News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Jerman Kembangkan Senjata Laser Penghancur Pesawat
Rabu,2013-01-09,11:51:36
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Industri pertahanan asal Jerman, Rheinmentall Defence, memperkenalkan senjata penghancur pesawat mata-mata (drone). Senjata baru ini menggunakan sistem laser berenergi tinggi.
Laman BBC, Selasa 8 Januari 2013, memberitakan, senjata laser berdaya 50 kilowatt ini dilengkapi radar dan sistem optik untuk mendeteksi dua drone yang datang dari luar. Sistem pada senjata ini akan mengunci drone dengan radar saat menjejaki lokasi target. Kemudian alat ini akan melacaknya dengan sistem optik.
Drone yang melaju dengan kecepatan 50 meter per detik dan masuk dalam area yang terjangkau radar, dipastikan akan hancur oleh senjata laser ini. Rheinmetall mengklaim mampu menembak dua drone sekaligus dalam jarak lebih dari satu mil.
Dalam uji coba, laser dengan energi tinggi ini berhasil memotong baja setebal 15 milimeter. Senjata ini juga menembakkan bola baja yang didesain menyerupai mortir ke udara. Rheinmetall telah menguji senjata ini dalam berbagai kondisi, termasuk saat salju turun, cerah, maupun hujan.
Saat ini, senjata ini masih statis, harus ditempatkan di suatu tempat tertentu. Ke depannya, Rheinmetall akan mendesain sistem senjata laser ini agar bisa mobile dengan dilengkapi meriam otomatis. Rheinmetal berencana menguji coba senjata laser ini pada kendaraan yang berbeda. Mereka juga berencana mengintegrasikan senjata ini dengan meriam kaliber 35 milimeter.
Sejumlah pemerintah dan industri pertahanan di dunia juga tengah mengembangkan sejata laser ini. Misalnya, Raytheon yang meluncurkan laser anti-pesawat 50kW di Farnborough Airshow pada tahun 2010. Pada Juni 2012, Angkatan Darat AS merilis rincian senjata yang dapat menembakkan laser dengan dipandu petir untuk menyasar target."
Laman BBC, Selasa 8 Januari 2013, memberitakan, senjata laser berdaya 50 kilowatt ini dilengkapi radar dan sistem optik untuk mendeteksi dua drone yang datang dari luar. Sistem pada senjata ini akan mengunci drone dengan radar saat menjejaki lokasi target. Kemudian alat ini akan melacaknya dengan sistem optik.
Drone yang melaju dengan kecepatan 50 meter per detik dan masuk dalam area yang terjangkau radar, dipastikan akan hancur oleh senjata laser ini. Rheinmetall mengklaim mampu menembak dua drone sekaligus dalam jarak lebih dari satu mil.
Dalam uji coba, laser dengan energi tinggi ini berhasil memotong baja setebal 15 milimeter. Senjata ini juga menembakkan bola baja yang didesain menyerupai mortir ke udara. Rheinmetall telah menguji senjata ini dalam berbagai kondisi, termasuk saat salju turun, cerah, maupun hujan.
Saat ini, senjata ini masih statis, harus ditempatkan di suatu tempat tertentu. Ke depannya, Rheinmetall akan mendesain sistem senjata laser ini agar bisa mobile dengan dilengkapi meriam otomatis. Rheinmetal berencana menguji coba senjata laser ini pada kendaraan yang berbeda. Mereka juga berencana mengintegrasikan senjata ini dengan meriam kaliber 35 milimeter.
Sejumlah pemerintah dan industri pertahanan di dunia juga tengah mengembangkan sejata laser ini. Misalnya, Raytheon yang meluncurkan laser anti-pesawat 50kW di Farnborough Airshow pada tahun 2010. Pada Juni 2012, Angkatan Darat AS merilis rincian senjata yang dapat menembakkan laser dengan dipandu petir untuk menyasar target."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





