News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Dua Satelit Pluto Punya Nama Baru
Kamis,2013-07-04,09:26:42
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Februari silam, sejumlah astronom menemukan dua satelit Pluto yang diberi nama P4 dan P5. Dua satelit kecil itu terlihat oleh teleskop luar angkasa Hubble pada tahun 2011 dan tahun 2012.
Menurut tradisi, nama-nama satelit di Pluto berasal dari nama mitologi Yunani dan Romawi yang dipilih oleh masyarakat. Nama untuk satelit P4 dan P5 pun disayembarakan melalui pemungutan suara.
Kini, dua satelit baru itu sudah mempunyai nama resmi, Kerberos dan Styx.
The International Astronomical Union (IAU) adalah lembaga yang bertanggung jawab memberikan nama untuk kedua satelit itu, dilansir BBC, 4 Juli 2013.
Sebenarnya, IAU sudah memiliki nama untuk salah satu satelit, namanya adalah Vulcan. Tapi, menurut aturan, nama-nama satelit harus berasal dari karakter mitologi Yunani, sedangkan Vulcan bukan berasal dari karakter mitologi Yunani. Jadi, dibatalkan.
Menurut mitologi kuno, Kerberos adalah karekter anjing berkepala tiga. Sedangkan, Styx merupakan sebuah sungai yang menunjukkan batas antara Bumi dan dunia bawah tanah.
Kerberos dan Styx pertama kali ditemukan oleh tim Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute Mountain View, di California, AS, dipimpin oleh Mark Showalter.
Dua satelit ini merupakan satelit yang berdimensi sangat kecil. Diameternya saja hanya 20 sampai 30 kilometer.
Kedua bulan itu ditemukan ketika NASA melakukan survei keadaan di sekitar Pluto sebelum melakukan misi New Horizons, yang dijadwalkan akan terbang ke planet kerdil itu pada tahun 2015.
Penelitian itu dilakukan untuk mengetahui bahaya yang ditimbulkan oleh pesawat antariksa apabila melewati Pluto dengan kecepatan tinggi.
""Saya sangat kewalahan menerima masukan nama-nama satelit dari masyarakat luas yang begitu banyak. Tapi, untung saja dilakukan pemungutan suara untuk memilih nama kedua satelit itu,"" kata Showalter.
Sebelumnya, teleskop luar angkasa Hubble juga menemukan tiga satelit lain di Pluto. Para astronom memberi mereka nama Charon, Nix, dan Hydra."
Menurut tradisi, nama-nama satelit di Pluto berasal dari nama mitologi Yunani dan Romawi yang dipilih oleh masyarakat. Nama untuk satelit P4 dan P5 pun disayembarakan melalui pemungutan suara.
Kini, dua satelit baru itu sudah mempunyai nama resmi, Kerberos dan Styx.
The International Astronomical Union (IAU) adalah lembaga yang bertanggung jawab memberikan nama untuk kedua satelit itu, dilansir BBC, 4 Juli 2013.
Sebenarnya, IAU sudah memiliki nama untuk salah satu satelit, namanya adalah Vulcan. Tapi, menurut aturan, nama-nama satelit harus berasal dari karakter mitologi Yunani, sedangkan Vulcan bukan berasal dari karakter mitologi Yunani. Jadi, dibatalkan.
Menurut mitologi kuno, Kerberos adalah karekter anjing berkepala tiga. Sedangkan, Styx merupakan sebuah sungai yang menunjukkan batas antara Bumi dan dunia bawah tanah.
Kerberos dan Styx pertama kali ditemukan oleh tim Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute Mountain View, di California, AS, dipimpin oleh Mark Showalter.
Dua satelit ini merupakan satelit yang berdimensi sangat kecil. Diameternya saja hanya 20 sampai 30 kilometer.
Kedua bulan itu ditemukan ketika NASA melakukan survei keadaan di sekitar Pluto sebelum melakukan misi New Horizons, yang dijadwalkan akan terbang ke planet kerdil itu pada tahun 2015.
Penelitian itu dilakukan untuk mengetahui bahaya yang ditimbulkan oleh pesawat antariksa apabila melewati Pluto dengan kecepatan tinggi.
""Saya sangat kewalahan menerima masukan nama-nama satelit dari masyarakat luas yang begitu banyak. Tapi, untung saja dilakukan pemungutan suara untuk memilih nama kedua satelit itu,"" kata Showalter.
Sebelumnya, teleskop luar angkasa Hubble juga menemukan tiga satelit lain di Pluto. Para astronom memberi mereka nama Charon, Nix, dan Hydra."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





