News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
SMS Sosialisasi BBM Naik Didukung 10 Operator
Senin,2013-06-17,14:07:58
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Short Message Service (SMS) menjadi andalan pemerintah Indonesia untuk mensosialisasikan kebijakan maupun informasi baru kepada warga. Kali ini pemerintah kembali melakukan broadcast SMS ke 240 juta masyarakat Indonesia terkait sosialisasi penyesuaian subsidi BBM.
Sebelumnya pada tahun 2009, pemerintah Indonesia juga pernah melakukan broadcast SMS dalam rangka memberikan informasi mengenai pemilihan Presiden.
Menurut Fredi Kartono, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informasi, pengiriman SMS adalah salah satu metode yang digunakan untuk mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM.
""Para penyelanggara telekomunikasi di Indonesia turut berpartisipasi dalam pelaksanaan sosialisasi ini, karena menggunakan jaringan telekomunikasi mereka,"" kata Fredi, di acara Pengiriman Perdana SMS Broadcast Dalam Rangka Sosialisasi Penyesuaian Subsidi BBM, di Kementerian ESDM, Jakarta, 17 Juni 2013.
Berdasarkan Instruksi Presiden No 5 Tahun 2013 tentang sosialisasi subsidi BBM, perlu dilakukan penyampaian informasi mengenai subsidi kepada 240 juta pemilik nomor telpon seluler di Indonesia.
""Saat ini SMS telah menjadi salah satu kebutuhan primer masyarakat. Sosialisasi ini akan berbentuk SMS dalam 160 karakter terkait penyesuaian subsidi BBM dan mekanisme pelaporan mayarakat terhadap adanya pelanggaran dalam kenaikan harga BBM,"" ujar Fredi.
Di acara yang sama, Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Gatot S Dewabroto, mengatakan ada 10 operator telekomunikasi yang berkerjasama dengan pemerintah dalam sosialisasi penyesuaian subsidi BBM.
""Di antaranya adalah Telkom, Telkomsel, Indosat, Axis, XL, Tri, Smartfren, Smarttelekom, STI, dan Esia,"" kata Gatot.
Gatot menambahkan, pemerintah gratis melakukan pengiriman SMS, karena ini merupakan bagian dari Coorpotare Social Responsibility (CSR) dari para operator telekomunikasi.
""Tanggung jawab terhadap isi dari SMS adalah pihak pemerintah, bukan operator telekomunikasi. Mereka (operator telekomunikasi) hanya mengirimkan saja,"" ujar Gatot.
Masyarakat juga diharapkan melakukan pengasawan menjelang kenaikan harga BBM. Di akhir SMS dituliskan pengaduan masyarakat bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 1708.
""Pengaduan masyarakat akan dikenakan tarif seperti SMS biasa. Laporan dari masyarakat terkait pelanggaran menjelang kenaikan harga BBM, seperti penimbunan BBM, kompensasi bantuan, dan lainnya,"" kata Gatot."
Sebelumnya pada tahun 2009, pemerintah Indonesia juga pernah melakukan broadcast SMS dalam rangka memberikan informasi mengenai pemilihan Presiden.
Menurut Fredi Kartono, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informasi, pengiriman SMS adalah salah satu metode yang digunakan untuk mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM.
""Para penyelanggara telekomunikasi di Indonesia turut berpartisipasi dalam pelaksanaan sosialisasi ini, karena menggunakan jaringan telekomunikasi mereka,"" kata Fredi, di acara Pengiriman Perdana SMS Broadcast Dalam Rangka Sosialisasi Penyesuaian Subsidi BBM, di Kementerian ESDM, Jakarta, 17 Juni 2013.
Berdasarkan Instruksi Presiden No 5 Tahun 2013 tentang sosialisasi subsidi BBM, perlu dilakukan penyampaian informasi mengenai subsidi kepada 240 juta pemilik nomor telpon seluler di Indonesia.
""Saat ini SMS telah menjadi salah satu kebutuhan primer masyarakat. Sosialisasi ini akan berbentuk SMS dalam 160 karakter terkait penyesuaian subsidi BBM dan mekanisme pelaporan mayarakat terhadap adanya pelanggaran dalam kenaikan harga BBM,"" ujar Fredi.
Di acara yang sama, Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Gatot S Dewabroto, mengatakan ada 10 operator telekomunikasi yang berkerjasama dengan pemerintah dalam sosialisasi penyesuaian subsidi BBM.
""Di antaranya adalah Telkom, Telkomsel, Indosat, Axis, XL, Tri, Smartfren, Smarttelekom, STI, dan Esia,"" kata Gatot.
Gatot menambahkan, pemerintah gratis melakukan pengiriman SMS, karena ini merupakan bagian dari Coorpotare Social Responsibility (CSR) dari para operator telekomunikasi.
""Tanggung jawab terhadap isi dari SMS adalah pihak pemerintah, bukan operator telekomunikasi. Mereka (operator telekomunikasi) hanya mengirimkan saja,"" ujar Gatot.
Masyarakat juga diharapkan melakukan pengasawan menjelang kenaikan harga BBM. Di akhir SMS dituliskan pengaduan masyarakat bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 1708.
""Pengaduan masyarakat akan dikenakan tarif seperti SMS biasa. Laporan dari masyarakat terkait pelanggaran menjelang kenaikan harga BBM, seperti penimbunan BBM, kompensasi bantuan, dan lainnya,"" kata Gatot."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





