News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Bank Indonesia Sosialisasikan Qris di Rumah Ibadah
Rabu,2020-03-11,09:43:43

(IANnews.id)
Iannews-Jakarta. Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi (KPw BI) Jawa Timur mensosialisasikan Code Indonesian Standard (QRIS) dirumah ibadah di Masjid Agung Al Akbar, Surabaya, Selasa (10/3).
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi A Johansyah disela-sela Sosialisasi Qris di Rumah Ibadah mengatakan, kalau di setiap masjid ada dana yang terkumpul setiap minggu bisa sampai Rp 30 juta uang tunai.
Uang tunai tersebut campur dengan uang kertas dan logam serta uang pecahan recehan berapa banyak dan waktu petugas untuk menghitungnya dan selanjutnya dibawa ke bank.
Maka, dengan adanya Qris, kata Difi, secara otomatis semua itu secara elektonik sudah masuk tercatat dan tinggal di rekap. Hal tersebut sangat membantu manajeman keuangan didalam masjid.
“Sekarang pembayaran ini dilakukan di rumah-rumah ibadah seperti di masjid kalau sudah mempunyai aplikasinya cukup mudah tinggal mengirim,” tuturnya.
Saat ini bank-bank syariah di Jawa Timur yang sudah menyediakan aplikasi Qris cukup banyak.
Bank syariah telah mempunyai fitur barcode aplikasi Qris, karena mereka sudah menyesuaikan dengan kondisi kalau misalnya ketemu masyarakat yang mau wakaf bisa melalui bank-bank syariah.
Melalui Qris ini, orang-orang yang akan beramal yang sudah mempunyai Ovo atau GoPay tidak ada halangan tinggal menscant saja lalu kirim.
“Dengan adanya Qris ini semakin banyak kesempatan masyarakat untuk beramal dan jumlah yang diamalkan semakin bertambah besar, baik amal, infaq dan sodhakoh. Sehingga fungsi pemberdayaan masjid bagi umat bisa lebih meningkat,” ujarnya.
Upaya ini, ungkap Difi, bisa teredukasi dengan baik ke masyarakat, karena Qris ini merupakan bentuk pembayaran non tunai yang lagi ngetren di era jaman ini.
Bagi masyarakat sekarang khususnya yang tinggal di perkotaan telah melakukan transaksi belanja dengan memakai alat pembayan seperti Ovo, GoPay dan e-bangking sudah biasa ditoko-toko karena sudah mempunyai aplikasinya.
“Selanjutnya aplikasi Qris ini ditularkan ke rumah ibadah guna mempermudah masyarakat yang akan melakukan amal,” kata Difi. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-Ryo/toeb)
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





