News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Bosch Akan Bangun Pabrik Komponen di Indonesia
Rabu,2013-09-11,09:49:36

Salah satu produk komponen otomotif Bosch yang diproduksi melalui Bosch Autoparts. | (boschautoparts.com)
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Perusahaan komponen global, Bosch, akan membangun pabrik komponen otomotif di Indonesia, dengan lokasi di sekitar Jakarta dan akan berproduksi mulai 2014 mendatang.
"Fasilitas produksi kami akan membantu pabrikan otomotif karena keunggulan lokasi yang lebih dekat, serta dapat memasok mereka dengan teknologi terkini," kata Direktur Pelaksana Bosch Indonesia, Rudy Karimun, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis.
Bosch merencanakan investasi lebih dari 10 juta euro untuk pendirian fasilitas pabrik pertamanya di Indonesia itu. Pabrik tersebut akan memproduksi komponen-komponen otomotif terutama untuk pabrikan mobil Jepang di Indonesia. Bosch merencanakan untuk merekrut lebih dari 120 eksekutif dalam tiga tahun kedepan.
Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil di Indonesia pada kuartal pertama 2013 meningkat 18 persen.
"Sebagai negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia dengan permintaan domestik yang kuat dan meningkatnya kemakmuran masyarakat, Indonesia akan segera menjadi pasar yang meminati produk-produk berkualitas tinggi," kata Rudy Karimun.
Sementara Presiden Bosch untuk Asia Tenggara, Martin Hayes, menyebutkan bahwa pendirian fasilitas produksi itu merupakan langkah penting yang dinantikan untuk bisnis di Indonesia dan merupakan langkah pengembangan bisnis Bosch di Asia Tenggara.
"Asia Tenggara adalah kawasan yang berkembang paling pesat bagi Bosch. Pengembangan di Asia Tenggara dengan memanfaatkan kemampuan kami dalam bidang pabrikasi dapat mempertegas potensi pertumbuhan yang kami lihat di wilayah ini," katanya.
Bosch memperkirakan pada tahun 2016, jumlah volume produksi mobil di negara berkembang, khususnya yang diproduksi oleh pembuat mobil asal Jepang, akan melampaui volume produksi di negara-negara maju.
Perusahaan-perusahaan Jepang meningkatkan belanja modal mereka ke luar negeri, khususnya di negara dengan ekonomi berkembang seperti di Asia Tenggara.
Bosch pertama kali beraktivitas di Indonesia pada 1922 dan saat ini diwakili oleh PT Robert Bosch, PT Bosch Rexroth dan perusahaan joint venture, BSH Home Appliances Pte Ltd.
Bidang usaha utama Bosch di Indonesia terdiri dari automotive aftermarket, automotive original equipment, security systems, drive and control, dan thermotechnology.
"Fasilitas produksi kami akan membantu pabrikan otomotif karena keunggulan lokasi yang lebih dekat, serta dapat memasok mereka dengan teknologi terkini," kata Direktur Pelaksana Bosch Indonesia, Rudy Karimun, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis.
Bosch merencanakan investasi lebih dari 10 juta euro untuk pendirian fasilitas pabrik pertamanya di Indonesia itu. Pabrik tersebut akan memproduksi komponen-komponen otomotif terutama untuk pabrikan mobil Jepang di Indonesia. Bosch merencanakan untuk merekrut lebih dari 120 eksekutif dalam tiga tahun kedepan.
Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil di Indonesia pada kuartal pertama 2013 meningkat 18 persen.
"Sebagai negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia dengan permintaan domestik yang kuat dan meningkatnya kemakmuran masyarakat, Indonesia akan segera menjadi pasar yang meminati produk-produk berkualitas tinggi," kata Rudy Karimun.
Sementara Presiden Bosch untuk Asia Tenggara, Martin Hayes, menyebutkan bahwa pendirian fasilitas produksi itu merupakan langkah penting yang dinantikan untuk bisnis di Indonesia dan merupakan langkah pengembangan bisnis Bosch di Asia Tenggara.
"Asia Tenggara adalah kawasan yang berkembang paling pesat bagi Bosch. Pengembangan di Asia Tenggara dengan memanfaatkan kemampuan kami dalam bidang pabrikasi dapat mempertegas potensi pertumbuhan yang kami lihat di wilayah ini," katanya.
Bosch memperkirakan pada tahun 2016, jumlah volume produksi mobil di negara berkembang, khususnya yang diproduksi oleh pembuat mobil asal Jepang, akan melampaui volume produksi di negara-negara maju.
Perusahaan-perusahaan Jepang meningkatkan belanja modal mereka ke luar negeri, khususnya di negara dengan ekonomi berkembang seperti di Asia Tenggara.
Bosch pertama kali beraktivitas di Indonesia pada 1922 dan saat ini diwakili oleh PT Robert Bosch, PT Bosch Rexroth dan perusahaan joint venture, BSH Home Appliances Pte Ltd.
Bidang usaha utama Bosch di Indonesia terdiri dari automotive aftermarket, automotive original equipment, security systems, drive and control, dan thermotechnology.
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





