News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Rafflesia Merah Putih Ditemukan di Riau
Rabu,2013-03-27,08:59:51
(IANnews.id) "
(IANNnews) Riau - Tim Tiger Patrol Unit (TPU) yang dibentuk WWF-Indonesia dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menemukan bunga rafflesia dalam keadaan mekar sempurna di Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang-Bukit Baling, Kabupaten Kampar, Riau. Penemuan ini merupakan pencatatan rekor baru di SM Bukit Rimbang Baling.
Raflesia Merah Putih (Rafflesia hasseltii) dilindungi secara hukum berdasarkan PP Nomor 7 tahun 1999, dan berstatus genting (endangered) dalam Daftar Merah IUCN. Dalam siaran pers, Selasa 26 Maret 2013, Tim TPU menyatakan menemukan lima bunga rafflesia, yang mana salah satunya dalam kondisi mekar sempurna, dengan ukuran diameter sekitar 50 cm di lokasi 448 meter di atas permukaan laut pada 20 Maret 2013. Bunga ini sangat jarang ditemukan dalam kondisi mekar sempurna.
Bunga raflesia ini diketahui dengan nama lokal ‘Cendawan Muka Rimau’. Pada saat mekar, diameter bunga bisa mencapai 30-50 cm, cuping (perigone) 11-13 cm, dan lebar 15-17 cm. Warnanya merah kecoklatan dengan lempeng warna putih yang relatif besar dan tidak beraturan. Karena warna inilah, bunga ini mendapatkan julukan ‘raflesia merah putih’.
Raflesia ini merupakan tumbuhan parasit dengan inang (genus) Tetrastigma leucostaphyllum. Wilayah penyebarannya meliputi Selat Peninsula Malaysia, Sarawak, dan Sumatera. Di Sumatera sendiri, wilayah penyebarannya sangat terbatas, meliputi Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Sanglap, Riau, Jambi, dan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Para ahli harimau mengklasifikasikan hutan SM Bukit Rimbang-Bukit Baling sebagai kawasan prioritas jangka panjang konservasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Pada 2012, di lokasi yang sama, perangkap kamera yang dipasang oleh tim monitoring WWF-Indonesia merekam lima dari tujuh spesies kucing hutan yang ada di Indonesia.
Namun sayangnya, kawasan tersebut terancam oleh aktivitas perambahan dan pembalakan liar. Penemuan ini membuktikan bahwa kondisi keanekaragaman hayati di SM Bukit Rimbang-Bukit Baling masih dalam kondisi baik, namun di beberapa lokasi masih diperlukan improvisasi manajemen kawasan yang lebih baik. "
Raflesia Merah Putih (Rafflesia hasseltii) dilindungi secara hukum berdasarkan PP Nomor 7 tahun 1999, dan berstatus genting (endangered) dalam Daftar Merah IUCN. Dalam siaran pers, Selasa 26 Maret 2013, Tim TPU menyatakan menemukan lima bunga rafflesia, yang mana salah satunya dalam kondisi mekar sempurna, dengan ukuran diameter sekitar 50 cm di lokasi 448 meter di atas permukaan laut pada 20 Maret 2013. Bunga ini sangat jarang ditemukan dalam kondisi mekar sempurna.
Bunga raflesia ini diketahui dengan nama lokal ‘Cendawan Muka Rimau’. Pada saat mekar, diameter bunga bisa mencapai 30-50 cm, cuping (perigone) 11-13 cm, dan lebar 15-17 cm. Warnanya merah kecoklatan dengan lempeng warna putih yang relatif besar dan tidak beraturan. Karena warna inilah, bunga ini mendapatkan julukan ‘raflesia merah putih’.
Raflesia ini merupakan tumbuhan parasit dengan inang (genus) Tetrastigma leucostaphyllum. Wilayah penyebarannya meliputi Selat Peninsula Malaysia, Sarawak, dan Sumatera. Di Sumatera sendiri, wilayah penyebarannya sangat terbatas, meliputi Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Sanglap, Riau, Jambi, dan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Para ahli harimau mengklasifikasikan hutan SM Bukit Rimbang-Bukit Baling sebagai kawasan prioritas jangka panjang konservasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Pada 2012, di lokasi yang sama, perangkap kamera yang dipasang oleh tim monitoring WWF-Indonesia merekam lima dari tujuh spesies kucing hutan yang ada di Indonesia.
Namun sayangnya, kawasan tersebut terancam oleh aktivitas perambahan dan pembalakan liar. Penemuan ini membuktikan bahwa kondisi keanekaragaman hayati di SM Bukit Rimbang-Bukit Baling masih dalam kondisi baik, namun di beberapa lokasi masih diperlukan improvisasi manajemen kawasan yang lebih baik. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





