News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Ini Konsep Mobil Terbang Buatan Indonesia
Selasa,2013-06-25,10:48:01
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Di pameran dan peluncuran produk teknologi hankam dan kedirgantaraan yang digelar Kementerian Riset dan Teknologi dalam rangka menyambut peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas), flying car atau mobil terbang buatan anak bangsa turut unjuk gigi.
Prototipe mobil terbang ini memiliki kemampuan untuk berjalan di darat dan terbang di langit dengan menggunakan lima baling-baling.
""Pengembangan mobil terbang ini menelan dana cukup mahal, sekitar dua miliar rupiah. Sementara untuk pembuatan mulai dari desain, prototipe, dan tes terbang menghabiskan dana sekitar 500 juta rupiah,"" kata Yudoyono Kartijo, Peneliti Center of Unnamed System (Centrums) Institut Teknologi Bandung (ITB), di Jakarta.
Saat ini, Yudoyono menambahkan, mobil terbang masih berbentuk prototipe. Dan, ke depannya akan dikembangkan menjadi ukuran yang lebih besar.
""Mengingat biaya pembuatan mobil terbang yang tidak murah, maka saat ini ITB bekerja sama dengan salah satu universitas di Jerman untuk pembuatan versi besar,"" terang Yodoyono.
Mobil terbang karya ITB ini didesain berpenumpang empat orang dan sistem terbang Quad-Rotor. Untuk bisa terbang, mobil tidak memerlukan landasan karena menggunakan sistem vertical take-off.
Soal daya terbang dan kecepatan, mobil terbang ini memiliki kemampuan terbang sampai ketinggian 600 meter dengan kecepatan 60-70 Km per jam.
Selain mobil terbang, ITB juga menampilkan Hexarotor, yaitu wahana terbang dengan multi-rotor atau banyak baling-baling yang sudah dilengkapi dengan kamera dan video, GPS, TV monitor untuk pemantauan, dan menggunakan baterai Lithium Polimer.
![]()
Menurut Rully, pilot Hexarotor dari Komunitas RC Aeromodelling Bandung, Hexarotor memiliki kemampuan yang bermacam-macam, mulai dari pengawasan, fotografi, dan sebagainya.
""Pesawat mini enam baling-baling ini mampu terbang sampai ketinggian 170 meter, kekuatan terbangnya sampai 10 menit, mampu mengangkut beban sekitar satu kilogram, dan dioperasikan dengan remote control,"" jelas Rully.
""Hexarotor sudah digunakan untuk melakukan pengawasan lokasi bencana, syuting video, dan pemotretan jarak jauh. Bahkan, Hexarotor sudah pernah digunakan oleh Densus 88 untuk pemantauan teroris di Bandung,"" ujar Rully."
Prototipe mobil terbang ini memiliki kemampuan untuk berjalan di darat dan terbang di langit dengan menggunakan lima baling-baling.
""Pengembangan mobil terbang ini menelan dana cukup mahal, sekitar dua miliar rupiah. Sementara untuk pembuatan mulai dari desain, prototipe, dan tes terbang menghabiskan dana sekitar 500 juta rupiah,"" kata Yudoyono Kartijo, Peneliti Center of Unnamed System (Centrums) Institut Teknologi Bandung (ITB), di Jakarta.
Saat ini, Yudoyono menambahkan, mobil terbang masih berbentuk prototipe. Dan, ke depannya akan dikembangkan menjadi ukuran yang lebih besar.
""Mengingat biaya pembuatan mobil terbang yang tidak murah, maka saat ini ITB bekerja sama dengan salah satu universitas di Jerman untuk pembuatan versi besar,"" terang Yodoyono.
Mobil terbang karya ITB ini didesain berpenumpang empat orang dan sistem terbang Quad-Rotor. Untuk bisa terbang, mobil tidak memerlukan landasan karena menggunakan sistem vertical take-off.
Soal daya terbang dan kecepatan, mobil terbang ini memiliki kemampuan terbang sampai ketinggian 600 meter dengan kecepatan 60-70 Km per jam.
Selain mobil terbang, ITB juga menampilkan Hexarotor, yaitu wahana terbang dengan multi-rotor atau banyak baling-baling yang sudah dilengkapi dengan kamera dan video, GPS, TV monitor untuk pemantauan, dan menggunakan baterai Lithium Polimer.
Menurut Rully, pilot Hexarotor dari Komunitas RC Aeromodelling Bandung, Hexarotor memiliki kemampuan yang bermacam-macam, mulai dari pengawasan, fotografi, dan sebagainya.
""Pesawat mini enam baling-baling ini mampu terbang sampai ketinggian 170 meter, kekuatan terbangnya sampai 10 menit, mampu mengangkut beban sekitar satu kilogram, dan dioperasikan dengan remote control,"" jelas Rully.
""Hexarotor sudah digunakan untuk melakukan pengawasan lokasi bencana, syuting video, dan pemotretan jarak jauh. Bahkan, Hexarotor sudah pernah digunakan oleh Densus 88 untuk pemantauan teroris di Bandung,"" ujar Rully."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





