News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Robot Canggih, Bisa Lompat dan Memanjat"
Kamis,2013-08-15,09:44:28

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Dua orang ilmuwan di Amerika Serikat akhirnya berhasil menciptakan robot baru setelah melalui beberapa kali proyek. Kali ini bukan robot yang mempunyai kemampuan berjalan atau menari, tetapi melompat dan memanjat.
Tentu saja kemampuan ini sangat berguna untuk misi pencarian di bidang militer atau sebagai alat transportasi untuk memasok logistik dan semacamnya.
Meski terlihat sederhana, proses pembuatan proyek ini terbilang panjang. Dilansir Phys.org, 14 Agustus 2013, proyek robot ini dimulai sejak dari 15 tahun yang lalu di University of Pennsylvania, AS.
Ketika itu, sejumlah peneliti dari beberapa universitas mulai bertanya-tanya, mampukah robot melintasi medan berat seperti halnya hewan.
Robot yang berkaki, mungkin beroda, memiliki kemampuan seperti hewan, cekatan, dan bisa mengatasi halang rintang seperti tangga dan pagar.
Tapi, sampai proyek RHex terakhir, yang dikembangkan oleh profesor teknik Daniel Koditschek dan mahasiswa doktoral Aaron Johnson, belum ada robot berkaki yang bisa menghadapi medan berat dibandingkan robot beroda seperti yang dibuat mereka.
![]()
Koditschek dan Johnson telah mengembangkan mekanisme pada robot yang memungkinkan robot itu melompati celah atau lubang, yang mana selalu gagal pada proyek-proyek RHex sebelumnya.
Tak hanya itu, sang robot juga mampu menaklukkan pagar tinggi yang biasanya selalu berhasil memblokir jalan. Robot juga mampu bermanuver melewati pagar yang empat kali lebih tinggi dari tingginya. Mungkin kurang lebih mirip dengan lompatan seekor kucing atau anjing.
Kedua ilmuwan merancang robot versi terbaru dari RHex dengan menggunakan serat karbon ringan. Hal ini memungkinkan robot agar lebih gesit melakukan lompatan dan memanjat.
Kemungkinan ke depan, robot ini akan digunakan untuk kepentingan militer. Karena, pada awalnya, proyek RHex sedari awal didanai oleh Departemen Pertahanan AS bidang teknologi militer. Lalu, versi terbaru mendapat kucuran dana segara dari Angkatan Laut AS (U.S Army).
"
Tentu saja kemampuan ini sangat berguna untuk misi pencarian di bidang militer atau sebagai alat transportasi untuk memasok logistik dan semacamnya.
Meski terlihat sederhana, proses pembuatan proyek ini terbilang panjang. Dilansir Phys.org, 14 Agustus 2013, proyek robot ini dimulai sejak dari 15 tahun yang lalu di University of Pennsylvania, AS.
Ketika itu, sejumlah peneliti dari beberapa universitas mulai bertanya-tanya, mampukah robot melintasi medan berat seperti halnya hewan.
Robot yang berkaki, mungkin beroda, memiliki kemampuan seperti hewan, cekatan, dan bisa mengatasi halang rintang seperti tangga dan pagar.
Tapi, sampai proyek RHex terakhir, yang dikembangkan oleh profesor teknik Daniel Koditschek dan mahasiswa doktoral Aaron Johnson, belum ada robot berkaki yang bisa menghadapi medan berat dibandingkan robot beroda seperti yang dibuat mereka.
Koditschek dan Johnson telah mengembangkan mekanisme pada robot yang memungkinkan robot itu melompati celah atau lubang, yang mana selalu gagal pada proyek-proyek RHex sebelumnya.
Tak hanya itu, sang robot juga mampu menaklukkan pagar tinggi yang biasanya selalu berhasil memblokir jalan. Robot juga mampu bermanuver melewati pagar yang empat kali lebih tinggi dari tingginya. Mungkin kurang lebih mirip dengan lompatan seekor kucing atau anjing.
Kedua ilmuwan merancang robot versi terbaru dari RHex dengan menggunakan serat karbon ringan. Hal ini memungkinkan robot agar lebih gesit melakukan lompatan dan memanjat.
Kemungkinan ke depan, robot ini akan digunakan untuk kepentingan militer. Karena, pada awalnya, proyek RHex sedari awal didanai oleh Departemen Pertahanan AS bidang teknologi militer. Lalu, versi terbaru mendapat kucuran dana segara dari Angkatan Laut AS (U.S Army).
"
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





