News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Tips Cegah Cyber Crime dari Eks Bos Keamanan Gedung Putih
Kamis,2013-03-14,10:49:54
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Tindak kejahatan di dunia maya (cyber crime) terus meningkat, seperti halnya tindak pornografi pada anak, perdagangan narkoba, pencurian data, dan kejahatan dalam bentuk lain.
Persoalan utama dalam tindak cyber crime adalah kurangnya pengetahuan pengguna internet terhadap bahaya dari cyber crime itu sendiri.
Menurut Prof Howard A Schmidt, mantan kepala keamanan siber Gedung Putih AS hingga Mei 2012, untuk memerangi kejahatan dunia maya memang butuh waktu yang panjang. Namun, saat ini pemerintah AS telah mempunyai sistem terpadu untuk mencegahnya.
""Untuk memerangi cyber crime, pemerintah memegang peran penting dalam membuat peraturan pencegahannya,"" kata Howard A Schmidt, saat ditemui di acara Seminar Cyber Security yang diselenggarakan Kedubes Finlandia di Jakarta, 13 Maret 2013.
""Dengan wewenang yang dimiliki, pemerintah harus melibatkan semua elemen, seperti institusi swasta dan masyarakat,"" tegasnya.
Beda Kultur
Diakui Schmidt, dalam penanganannya, cyber crime masih terkendala perbedaan budaya antarnegara. Misalnya, di beberapa negara sudah sangat waspada dengan cyber crime, sementara di negara lain ada yang belum mengetahui apa itu kejahatan dunia maya dan serba-serbinya.
""Oleh karena itu diperlukan sebuah kerja sama terpadu antarnegara dalam memberikan edukasi serta cara mengatasi cyber crime,"" kata Schmidt.
Untuk menangkal serangan cyber crime, Schmidt menyarankan agar setiap negara memiliki cara untuk mengidentifikasinya. ""Diperlukan kerangka kerja yang baik dalam memerangi cyber crime, seperti strategi identifikasi, mengedukasi pengguna Internet, dan tata cara pencegahan kejahatan,"" ungkapnya.
Schmidt juga menjelaskan, pemerintah harus membuat sebuah lingkungan yang sadar akan adanya cyber crime, misalnya dengan memberikan edukasi tentang menggunakan Internet dengan aman.
""Kerja sama terpadu antarnegara memiliki tujuan untuk membentuk sebuah lingkungan dunia maya yang aman. Dengan begitu ruang untuk tindakan cyber crime akan semakin berkurang,"" tutup Schmidt.
Kurikulum Sekolah
Sementara menurut Kalamullah Ramli, Staf Ahli Bidang Teknologi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, mencegah terjadinya cyber crime masih sangat sulit, sebab banyak pengguna Internet di Indonesia yang belum mengetahui bahaya cyber crime.
""Saat ini saya mulai berpikir untuk membuat kurikulum mengenai tindak cyber crime untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Ini penting dilakukan untuk menciptakan masyarakat yang sadar akan penggunaan Internet yang aman,"" tutup Ramli. "
Persoalan utama dalam tindak cyber crime adalah kurangnya pengetahuan pengguna internet terhadap bahaya dari cyber crime itu sendiri.
Menurut Prof Howard A Schmidt, mantan kepala keamanan siber Gedung Putih AS hingga Mei 2012, untuk memerangi kejahatan dunia maya memang butuh waktu yang panjang. Namun, saat ini pemerintah AS telah mempunyai sistem terpadu untuk mencegahnya.
""Untuk memerangi cyber crime, pemerintah memegang peran penting dalam membuat peraturan pencegahannya,"" kata Howard A Schmidt, saat ditemui di acara Seminar Cyber Security yang diselenggarakan Kedubes Finlandia di Jakarta, 13 Maret 2013.
""Dengan wewenang yang dimiliki, pemerintah harus melibatkan semua elemen, seperti institusi swasta dan masyarakat,"" tegasnya.
Beda Kultur
Diakui Schmidt, dalam penanganannya, cyber crime masih terkendala perbedaan budaya antarnegara. Misalnya, di beberapa negara sudah sangat waspada dengan cyber crime, sementara di negara lain ada yang belum mengetahui apa itu kejahatan dunia maya dan serba-serbinya.
""Oleh karena itu diperlukan sebuah kerja sama terpadu antarnegara dalam memberikan edukasi serta cara mengatasi cyber crime,"" kata Schmidt.
Untuk menangkal serangan cyber crime, Schmidt menyarankan agar setiap negara memiliki cara untuk mengidentifikasinya. ""Diperlukan kerangka kerja yang baik dalam memerangi cyber crime, seperti strategi identifikasi, mengedukasi pengguna Internet, dan tata cara pencegahan kejahatan,"" ungkapnya.
Schmidt juga menjelaskan, pemerintah harus membuat sebuah lingkungan yang sadar akan adanya cyber crime, misalnya dengan memberikan edukasi tentang menggunakan Internet dengan aman.
""Kerja sama terpadu antarnegara memiliki tujuan untuk membentuk sebuah lingkungan dunia maya yang aman. Dengan begitu ruang untuk tindakan cyber crime akan semakin berkurang,"" tutup Schmidt.
Kurikulum Sekolah
Sementara menurut Kalamullah Ramli, Staf Ahli Bidang Teknologi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, mencegah terjadinya cyber crime masih sangat sulit, sebab banyak pengguna Internet di Indonesia yang belum mengetahui bahaya cyber crime.
""Saat ini saya mulai berpikir untuk membuat kurikulum mengenai tindak cyber crime untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Ini penting dilakukan untuk menciptakan masyarakat yang sadar akan penggunaan Internet yang aman,"" tutup Ramli. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





