News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Pengguna Google Reader Galang Petisi Online
Senin,2013-03-18,13:29:11
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Pada 1 Juli 2013, Google berencana menutup salah satu layanannya, Google Reader, aplikasi kumpulan (aggregator) berita berbasis RSS asli buatan Google.
Rencana ini pun menuai reaksi berupa petisi online, yang mendesak Google untuk mengurungkan niatnya mematikan Google Reader. Petisi itu diunggah di situs Change.org, situs Web yang kerap dipakai khalayak untuk menyampaikan petisi dan kampanye online.
Dari sejumlah petisi yang menyuarakan agar Google Reader tetap dipertahankan, salah satu di antaranya cukup mencuat di segi jumlah. Petisi itu bertajuk 'Google: Keep Google Reader Running' yang digagas oleh Dan Lewis, salah satu pengguna loyal Reader yang berlokasi di New York, AS.
Mengutip Techday, pada akhir pekan lalu, total tandatangan yang berhasil membubuh petisi tersebut mencapai 100.000 lebih, dengan 400.000 pageview sejak dibuat minggu lalu. Hari ini, jumlahnya lebih dari 124.000, dan terus bertambah.
Petisi ini muncul sebagai upaya para loyalis Reader untuk mengubah pikiran Si Raksasa Internet. Meski terdengar sulit, para penandatangan optimistis rencana pentupan ini bisa kandas dengan petisi.
Konon, Google membutuhkan sejuta tandatangan untuk mempertimbangkan ulang keputusannya menutup Google Reader.
Sementara menunggu tenggat waktu itu datang, Google mengimbau para pengguna Reader untuk mengekspor data-datanya, termasuk langganan RSS mereka di Reader, dengan menggunakan Google Takeout.
Sebagai alternatif, pengguna bisa menggunakan layanan serupa, seperti Old Reader, Feedly, Newsblur, Reeder, dan Digg.
Jika ingin turut serta, Anda bisa menyumbangkan tanda tangan Anda melalui tautan ini."
Rencana ini pun menuai reaksi berupa petisi online, yang mendesak Google untuk mengurungkan niatnya mematikan Google Reader. Petisi itu diunggah di situs Change.org, situs Web yang kerap dipakai khalayak untuk menyampaikan petisi dan kampanye online.
Dari sejumlah petisi yang menyuarakan agar Google Reader tetap dipertahankan, salah satu di antaranya cukup mencuat di segi jumlah. Petisi itu bertajuk 'Google: Keep Google Reader Running' yang digagas oleh Dan Lewis, salah satu pengguna loyal Reader yang berlokasi di New York, AS.
Mengutip Techday, pada akhir pekan lalu, total tandatangan yang berhasil membubuh petisi tersebut mencapai 100.000 lebih, dengan 400.000 pageview sejak dibuat minggu lalu. Hari ini, jumlahnya lebih dari 124.000, dan terus bertambah.
Petisi ini muncul sebagai upaya para loyalis Reader untuk mengubah pikiran Si Raksasa Internet. Meski terdengar sulit, para penandatangan optimistis rencana pentupan ini bisa kandas dengan petisi.
Konon, Google membutuhkan sejuta tandatangan untuk mempertimbangkan ulang keputusannya menutup Google Reader.
Sementara menunggu tenggat waktu itu datang, Google mengimbau para pengguna Reader untuk mengekspor data-datanya, termasuk langganan RSS mereka di Reader, dengan menggunakan Google Takeout.
Sebagai alternatif, pengguna bisa menggunakan layanan serupa, seperti Old Reader, Feedly, Newsblur, Reeder, dan Digg.
Jika ingin turut serta, Anda bisa menyumbangkan tanda tangan Anda melalui tautan ini."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





