News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Ilmuwan Inggris Berhasil Kembangbiakkan Katak Pembunuh
Selasa,2013-06-18,15:56:32
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Peneliti Inggris berhasil mengembangbiakkan katak biru panah beracun (Poison dart) yang hanya bisa ditemukan di hutan tropis Kosta Rika dan Brasil. Katak ini termasuk dalam keluarga spesies Dendrobatidae.
Laman Dailymail, Selasa 18 Juni 2013, memberitakan katak yang berwarna mencolok itu saat ini terancam habitatnya karena wilayah mereka sedang dihancurkan.
Untungnya peneliti hewan di Walford and North Shropshire College berhasil menyelamatkan serta mengembangbiakkan salah satu amfibi mematikan ini di laboratorium mereka. Konon katak jenis ini mampu membunuh 10 orang dewasa.
Simon Metcalfe, ahli hewan universitas tersebut menjelaskan pengembangbiakan awalnya mengalami kesulitan karena kondisi habitat yang bebeda. ""Meski telur diletakkan pada beberapa kesempatan, para mahasiswa gagal membuat telur berubah menjadi berudu,"" kata Metcalfe.
Metcalfe melanjutkan, telur katak itu selalu berjamur dan tidak terbentuk. Kemudian setelah meneliti kondisi lingkungan yang dibutuhkan dan mendalami perilaku perkembangbiakan telur itu, beberapa penyesuaian dibuat oleh peneliti untuk menunggu sarang pertama telur diletakkan.
""Sekarang, semua riset dan usaha kami telah terbayar dan katak muda pertama kami telah pindah ke air dan pada lahan kering. Dengan demikian metamorfosis saat ini lengkap,"" jelasnya.
Dari Sepasang Katak
Pengembangbiakan ini bermula saat seorang mahasiswa mendonasikan sepasang katak jantan dan betina jenis ini ke Walford and North Shropshire College. Setelah pasangan katak itu membuahi telur, tim peneliti menempatkan katak dalam kolam. Butuh waktu 12 minggu untuk membuat katak muda berkembang.
Tim yang terdiri dari empat ahli itu kemudian mengatur suhu air pada 27 derajat celcius dan menyinari air dengan ultraviolet. Cara ini bertujuan menciptakan kondisi habitat alami katak tersebut.
Menurut catatan, hanya ada lebih dari 100 spesies katak jenis panah beracun, dengan kisaran panjang tubuh antara kurang dari 1 sampai 2,5 inchi di dunia.
Warna mencolok berfungsi untuk memperingatkan predator bahwa mereka adalah katak mematikan. Racun dalam katak ini terletak pada kulit mereka setelah memakan kulit pohon tertentu dan serangga di alam liar.
Katak ini sering dinamakan katak racun panah karena racunnya sering digunakan oleh suku asli Amerika pada panah mereka. Meski katak itu terkenal sangat mematikan, tapi saat dalam tahapan katak muda belum memiliki racun. "
Laman Dailymail, Selasa 18 Juni 2013, memberitakan katak yang berwarna mencolok itu saat ini terancam habitatnya karena wilayah mereka sedang dihancurkan.
Untungnya peneliti hewan di Walford and North Shropshire College berhasil menyelamatkan serta mengembangbiakkan salah satu amfibi mematikan ini di laboratorium mereka. Konon katak jenis ini mampu membunuh 10 orang dewasa.
Simon Metcalfe, ahli hewan universitas tersebut menjelaskan pengembangbiakan awalnya mengalami kesulitan karena kondisi habitat yang bebeda. ""Meski telur diletakkan pada beberapa kesempatan, para mahasiswa gagal membuat telur berubah menjadi berudu,"" kata Metcalfe.
Metcalfe melanjutkan, telur katak itu selalu berjamur dan tidak terbentuk. Kemudian setelah meneliti kondisi lingkungan yang dibutuhkan dan mendalami perilaku perkembangbiakan telur itu, beberapa penyesuaian dibuat oleh peneliti untuk menunggu sarang pertama telur diletakkan.
""Sekarang, semua riset dan usaha kami telah terbayar dan katak muda pertama kami telah pindah ke air dan pada lahan kering. Dengan demikian metamorfosis saat ini lengkap,"" jelasnya.
Dari Sepasang Katak
Pengembangbiakan ini bermula saat seorang mahasiswa mendonasikan sepasang katak jantan dan betina jenis ini ke Walford and North Shropshire College. Setelah pasangan katak itu membuahi telur, tim peneliti menempatkan katak dalam kolam. Butuh waktu 12 minggu untuk membuat katak muda berkembang.
Tim yang terdiri dari empat ahli itu kemudian mengatur suhu air pada 27 derajat celcius dan menyinari air dengan ultraviolet. Cara ini bertujuan menciptakan kondisi habitat alami katak tersebut.
Menurut catatan, hanya ada lebih dari 100 spesies katak jenis panah beracun, dengan kisaran panjang tubuh antara kurang dari 1 sampai 2,5 inchi di dunia.
Warna mencolok berfungsi untuk memperingatkan predator bahwa mereka adalah katak mematikan. Racun dalam katak ini terletak pada kulit mereka setelah memakan kulit pohon tertentu dan serangga di alam liar.
Katak ini sering dinamakan katak racun panah karena racunnya sering digunakan oleh suku asli Amerika pada panah mereka. Meski katak itu terkenal sangat mematikan, tapi saat dalam tahapan katak muda belum memiliki racun. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





