News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Sistem Potong Pulsa Tumbuhkan Aplikasi Nokia
Rabu,2013-04-24,14:02:53
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Produsen ponsel asal Finlandia, Nokia, mengaku dukungan infrastruktur ekosistem aplikasi, yakni sistem pemotongan pulsa, berhasil mendorong pertumbuhan transaksi game pengembangan Nokia.
Dalam acara peluncuran game besutan pengembang Nokia di Jakarta, Rabu 24 April 2013, Developer Manager Ecosystem and Development Experience Nokia Indonesia, Narendra Wicaksono, mengatakan, game berkualitas dan pasar yang besar butuh dukungan infrastuktur agar tetap bertumbuh.
""Dengan operator billing, transaksi aplikasi bisa naik 200-300 persen dibanding pembayaran dengan kartu kredit,"" kata Narendra.
Operator billing merupakan sistem pembayaran potong pulsa, sehingga pengguna dimudahkan dalam membeli sebuah aplikasi atau game. Ia menuturkan, hampir sebagian besar pengguna memanfaatkan model game In-Apps Purchase, yakni sekitar 80 persen.
""Model ini merupakan opsi pembayaran aplikasi dalam sebuah game, yang awalnya gratis,"" terang Narendra.
Selain sistem pembayaran yang lebih fleksibel, infrastruktur lain yang dibuat Nokia adalah memfasilitasi wadah kompetisi berjenjang Nokia VIP Developer, Nokia Premium Developer, dan Nokia Competition Developer. Wadah ini disesuaikan dengan kualitas aplikasi. Semakin baik kualitas, pengembang akan mendapatkan fasilitas lebih dari Nokia.
Misalnya, produk aplikasi ditampilkan pada halaman terdepan dari Nokia Store, mendapat prioritas dari proyek aplikasi brand tertentu dan lainnya.
""Akhirnya muncul game atau aplikasi yang berkualitas bagus, pengembangan yang matang, hingga bisa diunduh dan dibeli,"" tambahnya.
Narendra menyebutkan, ekosistem aplikasi Nokia itu membuat pengguna lebih mudah mendapatkan konten atau aplikasi yang berkualitas. ""Cara ini kami sebut dengan creating engaging consumer,"" ujarnya.
Pengembang game Nokia asal Bandung, Own Game, misalnya, telah mencapai 2,3 juta unduh di seluruh dunia dengan sistem ekosistem Nokia. "
Dalam acara peluncuran game besutan pengembang Nokia di Jakarta, Rabu 24 April 2013, Developer Manager Ecosystem and Development Experience Nokia Indonesia, Narendra Wicaksono, mengatakan, game berkualitas dan pasar yang besar butuh dukungan infrastuktur agar tetap bertumbuh.
""Dengan operator billing, transaksi aplikasi bisa naik 200-300 persen dibanding pembayaran dengan kartu kredit,"" kata Narendra.
Operator billing merupakan sistem pembayaran potong pulsa, sehingga pengguna dimudahkan dalam membeli sebuah aplikasi atau game. Ia menuturkan, hampir sebagian besar pengguna memanfaatkan model game In-Apps Purchase, yakni sekitar 80 persen.
""Model ini merupakan opsi pembayaran aplikasi dalam sebuah game, yang awalnya gratis,"" terang Narendra.
Selain sistem pembayaran yang lebih fleksibel, infrastruktur lain yang dibuat Nokia adalah memfasilitasi wadah kompetisi berjenjang Nokia VIP Developer, Nokia Premium Developer, dan Nokia Competition Developer. Wadah ini disesuaikan dengan kualitas aplikasi. Semakin baik kualitas, pengembang akan mendapatkan fasilitas lebih dari Nokia.
Misalnya, produk aplikasi ditampilkan pada halaman terdepan dari Nokia Store, mendapat prioritas dari proyek aplikasi brand tertentu dan lainnya.
""Akhirnya muncul game atau aplikasi yang berkualitas bagus, pengembangan yang matang, hingga bisa diunduh dan dibeli,"" tambahnya.
Narendra menyebutkan, ekosistem aplikasi Nokia itu membuat pengguna lebih mudah mendapatkan konten atau aplikasi yang berkualitas. ""Cara ini kami sebut dengan creating engaging consumer,"" ujarnya.
Pengembang game Nokia asal Bandung, Own Game, misalnya, telah mencapai 2,3 juta unduh di seluruh dunia dengan sistem ekosistem Nokia. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





