbandingan screen to body 73 persen dan resolusi 1280 x 720 piksel. Bekal fitur itu menawarkan layar jernih dan akurasi warna.
Layar juga sensitif diwakili dengan teknologi Magic Touch. Artinya, meski dengan sarung tangan, layar tetap responsif.
Di bagian jeroan, terdapat prosesor 1,5 GHz quad-core. Hi-Silicon K3V2, Intel XMM6260, dan 1 GB RAM menjamin performa tetap mulus.
Asyiknya lagi, Mate punyak kemampuan optimalisasi jaringan. Jadi saat tidak dibutuhkan, secara otomatis fitur data ponsel non-aktif.
Fitur lain yang tak ketinggalan adalah kamera utama 8 MP lengkap dengan autofocus serta kamera depan 1 MP HD, teknologi peredam suara dual MIC, dan Dolby sound system.
""Memang ukurannya mendekati tablet, tapi Ascend Mate lebih nyaman digenggam,"" ujar Legi, sambil menjelaskan ketebalan ponsel hanya 0,9 cm.
Mate dibanderol Rp 3,999 Juta dan mulai tersedia di pasaran pada akhir Juli ini.
Spesifikasi
Jaringan
HSDPA 850/900/1700/1900/2100 MHz
Dimensi
16,3 x 8,5 x 0,9 cm
Layar
6,1"" IPS+ LCD capacitive touchscreen (720x1280 piksel), kedalaman 16 juta warna (~241 ppi)
Memori
RAM 2GB; ROM 8 GB
Konektivitas
HSDPA 42 Mbps; Wi-Fi a/b/g/n; Bluetooth 4.0; microUSB 2.0
Kamera
8 MP (3264x2448 piksel); 1 MP; video 1080p@30fps
Sistem operasi
OS Android 4.1 Jelly Bean
Chipset
Huawei K3V2
CPU
Quad-core 1,5 GHz
GPU -
GPS
A-GPS
Radio Stereo FM Radio
Baterai
Li-Ion 4050 mAh"
Menjawab kebutuhan itu, produsen perangkat asal China, Huawei merilis ponsel tablet (phablet) dengan ukuran layar lebar, yakni 6,1 inci, Huawei Ascend Mate.
""Huawei melengkapi Mate dengan kapasitas baterai besar 4050 mAh,"" tutur Legi Soegianto, Head of Product Marketing Huawei Indonesia dalam peluncuran produk di FX Mall, Jakarta, 23 Juli 2013.
Huawei melengkapi phablet andalannya itu dengan teknologi penghemat baterai, Quick Power Control (QPC) dan Automated Discontinous Reception (ADRX), yang diklaim memasok daya sampai 48 jam untuk satu kali pengisian, tentu dalam kondisi normal.
Pengisian baterai juga diklaim lebih cepat dibanding ponsel pintar lainnya, hemat 30 persen waktu pengisian daya. Jika digunakan untuk video, Huawei mengklaim mampu bertahan hingga 10 jam, dan browsing sampai 14 jam.
Ascend Mate mengusung layar LCD In-Plane Switching (IPS) kualitas HD dengan lapisan Corning Gorilla Glass memiliki rasio perbandingan screen to body 73 persen dan resolusi 1280 x 720 piksel. Bekal fitur itu menawarkan layar jernih dan akurasi warna.
Layar juga sensitif diwakili dengan teknologi Magic Touch. Artinya, meski dengan sarung tangan, layar tetap responsif.
Di bagian jeroan, terdapat prosesor 1,5 GHz quad-core. Hi-Silicon K3V2, Intel XMM6260, dan 1 GB RAM menjamin performa tetap mulus.
Asyiknya lagi, Mate punyak kemampuan optimalisasi jaringan. Jadi saat tidak dibutuhkan, secara otomatis fitur data ponsel non-aktif.
Fitur lain yang tak ketinggalan adalah kamera utama 8 MP lengkap dengan autofocus serta kamera depan 1 MP HD, teknologi peredam suara dual MIC, dan Dolby sound system.
""Memang ukurannya mendekati tablet, tapi Ascend Mate lebih nyaman digenggam,"" ujar Legi, sambil menjelaskan ketebalan ponsel hanya 0,9 cm.
Mate dibanderol Rp 3,999 Juta dan mulai tersedia di pasaran pada akhir Juli ini.
Spesifikasi
Jaringan
HSDPA 850/900/1700/1900/2100 MHz
Dimensi
16,3 x 8,5 x 0,9 cm
Layar
6,1"" IPS+ LCD capacitive touchscreen (720x1280 piksel), kedalaman 16 juta warna (~241 ppi)
Memori
RAM 2GB; ROM 8 GB
Konektivitas
HSDPA 42 Mbps; Wi-Fi a/b/g/n; Bluetooth 4.0; microUSB 2.0
Kamera
8 MP (3264x2448 piksel); 1 MP; video 1080p@30fps
Sistem operasi
OS Android 4.1 Jelly Bean
Chipset
Huawei K3V2
CPU
Quad-core 1,5 GHz
GPU -
GPS
A-GPS
Radio Stereo FM Radio
Baterai
Li-Ion 4050 mAh"
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





