News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Unduh Aplikasi, Xiaomi Lampaui Google dan Apple
Jumat,2013-09-06,14:06:56

Pendiri dan CEO Xiaomi Lei Jun perkenalkan produk ponsel pintar terbarunya | (REUTERS/Jason Lee/Files)
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Xiaomi, produsen ponsel pintar China, belakangan ini memang menyita perhatian penikmat teknologi dunia.
Perusahaan pendatang baru yang disebut-sebut 'Apple dari Timur' itu semakin membuat dunia penasaran kala berhasil membujuk salah satu eksekutif Google, Wakil Presiden Android Hugo Barra ke "rumahnya" di China.
Belum selesai di situ. Melansir Techcrunch, Selasa 3 September 2013, baru-baru ini perusahaan yang baru berumur 3,5 tahun itu mengklaim rata-rata pengunduhan aplikasi pada kios aplikasinya, MIUI, tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan kios aplikasi kompetitor.
CEO Xiaomi Bin Lin mengungkapkan, pelanggan Xiaomi dua kali lebih aktif pasa situs mobile dari kompetitor lain. Ia juga mengungkapkan jumlah pengunduhan dari pusat aplikasi MIUI mencapai satu miliar hanya dalam tempo satu tahun.
Pertumbuhan itu didorong oleh pelanggan Xiaomi yang menginstal aplikasi baru hampir dua kali lipat dibandingkan App Store milik Apple maupun Google Play milik Android.
Sebagai perbandingan, rata-rata pengunduhan aplikasi pengguna ponsel Xiaomi per kuartal sekitar 26,5 juta aplikasi. Sementara App Store dan Google Play rata-rata sekitar 13-15 juta pengunduhan aplikasi dalam kategori yang sama.
Jago kandang
Namun, harus dicatat, pencapaian Xiaomi itu masih terbatas pada pasar lokal alias di lingkungan Negeri Tirai Bambu saja. Jika perusahaan China itu melebarkan sayap ke pasar global, tentunya harus belajar banyak dari Google Play.
Menurut analisa Sammer Singh dari laman Tech-Thoughts.net, jika memperluas pasar, Xiaomi harus memperkuat basis pengguna serta memperbanyak variasi aplikasi yang diunduh.
Selain itu, Xiaomi juga kudu lebih tekun mendekati para operator. Selain harga perangkat yang kemungkinan besar lebih terjangkau dari Apple maupun Samsung, aplikasi yang banyak dari Xiaomi bisa menambah keuntungan operator telekomunikasi.
Sebab, aplikasi yang banyak dan perangkat yang terjangkau mendorong konsumsi data lebih banyak atau secara ringkas bisa meningkatkan ARPU data pelanggan.
Perusahaan pendatang baru yang disebut-sebut 'Apple dari Timur' itu semakin membuat dunia penasaran kala berhasil membujuk salah satu eksekutif Google, Wakil Presiden Android Hugo Barra ke "rumahnya" di China.
Belum selesai di situ. Melansir Techcrunch, Selasa 3 September 2013, baru-baru ini perusahaan yang baru berumur 3,5 tahun itu mengklaim rata-rata pengunduhan aplikasi pada kios aplikasinya, MIUI, tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan kios aplikasi kompetitor.
CEO Xiaomi Bin Lin mengungkapkan, pelanggan Xiaomi dua kali lebih aktif pasa situs mobile dari kompetitor lain. Ia juga mengungkapkan jumlah pengunduhan dari pusat aplikasi MIUI mencapai satu miliar hanya dalam tempo satu tahun.
Pertumbuhan itu didorong oleh pelanggan Xiaomi yang menginstal aplikasi baru hampir dua kali lipat dibandingkan App Store milik Apple maupun Google Play milik Android.
Sebagai perbandingan, rata-rata pengunduhan aplikasi pengguna ponsel Xiaomi per kuartal sekitar 26,5 juta aplikasi. Sementara App Store dan Google Play rata-rata sekitar 13-15 juta pengunduhan aplikasi dalam kategori yang sama.
Jago kandang
Namun, harus dicatat, pencapaian Xiaomi itu masih terbatas pada pasar lokal alias di lingkungan Negeri Tirai Bambu saja. Jika perusahaan China itu melebarkan sayap ke pasar global, tentunya harus belajar banyak dari Google Play.
Menurut analisa Sammer Singh dari laman Tech-Thoughts.net, jika memperluas pasar, Xiaomi harus memperkuat basis pengguna serta memperbanyak variasi aplikasi yang diunduh.
Selain itu, Xiaomi juga kudu lebih tekun mendekati para operator. Selain harga perangkat yang kemungkinan besar lebih terjangkau dari Apple maupun Samsung, aplikasi yang banyak dari Xiaomi bisa menambah keuntungan operator telekomunikasi.
Sebab, aplikasi yang banyak dan perangkat yang terjangkau mendorong konsumsi data lebih banyak atau secara ringkas bisa meningkatkan ARPU data pelanggan.
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





