News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Blobfish, Ikan Terjelek di Dunia"
Senin,2013-09-16,10:37:48

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Di Bumi, banyak jenis hewan yang hidup berdampingan dengan manusia. Mulai dari yang ganas, seram, lucu, dan berparas aneh dan jelek. Mereka juga makhluk ciptaan Yang Maha Kuasa. Beberapa di antaranya bahkan perlu diselamatkan oleh kita.
Melansir BBC, 13 September 2013, baru-baru ini di acara kampanye konservasi hewan yang diselenggarakan oleh Ugly Animal Preservation Society, terpilih ikan Blobfish sebagai hewan yang berpredikat paling buruk rupa di dunia.
Ikan Blobfish yang memiliki hidung besar seperti bekantan, berada di posisi pertama sebagai hewan terjelek pilihan masyarakat. Sementara di posisi kedua diraih oleh penyu berhidung babi.
Menurut Simon Watt, Presiden Ugly Animal Preservation Society, ikan Blobfish terpilih sebagai maskot baru dalam kampanye penyelamatan hewan-hewan yang memiliki bentuk aneh.
""Saya berharap dengan tampilan muka ikan Blobfish yang jelek, justru dapat menarik simpati banyak orang untuk ikut membantu penyelamatan hewan-hewan langka,"" kata Waat.
Dia mengatakan, proses pemilihan hewan terjelek di dunia ini menggunakan sistem voting. Setiap anggota Ugly Animal Preservation Society mempromosikan hewan-hewan terjelek untuk dilakukan konservasi.
""Hasilnya, ikan Blobfish dipilih oleh hampir 10.000 orang, dan hewan itu akhirnya terpilih menjadi hewan terjelek di dunia,"" ujar Watt.
Ikan Blobfish yang memiliki paras aneh ini biasa hidup di lepas pantai Australia bagian tenggara dan Tasmania. Ikan ini hidup di antara kedalaman 600 sampai 1.200 meter, di mana tekanan airnya sangat tinggi.
Tubuh ikan ini seperti agar-agar dan sedikit lebih padat dari pada air. Ia menghabiskan hidupnya hanya terombang-ambing di dasar laut. Biasanya ikan Blobfish memangsa kepiting dan lobster untuk santapan sehari-hari.
Saat ini, populasi ikan Blobfish diketahui semakin sedikit. Mereka sering menjadi korban pukat dari kapal-kapal nelayan. Untuk itu diperlukan pengawasan agar ikan ini tidak punah.
Carly Waterman dari Zoological Society of London's Edge Species Programme, yang fokus terhadap pelestarian hewan mengatakan, bahwa kampanye ini sangat penting dalam upaya penyelamatan hewan berbentuk aneh.
""Sekarang, sebagian besar keanekaragaman hayati di dunia mulai diabaikan. Dengan kampanye ini, maka sedikit demi sedikit ada beberapa spesies yang akan selamat dari ancaman kepunahan,"" tutup Waterman."
Melansir BBC, 13 September 2013, baru-baru ini di acara kampanye konservasi hewan yang diselenggarakan oleh Ugly Animal Preservation Society, terpilih ikan Blobfish sebagai hewan yang berpredikat paling buruk rupa di dunia.
Ikan Blobfish yang memiliki hidung besar seperti bekantan, berada di posisi pertama sebagai hewan terjelek pilihan masyarakat. Sementara di posisi kedua diraih oleh penyu berhidung babi.
Menurut Simon Watt, Presiden Ugly Animal Preservation Society, ikan Blobfish terpilih sebagai maskot baru dalam kampanye penyelamatan hewan-hewan yang memiliki bentuk aneh.
""Saya berharap dengan tampilan muka ikan Blobfish yang jelek, justru dapat menarik simpati banyak orang untuk ikut membantu penyelamatan hewan-hewan langka,"" kata Waat.
Dia mengatakan, proses pemilihan hewan terjelek di dunia ini menggunakan sistem voting. Setiap anggota Ugly Animal Preservation Society mempromosikan hewan-hewan terjelek untuk dilakukan konservasi.
""Hasilnya, ikan Blobfish dipilih oleh hampir 10.000 orang, dan hewan itu akhirnya terpilih menjadi hewan terjelek di dunia,"" ujar Watt.
Ikan Blobfish yang memiliki paras aneh ini biasa hidup di lepas pantai Australia bagian tenggara dan Tasmania. Ikan ini hidup di antara kedalaman 600 sampai 1.200 meter, di mana tekanan airnya sangat tinggi.
Tubuh ikan ini seperti agar-agar dan sedikit lebih padat dari pada air. Ia menghabiskan hidupnya hanya terombang-ambing di dasar laut. Biasanya ikan Blobfish memangsa kepiting dan lobster untuk santapan sehari-hari.
Saat ini, populasi ikan Blobfish diketahui semakin sedikit. Mereka sering menjadi korban pukat dari kapal-kapal nelayan. Untuk itu diperlukan pengawasan agar ikan ini tidak punah.
Carly Waterman dari Zoological Society of London's Edge Species Programme, yang fokus terhadap pelestarian hewan mengatakan, bahwa kampanye ini sangat penting dalam upaya penyelamatan hewan berbentuk aneh.
""Sekarang, sebagian besar keanekaragaman hayati di dunia mulai diabaikan. Dengan kampanye ini, maka sedikit demi sedikit ada beberapa spesies yang akan selamat dari ancaman kepunahan,"" tutup Waterman."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





