News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"WhiteKnightTwo, Pesawat Ruang Angkasa untuk Peneliti"
Selasa,2013-07-23,13:35:47
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Anda masih ingat dengan perusahaan wisata ruang angkasa, Virgin Galactic? Tak lama lagi, perjalanan wisata ke ruang angkasa tidak lagi sekadar isapan jempol belaka. Tapi, jadi kenyataan.
Pesawat ruang angkasa komersialnya, SpaceShipTwo, mulai akan membawa penumpang ke tepi ruang angkasa suborbital mulai tahun 2014.
Sampai saat ini, sudah ada 600 orang yang mendaftar untuk diantarkan melancong ke luar angkasa. Beberapa selebritis dunia pun tertarik, seperti Ashton Kutcher, Angelina Jolie, Justin Bieber dan Katy Perry. Termasuk pendiri Virgin Galactic, Sir Richard Branson.
Tidak hanya memiliki pesawat SpaceShipTwo khusus untuk berwisata di luar angkasa, Virgin juga mempunyai pesawat induk yang bisa digunakan untuk wisata dan penelitian.
Pesawat WhiteKnightTwo adalah pesawat yang membawa pesawat SpaceShipTwo pada ketinggian tertentu lalu kemudian melepaskannya untuk melanjutkan penerbangan sampai hingga batas suborbit.
Sementara SpaceShipTwo adalah inti pesawat yang mampu membawa dua awak dan enam penumpang. Batas muatannya hanya 600 kilogram dan mampu terbang hingga mencapai 110 kilometer. (Klik juga FOTO: Uji Coba Pesawat Tamasya Luar Angkasa)
Pesawat induk WhiteKnightTwo, memiliki batas muatan lebih besar, mencapai 13.000 kilogram dan mampu mencapai ketinggian 50.000 kaki, atau setara 15,2 kilometer.
Pesawat WhiteKnightTwo memiliki ruang kargo untuk para peneliti yang ingin membawa peralatan penelitian. Masing-masing beratnya 22,68 kilogram.
![]()
""Virgin Galactic tidak hanya fokus menerbangkan para wisatawan, tapi juga para peneliti yang ingin melakukan penelitian di ruang angkasa,"" kata Will Pomerantz, Wakil Presiden Program Khusus Virgin Galactic, dilansir Space, 23 Juli 2013.
Pomerantz menambahkan, misi penerbangan untuk penelitian ini mendapat bantuan dana dari program NASA's Flight Opportunities. Diharapkan penerbangan perdananya dilakukan pada tahun 2016.
""Perusahaan kami tidak mampu menyediakan dana untuk penelitian. Ini berkat bantuan dari NASA, maka peluang penelitian di ruang angkasa akan sangat mungkin terjadi,"" ujar Pomerantz.
""Tentu penelitian itu akan semakin memajukan ilmu pengetahuan manusia,"" tutup Pomerantz."
Pesawat ruang angkasa komersialnya, SpaceShipTwo, mulai akan membawa penumpang ke tepi ruang angkasa suborbital mulai tahun 2014.
Sampai saat ini, sudah ada 600 orang yang mendaftar untuk diantarkan melancong ke luar angkasa. Beberapa selebritis dunia pun tertarik, seperti Ashton Kutcher, Angelina Jolie, Justin Bieber dan Katy Perry. Termasuk pendiri Virgin Galactic, Sir Richard Branson.
Tidak hanya memiliki pesawat SpaceShipTwo khusus untuk berwisata di luar angkasa, Virgin juga mempunyai pesawat induk yang bisa digunakan untuk wisata dan penelitian.
Pesawat WhiteKnightTwo adalah pesawat yang membawa pesawat SpaceShipTwo pada ketinggian tertentu lalu kemudian melepaskannya untuk melanjutkan penerbangan sampai hingga batas suborbit.
Sementara SpaceShipTwo adalah inti pesawat yang mampu membawa dua awak dan enam penumpang. Batas muatannya hanya 600 kilogram dan mampu terbang hingga mencapai 110 kilometer. (Klik juga FOTO: Uji Coba Pesawat Tamasya Luar Angkasa)
Pesawat induk WhiteKnightTwo, memiliki batas muatan lebih besar, mencapai 13.000 kilogram dan mampu mencapai ketinggian 50.000 kaki, atau setara 15,2 kilometer.
Pesawat WhiteKnightTwo memiliki ruang kargo untuk para peneliti yang ingin membawa peralatan penelitian. Masing-masing beratnya 22,68 kilogram.
""Virgin Galactic tidak hanya fokus menerbangkan para wisatawan, tapi juga para peneliti yang ingin melakukan penelitian di ruang angkasa,"" kata Will Pomerantz, Wakil Presiden Program Khusus Virgin Galactic, dilansir Space, 23 Juli 2013.
Pomerantz menambahkan, misi penerbangan untuk penelitian ini mendapat bantuan dana dari program NASA's Flight Opportunities. Diharapkan penerbangan perdananya dilakukan pada tahun 2016.
""Perusahaan kami tidak mampu menyediakan dana untuk penelitian. Ini berkat bantuan dari NASA, maka peluang penelitian di ruang angkasa akan sangat mungkin terjadi,"" ujar Pomerantz.
""Tentu penelitian itu akan semakin memajukan ilmu pengetahuan manusia,"" tutup Pomerantz."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





