News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Video Matahari Lepas Dua Ledakan Terbesar 2013
Selasa,2013-05-14,10:35:32
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Matahari kembali melepaskan letupan api kategori dahsyat kemarin. Untungnya, letupan ini tidak mengarah ke Bumi.
Laman Universe Today melaporkan, Selasa 14 Mei 2013, letupan yang disebut sebagai X1.7 diklasifikasikan sebagai salah satu letupan terbesar pada 2013. Bahkan, letupannya kemudian disusul dengan letupan yang lebih kuat, letupan kelas X2.8. Letupan itu diabadikan laboratorium Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA.
Kedua letupan yang terjadi di bagian Matahari itu dikaitkan dengan fenomena Matahari lainnya, coronal mass ejection (CME). Fenomena ini merupakan badai Matahari yang memancarkan sinar radiasi dan bisa sewaktu-waktu mengarah ke Bumi.
Menurut pengamat cuaca ruang angkasa, SpaceWeather, badai yang dimaksud kali ini tidak mengarah langsung ke Bumi. Laman ini menyebutkan tidak ada planet yang terancam lontaran badai Matahari itu.
Hanya saja, badai itu mengancam misi Epoxi NASA, pesawat infra merah sensitif NASA, Spitzer, pesawat pengamat Matahari NASA, Stereo B, dan Messenger, pesawat yang mengorbiti Merkurius. Ancaman itu diperkirakan datang pada 15-16 Mei 2013.
NASA telah mengantisipasi lontaran CME dan segera menempatkan pesawat itu pada mode yang aman untuk melindungi instrumen pesawat. Badan antariksa AS itu menyebutkan, CME bisa meluncur dengan kecepatan 1.930 kilometer per detik ketika terlontar dari Matahari.
""Ada beberapa radiasi partikel. Ini jadi perhatian operator wahana antarplanet, karena partikel dapat berdampak pada elektronik komputer di pesawat,"" ujar pejabar NASA, dikutip Space.com.
![]()
Letupan Matahari kelas X muncul seiring aktifnya sisi kiri wilayah Matahari, dalam beberapa hari terakhir.
NASA mengatakan, jika letupan kelas X menuju Bumi, dapat berisiko serius bagi astronot, satelit ruang angkasa, GPS maupun komunikasi sinyal. Badai Matahari terkuat bahkan dapat memengaruhi sistem infrastruktur darat.
Sementara itu, letupan Matahari sedang dapat menghasilkan kilatan aurora yang spektakuler.
"
Laman Universe Today melaporkan, Selasa 14 Mei 2013, letupan yang disebut sebagai X1.7 diklasifikasikan sebagai salah satu letupan terbesar pada 2013. Bahkan, letupannya kemudian disusul dengan letupan yang lebih kuat, letupan kelas X2.8. Letupan itu diabadikan laboratorium Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA.
Kedua letupan yang terjadi di bagian Matahari itu dikaitkan dengan fenomena Matahari lainnya, coronal mass ejection (CME). Fenomena ini merupakan badai Matahari yang memancarkan sinar radiasi dan bisa sewaktu-waktu mengarah ke Bumi.
Menurut pengamat cuaca ruang angkasa, SpaceWeather, badai yang dimaksud kali ini tidak mengarah langsung ke Bumi. Laman ini menyebutkan tidak ada planet yang terancam lontaran badai Matahari itu.
Hanya saja, badai itu mengancam misi Epoxi NASA, pesawat infra merah sensitif NASA, Spitzer, pesawat pengamat Matahari NASA, Stereo B, dan Messenger, pesawat yang mengorbiti Merkurius. Ancaman itu diperkirakan datang pada 15-16 Mei 2013.
NASA telah mengantisipasi lontaran CME dan segera menempatkan pesawat itu pada mode yang aman untuk melindungi instrumen pesawat. Badan antariksa AS itu menyebutkan, CME bisa meluncur dengan kecepatan 1.930 kilometer per detik ketika terlontar dari Matahari.
""Ada beberapa radiasi partikel. Ini jadi perhatian operator wahana antarplanet, karena partikel dapat berdampak pada elektronik komputer di pesawat,"" ujar pejabar NASA, dikutip Space.com.
Letupan Matahari kelas X muncul seiring aktifnya sisi kiri wilayah Matahari, dalam beberapa hari terakhir.
NASA mengatakan, jika letupan kelas X menuju Bumi, dapat berisiko serius bagi astronot, satelit ruang angkasa, GPS maupun komunikasi sinyal. Badai Matahari terkuat bahkan dapat memengaruhi sistem infrastruktur darat.
Sementara itu, letupan Matahari sedang dapat menghasilkan kilatan aurora yang spektakuler.
"
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





