News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Tantang Mobil Murah, Jokowi Tak Khawatir Pendapatan Pajak Berkurang
Kamis,2013-09-12,08:25:19

Macetnya Jakarta
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, menilai mobil murah yang baru diluncurkan oleh produsen akan membuat kemacetan di Ibu Kota semakin parah.
Seperti diketahui, baru-baru ini pabrikan Toyota dan Daihatsu mengeluarkan mobil murah dengan harga di bawah seratus juta rupiah. Astra Daihatsu Ayla mematok mobil mereka dengan harga Rp76 sampai Rp106 juta sedangkan Astra Toyota Agya mematok Rp99,9 juta hingga Rp120,750 juta.
Salah satu solusi untuk mengurai macet adalah segera menerapkan kebijakan ganjil genap. Selain itu, angkutan umum juga harus memadai.
Jokowi sadar kebijakan anti macet itu akan menurunkan pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor. Tapi, Jokowi yakin meski pajak dari kendaraan berkurang, masih ada pendapatan lain yang lebih besar.
"Pajak kendaraan berkurang, ya tidak apa-apa, memangnya pendapatan itu dari kendaraan saja. Apa tak ada yang dari reklame, dari hotel. Tidak ada yang dari Dinas Pelayanan Pajak (DPP), itu sudah banyak," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu 11 September 2013.
Sebelum membuat keputusan, Jokowi mengaku sudah menghitung kelebihan dan kekurangannya. Kata dia, setelah dihitung, pendapatan dari bidang lain lebih besar dibanding pendapatan pajak kendaraan bermotor.
Menurutnya pendapatan kendaraan yang berkurang tidak berdampak besar terhadap pendapatan pajak DKI Jakarta. "Sudah, semuanya sudah dikalkulasi," ujarnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini pabrikan Toyota dan Daihatsu mengeluarkan mobil murah dengan harga di bawah seratus juta rupiah. Astra Daihatsu Ayla mematok mobil mereka dengan harga Rp76 sampai Rp106 juta sedangkan Astra Toyota Agya mematok Rp99,9 juta hingga Rp120,750 juta.
Salah satu solusi untuk mengurai macet adalah segera menerapkan kebijakan ganjil genap. Selain itu, angkutan umum juga harus memadai.
Jokowi sadar kebijakan anti macet itu akan menurunkan pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor. Tapi, Jokowi yakin meski pajak dari kendaraan berkurang, masih ada pendapatan lain yang lebih besar.
"Pajak kendaraan berkurang, ya tidak apa-apa, memangnya pendapatan itu dari kendaraan saja. Apa tak ada yang dari reklame, dari hotel. Tidak ada yang dari Dinas Pelayanan Pajak (DPP), itu sudah banyak," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu 11 September 2013.
Sebelum membuat keputusan, Jokowi mengaku sudah menghitung kelebihan dan kekurangannya. Kata dia, setelah dihitung, pendapatan dari bidang lain lebih besar dibanding pendapatan pajak kendaraan bermotor.
Menurutnya pendapatan kendaraan yang berkurang tidak berdampak besar terhadap pendapatan pajak DKI Jakarta. "Sudah, semuanya sudah dikalkulasi," ujarnya.
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





