News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Pakai Ponsel, Perempuan India Lacak Pemerkosa"
Selasa,2013-03-05,09:18:02
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Biasanya, ponsel pintar digunakan untuk memenuhi kebutuhan hiburan, komunikasi atau mendukung pekerjaan.
Tapi, India punya cerita berbeda. Saat ini, sebagian besar perempuan di sana menggunakan ponsel pintar mereka sebagai alat pelindung sekaligus pengawas dari ancaman para pemerkosa.
Beberapa waktu lalu, rangkaian pemerkosaan terjadi di dalam bus dan sempat menyita perhatian dunia. Bulan Desember silam, seorang mahasiswi kedokteran India diperkosa kawanan pria bejat di dalam bus. Kejadian ini pun menimbulkan amarah warga, dan membuat perempuan di India menjadi ekstra waspada.
Gizmodo melansir, Senin 4 Maret 2013, peristiwa tersebut menginspirasi empat perempuan di India untuk menciptakan situs keamanan, Safecity.in, yang merupakan forum untuk mengadu pelecehan. Cukup mengklik 'Pin the Creeps', siapapun bisa memberikan kabar secara real-time tentang lokasi terjadinya kejahatan.
Elsa D'Silva, pendiri situs yang berbasis di Mumbai ini mengatakan, media sosial telah menjadi ruang baru bagi perempuan untuk berbicara. Di sini, Anda bisa mengirimkan kabar pada orang lain dari daerah yang berbahaya.
Sangat menarik, karena perempuan India tidak perlu mencantumkan identitas mereka atau membuat keluhan pada polisi.
""Sekarang perempuan merasa lebih berdaya untuk melakukan sesuatu. Di sini Anda juga bisa berbagi pengalaman. Kami tidak akan tinggal diam,"" kata D'Silva, dilansir Business Insider.
SafeCity bekerja sama dengan aplikasi SafeTrac, aplikasi Android yang menyediakan tombol kontak darurat dan memungkinan kontak yang didaftarkan melacak posisinya.
Aplikasi serupa juga muncul, seperti FightBack dan ICE (In Case of Emergency). Aplikasi-aplikasi ini diproduksi oleh polisi New Delhi, dan mulai secara luas digunakan guna menekan angka kejahatan pelecehan atau bahkan pemerkosaan.
Namun, tentu saja situs dan aplikasi ini ada kekurangan. Ya, karena berupa situs dan aplikasi, tentu yang bisa menjangkaunya hanya mereka yang mempunyai ponsel cerdas. "
Tapi, India punya cerita berbeda. Saat ini, sebagian besar perempuan di sana menggunakan ponsel pintar mereka sebagai alat pelindung sekaligus pengawas dari ancaman para pemerkosa.
Beberapa waktu lalu, rangkaian pemerkosaan terjadi di dalam bus dan sempat menyita perhatian dunia. Bulan Desember silam, seorang mahasiswi kedokteran India diperkosa kawanan pria bejat di dalam bus. Kejadian ini pun menimbulkan amarah warga, dan membuat perempuan di India menjadi ekstra waspada.
Gizmodo melansir, Senin 4 Maret 2013, peristiwa tersebut menginspirasi empat perempuan di India untuk menciptakan situs keamanan, Safecity.in, yang merupakan forum untuk mengadu pelecehan. Cukup mengklik 'Pin the Creeps', siapapun bisa memberikan kabar secara real-time tentang lokasi terjadinya kejahatan.
Elsa D'Silva, pendiri situs yang berbasis di Mumbai ini mengatakan, media sosial telah menjadi ruang baru bagi perempuan untuk berbicara. Di sini, Anda bisa mengirimkan kabar pada orang lain dari daerah yang berbahaya.
Sangat menarik, karena perempuan India tidak perlu mencantumkan identitas mereka atau membuat keluhan pada polisi.
""Sekarang perempuan merasa lebih berdaya untuk melakukan sesuatu. Di sini Anda juga bisa berbagi pengalaman. Kami tidak akan tinggal diam,"" kata D'Silva, dilansir Business Insider.
SafeCity bekerja sama dengan aplikasi SafeTrac, aplikasi Android yang menyediakan tombol kontak darurat dan memungkinan kontak yang didaftarkan melacak posisinya.
Aplikasi serupa juga muncul, seperti FightBack dan ICE (In Case of Emergency). Aplikasi-aplikasi ini diproduksi oleh polisi New Delhi, dan mulai secara luas digunakan guna menekan angka kejahatan pelecehan atau bahkan pemerkosaan.
Namun, tentu saja situs dan aplikasi ini ada kekurangan. Ya, karena berupa situs dan aplikasi, tentu yang bisa menjangkaunya hanya mereka yang mempunyai ponsel cerdas. "
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





