News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
NASA Abadikan Gambar Letusan Gunung Rokatenda NTT
Jumat,2013-05-10,09:56:56
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Satelit milik Badan Antariksa AS (NASA) terbaru berhasil mengambil gambar meletusnya Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Bernama Landsat Data Continuity Mission (Landsat 8), satelit itu diluncurkan ke luar angkasa Februari 2013 silam.
Tepat pada tanggal 29 Aril 2013, satelit milik NASA itu sedang melewati Pulau Flores di Indonesia. Saat satelit berada di ketinggian 704 kilometer di atas permukaan bumi, tiba-tiba Gunung Rokatenda meletus dan berhasil dijepret oleh kamera satelit.
Dua instrumen satelit yang berhasil mencitrakan gunung meletus itu adalah Operational Land Imager (OLI) dan Thermal Infrared Sensor (TIS).
Menurut Betsy Forsbacka, Manajer Sensor Thermal di NASA Goddard Space Flight Center, kedua instrumen itu bekerja dengan bersamaan dan menghasilkan bentuk-bentuk citra bumi secara detail.
""Sensor Termal yang dimiliki NASA mampu melihat arah lahar dingin yang akan mengalir. Selain itu, sensor itu dapat melihat perbedaan suhu di permukaan bumi,"" kata Forsbacka, yang dilansir The Christian Science Monitor, Rabu 8 Mei 2013.
Dia menambahkan, dari hasil citra satelit saat meletusnya Gunung Rokatenda, terlihat gambar putih menunjukkan lava yang sangat panas. Sementara awan yang berwarna abu-abu dan hitam adalah abu yang siap menyebar ke daerah sekitar.
""Hasil dari citra satelit NASA itu sangat baik, karena dapat mendeteksi aktivitas termal (panas) dari sebuah gunung berapi,"" ujar Forsbacka.
NASA dan US Geological Survey (USGS) telah lama berkolaborasi untuk memantau keadaan bumi. Satelit Landsat 8 adalah kelanjutan dari proyek satelit Landsat 5 dan 7 yang sudah diterbangkan pada tahun 1984 dan 1999.
Proyek satelit Landsat pertama kali dilakukan pada tahun 1970. Tugasnya adalah mengambil foto-foto bumi dari luar angkasa. Sampai pada 3 Mei 2013, satelit Landsat telah menjepret 1.679.082 foto bumi disertai data-data ilmiahnya."
Tepat pada tanggal 29 Aril 2013, satelit milik NASA itu sedang melewati Pulau Flores di Indonesia. Saat satelit berada di ketinggian 704 kilometer di atas permukaan bumi, tiba-tiba Gunung Rokatenda meletus dan berhasil dijepret oleh kamera satelit.
Dua instrumen satelit yang berhasil mencitrakan gunung meletus itu adalah Operational Land Imager (OLI) dan Thermal Infrared Sensor (TIS).
Menurut Betsy Forsbacka, Manajer Sensor Thermal di NASA Goddard Space Flight Center, kedua instrumen itu bekerja dengan bersamaan dan menghasilkan bentuk-bentuk citra bumi secara detail.
""Sensor Termal yang dimiliki NASA mampu melihat arah lahar dingin yang akan mengalir. Selain itu, sensor itu dapat melihat perbedaan suhu di permukaan bumi,"" kata Forsbacka, yang dilansir The Christian Science Monitor, Rabu 8 Mei 2013.
Dia menambahkan, dari hasil citra satelit saat meletusnya Gunung Rokatenda, terlihat gambar putih menunjukkan lava yang sangat panas. Sementara awan yang berwarna abu-abu dan hitam adalah abu yang siap menyebar ke daerah sekitar.
""Hasil dari citra satelit NASA itu sangat baik, karena dapat mendeteksi aktivitas termal (panas) dari sebuah gunung berapi,"" ujar Forsbacka.
NASA dan US Geological Survey (USGS) telah lama berkolaborasi untuk memantau keadaan bumi. Satelit Landsat 8 adalah kelanjutan dari proyek satelit Landsat 5 dan 7 yang sudah diterbangkan pada tahun 1984 dan 1999.
Proyek satelit Landsat pertama kali dilakukan pada tahun 1970. Tugasnya adalah mengambil foto-foto bumi dari luar angkasa. Sampai pada 3 Mei 2013, satelit Landsat telah menjepret 1.679.082 foto bumi disertai data-data ilmiahnya."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





