News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Seekor Katak Terjun dari Pesawat Ruang Angkasa
Jumat,2013-09-13,16:24:57

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Seekor katak terlihat melayang-layang di dekat pesawat ruang angkasa milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang baru saja diluncurkan ke Bulan. Kondisi itu memunculkan anggapan bahwa NASA akan mengirim katak ke ruang angkasa.
The Christian Science Monitor melansir, katak yang tidak diketahui jenisnya itu tertangkap kamera sesaat setelah pesawat ruang angkasa NASA bernama LADEE lepas landas di Pad 0B di Wallops Island, Virginia, AS.
""Kami tidak mengetahui dari mana asal katak itu,"" kata seorang pejabat NASA, menanggapi isu yang berkembang bahwa NASA sedang merencanakan mengirimkan katak ke Bulan.
NASA menyampaikan, katak itu mungkin sedang berada di kolam air di sekitar landasan (launchpad) ketika pesawat diluncurkan. Kolam itu memang sengaja dibuat NASA untuk menghindari kerusakan pada Pad akibat semburan panas dari roket.
NASA mengonfirmasi, katak di dalam foto itu bukan lelucon dan memang benar adanya. Sayangnya, lembaga antariksa itu enggan mengomentari mengenai rencana mengirimkan katak di misi peluncuran pesawat ruang angkasa LADEE ke bulan, yang menelan biaya sebesar US$263 juta, setara Rp2,9 triliun.
Dalam pernyataannya, NASA menegaskan bahwa katak itu benar-benar berada di frame foto di salah satu kamera jarak jauh ketika sedang mendokumentasikan peluncuran pesawat ruang angkasa LADEE.
""Saat ini kami tidak mengetahui secara pasti kondisi katak itu,"" kata NASA, dalam pernyataannya.
Peristiwa kemunculan katak di pesawat ruang angkasa itu bukan pertama kalinya terjadi. Empat tahun lalu, seekor kelelawar terbakar hidup-hidup di pesawat ulang alik Discovery.
Berdasarkan hasil identifikasi, kelelawar itu tidur di tangki bahan bakar pesawat sebelum melakukan lepas landas. "
The Christian Science Monitor melansir, katak yang tidak diketahui jenisnya itu tertangkap kamera sesaat setelah pesawat ruang angkasa NASA bernama LADEE lepas landas di Pad 0B di Wallops Island, Virginia, AS.
""Kami tidak mengetahui dari mana asal katak itu,"" kata seorang pejabat NASA, menanggapi isu yang berkembang bahwa NASA sedang merencanakan mengirimkan katak ke Bulan.
NASA menyampaikan, katak itu mungkin sedang berada di kolam air di sekitar landasan (launchpad) ketika pesawat diluncurkan. Kolam itu memang sengaja dibuat NASA untuk menghindari kerusakan pada Pad akibat semburan panas dari roket.
NASA mengonfirmasi, katak di dalam foto itu bukan lelucon dan memang benar adanya. Sayangnya, lembaga antariksa itu enggan mengomentari mengenai rencana mengirimkan katak di misi peluncuran pesawat ruang angkasa LADEE ke bulan, yang menelan biaya sebesar US$263 juta, setara Rp2,9 triliun.
Dalam pernyataannya, NASA menegaskan bahwa katak itu benar-benar berada di frame foto di salah satu kamera jarak jauh ketika sedang mendokumentasikan peluncuran pesawat ruang angkasa LADEE.
""Saat ini kami tidak mengetahui secara pasti kondisi katak itu,"" kata NASA, dalam pernyataannya.
Peristiwa kemunculan katak di pesawat ruang angkasa itu bukan pertama kalinya terjadi. Empat tahun lalu, seekor kelelawar terbakar hidup-hidup di pesawat ulang alik Discovery.
Berdasarkan hasil identifikasi, kelelawar itu tidur di tangki bahan bakar pesawat sebelum melakukan lepas landas. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





