News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Ponsel Lokal di Tengah Gempuran Merek Global
Kamis,2013-07-18,09:37:06
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - 2012, pertumbuhan pasar ponsel di Indonesia meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total pengapalan sekitar 55 juta unit. Pada 2013 ini, berdasarkan data lembaga riset GFK, pertumbuhannya naik mencapai 44 persen.
Hal itu menunjukkan bahwa potensi pasar ponsel pintar sangat besar, terutama di Indonesia yang memiliki banyak konsumen pengguna pemula ponsel pintar.
Temuan itu juga menunjukkan bahwa jumlah ponsel baik merek global dan lokal tidak sedikit yang berseliweran di Tanah Air. Dan, produk global, seperti Samsung, BlackBerry, LG, Huawei, dan sebagainya, jauh lebih dominan mengatasi produk-produk merek lokal di dalam negeri.
Namun, sejumlah vendor merek lokal mengaku punya strategi sendiri untuk menyiasati situasi sulit di tengah gempuran merek-merek ternama. Misalnya, Cyrus, yang memiliki strategi dengan membangun positioning merek dan diferensiasi produk.
Menurut Budiasto Kusuma, Direktur Marketing PT Mitra Komunikasi Nusantara (Cyrus), ponsel Cyrus itu bukan merek yang datang ke pabrikan yang membeli merek kemudian menjadikannya merek baru.
""Tapi, Cyrus ada perusahaan yang berangkat dari device. Kami memiliki para desainer sendiri untuk membuat sebuah produk,"" kata Budiasto, di Jakarta, 17 Juli 2013.
Dia menambahkan, selain itu kami juga punya desain house sendiri yang mampu membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
""Artinya sebelum kita membuat sebuah produk, ada tahap diskusi terlebih dahulu untuk menentukan produk yang akan dibuat. Kami selalu membuat produk yang berbeda dengan merek-merek lain,"" ujar Budiasto.
Budiasto juga menuturkan, misalnya untuk produk tablet, kami adalah perusahaan pembuat tablet pertama di Indonesia yang memiliki televisi. Sementara untuk perangkat ponsel pintar, kita telah memiliki ponsel pintar yang cukup mumpuni dalam segi kamera.
""Strategi ini akan terus dipertahankan untuk pembuatan produk-produk baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi,"" ungkap Budiasto.
Strategi lain yang diterapkan Cyrus adalah produk-produk pertama yang diluncurkan selalu untuk segmen high end, atau memiliki kualitas teknologi tinggi. Itu untuk menciptakan brand image kalau Cyrus mampu memproduksi produk-produk canggih.
""Selanjutnya kami baru meluncurkan produk-produk yang memiliki kualitas low end untuk segmen menangah ke bawah,"" tutup Budiasto. "
Hal itu menunjukkan bahwa potensi pasar ponsel pintar sangat besar, terutama di Indonesia yang memiliki banyak konsumen pengguna pemula ponsel pintar.
Temuan itu juga menunjukkan bahwa jumlah ponsel baik merek global dan lokal tidak sedikit yang berseliweran di Tanah Air. Dan, produk global, seperti Samsung, BlackBerry, LG, Huawei, dan sebagainya, jauh lebih dominan mengatasi produk-produk merek lokal di dalam negeri.
Namun, sejumlah vendor merek lokal mengaku punya strategi sendiri untuk menyiasati situasi sulit di tengah gempuran merek-merek ternama. Misalnya, Cyrus, yang memiliki strategi dengan membangun positioning merek dan diferensiasi produk.
Menurut Budiasto Kusuma, Direktur Marketing PT Mitra Komunikasi Nusantara (Cyrus), ponsel Cyrus itu bukan merek yang datang ke pabrikan yang membeli merek kemudian menjadikannya merek baru.
""Tapi, Cyrus ada perusahaan yang berangkat dari device. Kami memiliki para desainer sendiri untuk membuat sebuah produk,"" kata Budiasto, di Jakarta, 17 Juli 2013.
Dia menambahkan, selain itu kami juga punya desain house sendiri yang mampu membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
""Artinya sebelum kita membuat sebuah produk, ada tahap diskusi terlebih dahulu untuk menentukan produk yang akan dibuat. Kami selalu membuat produk yang berbeda dengan merek-merek lain,"" ujar Budiasto.
Budiasto juga menuturkan, misalnya untuk produk tablet, kami adalah perusahaan pembuat tablet pertama di Indonesia yang memiliki televisi. Sementara untuk perangkat ponsel pintar, kita telah memiliki ponsel pintar yang cukup mumpuni dalam segi kamera.
""Strategi ini akan terus dipertahankan untuk pembuatan produk-produk baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi,"" ungkap Budiasto.
Strategi lain yang diterapkan Cyrus adalah produk-produk pertama yang diluncurkan selalu untuk segmen high end, atau memiliki kualitas teknologi tinggi. Itu untuk menciptakan brand image kalau Cyrus mampu memproduksi produk-produk canggih.
""Selanjutnya kami baru meluncurkan produk-produk yang memiliki kualitas low end untuk segmen menangah ke bawah,"" tutup Budiasto. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





